
Selesai makan ,, mereka memilih untuk bersantai dan mengobrol di ruang tamu ,, tapi tiba tiba ada bunyikan bel rumah mereka ... bi Ina yang sedang mengelap guci guci di dala rumah ,, segera berlari membuka pintu ,, setelah itu ,, bi Ina kembali menghadap Akmal dan Sasa sambil berkata ... .
" non ,, itu ada kiriman bunga ,, katanya buat non Sasa." Kata bi Ina sambil menunjuk se ikat bunga besar yang sudah berada di atas meja ...
Sasa dengan segera langsung menatap Akmal, sedangkan Akmal hanya mengangkat bahu ,, pertanda dia nggak tahu ,, dan segera berlalu ke lif menuju lantai tiga ...
setelah Akmal pergi ,, Sasa tambah bingung dan penasaran ,, dia melangkah menghampiri meja dan melihat ada kertas kecil bertulis yg terdapat di samping bunga ...
Sasa duduk di samping meja sambil membaca tulisan yang ada di kertas itu ,, dan ternyata itu bunga dari Akmal.
seketika senyum langsung mengembang di wajah cantiknya ,, dia merasa sangat bahagia hari ini ,, karena ini kali pertama baginya mendapatkan perlakuan yang sangat romantis dari suaminya yang super cuek dan beku itu ...
Sasa segera mengangkat seikat bunga raksasa itu dan melangkah menuju lif ,, sampainya di kamar ,, Sasa melihat Akmal yang sudah terlentang di atas ranjang sambil menatapnya ,,, ......
Sasa meletakan bunga itu di samping meja riasnya dan beranjak naik ke atas ranjang ,, Sasa menindih tubuh kekar Akmal dan memeluk tubuh kekar suaminya itu ,, sambil berkata dengan suara bergetarnya karena dia sudah menangis . ,,, .....
" mas ,,, makasih." kata Sasa...
" ngapain harus berterima kasih ,, itu sudah menjadi tanggung jawab aku untuk membahagiakanmu ,, semestinya aku yang minta maaf ,, karena nggak pernah membuatmu bahagia melainkan membuatmu selalu menangis." jawab Akmal...
" maafkan aku ,, karena selalu membuatmu menangis." tambah Akmal.
Sasa tidak menjawab apa apa ,, dia hanya terdiam sambil mengecup leher Akmal dan membuat Akmal jadi tegang ...
Sasa terus mengecup leher Akmal ,, dan sekarang sudah berubah menjadi jilatan yamg membuat Akmal benar benar tidak tahan ,, ..
Akmal dengan segera langsung bereaksi ,, dia mengecup ,, menjilat dan menggigit leher Sasa sehingga Sasa mengeluarkan suara de sa han yang hebat ...
tidak pakai lama ,, Akmal segera bangun dan langsung melepaskan pakain Sasa,, tinggal tersisa bra dan cd putih yamg masih melekat di tubuh Sasa,,
kemudian dia melepaskan celana pendeknya sendiri ,, karena Akmal memang sudah tidak memakai baju sejak tadi , .....
kemudian Akmal kembali terlentang sambil memeluk bantal putih di atas perutnya ,, dia menatap Sasa yang sedang berdiri di atasnya sambil melepaskan bra dan cd nya.
Akmal selalu terpesona di saat melihat bentuk tubuh istrinya yang sangat menggoda itu ,,
apalagi Sasa adalah wanita yang sangat rajin dan pandai dalam merawat tubuhnya ,,
mata Akmal terpana kepada gu nung kem bar Sasa yg sangat padat dan juga ****** Sasa yang sangat tembam dan terdapat rambut tipis di bagian atasnya ...
Akmal meminta Sasa untuk di atas ,, dia menyuruh Sasa untuk ******** di depan wajahnya ,,,
Sasa yamg sangat suka dengan permainan mulut suaminya itu langsung menurut . ..
Akmal menghirup aroma ****** Sasa yang sudah terbuka dan sedikit mengkilat di hadapannya lantaran sudah ba sah ,,
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...