
Sasa yang tersentuh dengan kata kata suaminya itu ,, langsung mengangkat wajahnya dan langsung memeluk tubuh kekar yang juga sudah menangis di hadapannya itu ,, mama ,, Caca dan bi Ina pun ikut menangis menyaksikan mereka .. sedangkan Refan ,, dia hanya menatap Caca yang lagi fokus dengan Sasa dan Akmal dengan tatapan yg tidak bisa di artikan ....
Sasa teramat sangat mencintai suaminya itu ,, dan dia sangat takut kehilangannya ,, di tambah dengan pengaruh hamil ,,
dia semakin sensitif dan penuh dengan kecurigaan yang tidak berdasar ....
Sasa memeluk tubuh suaminya sambil terisak ,, dia tidak bisa berkata kata , , dan Akmal pun memeluk istrinya sambil mengusap ngusap belalakangnya untuk menenangkannya.
" jangan nangis lagi ,, kalau kamu nangis terus ,, bisa bisa mas akan membatalkan keberangkatan mas ,, dan kalau batal ,, para klien akan kecewa dan tidak percaya sama mas lagi." kata Akmal ...
" mas juga ngga mau jauh juah dari kamu ,, apalagi kamu sedang mengandung ,, tapi inilah tuntutan pekerjaan mas mu ini sayang ,, dan mas lakukan semua ini ,, semata mata hanya untuk kamu dan anak kita nanti ." Lanjut Akmal
mendengar itu ,, Sasa langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya ,, dia menatap suaminya sambil tersenyum dengan wajah sembabnya ,,
kemudian dia meraih wajah Akmal dan berkata ....
" aku ngga akan nangis lagi ,, dan aku akan berusaha untuk tidak berfikir yang macam macam ,, karena tidak ada alasan untuk aku ngga percaya sama mas ." jawab Sasa ...
" makasih sayang." balas Akmal dan langsung mengecup kening Sasa ...
Caca dan mama Rita yang melihat mereka hanya tersenyum ,, sedangkan bi Ina dan juga Refan sudah keluar dari kamar mereka beberapa menit yang lalu ,, ....
bi Ina sudah ke dapur ,, sedangkan Refan sudah ke ruang kerja Akmal untuk menyiapkan berkas berkas yang mau di bawa mereka ke Jerman ....
pukul 10:30 ,, Akmal dan Refan sudah bersiap siap berangkat ke bandara ,, sebelum berangkat ,, akmal meminta mamanya untuk membawa Sasa ke rumah mereka sampai Akmal kembali dari jerman ...
sedangkan Sasa ,, dia ingin ikut mengantarkan Akmal ke bandara ,, sebenarnya Akmal ngga mau ,, tapi karena Sasa maksa ,,
jadi Akmal mengizinkannya tapi Akmal meminta mamanya dan Caca untuk menemaninya .
mereka berangkat ke bandara menggunakan mobil yang agak besar ,, Akmal dan Sasa duduk di tengah ,, sedangkan Refan memilih duduk di depan bersama supir ,,
mama dan Caca duduk di bagian belakang .....
Refan sudah memutuskan untuk menjaga jarak dengan Caca ,, karena dia tidak mau membuat Caca terlalu berharap ,, dia ingin menghindar dari Caca tanpa berkata apa apa ,,
dia sendiri sadar ,, kalau keputusan yang dia ambil ini tidak jentel sebagai seorang laki laki ,, tapi dia juga tidak sanggup untuk jujur . .
Caca yang duduk di bagian belakang merasa heran dengan sikap Refan ,, dan dia juga sedikit kesal dengan Refan yang memilih duduk di samping supir ,, padahal Caca ingin sekali duduk bersebelahan dengannya ....
Refan yang berada di depan sesekali melirik Caca dari spion mobil ,, dia melihat Caca yang hanya menatap ke arah luar dengan wajah murungnya membuat dia semakin ngga sanggup untuk memberinya harapan palsu terlalu besar ...
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...