
"apa mereka pacaran,,?." tanya Sifa sambil mengelus ngelus dadanya dan mengatur nafasnya yg sangat memburu seperti orang yamg baru selasai lari memutar lapangan 20 kali..
setelah dia merasa sudah bisa mengontrol pernapasannya, dia kembali melangkah menuju taman untuk menyusul sasa dan yg lainnya...
sedangkan akmal yang tersandar di dinding sudah sangat tegang setelah apa yg dia lakukan tadi, dia merasakan akmal kecil sudah mulai bangun,, akhirnya dia cepat cepat masuk ke toilet untuk mencuci mukanya yang sudah memerah dan berkeringat itu...
"siaaaaal,, kenapa bisa bangun hanya karena cium bibirnya sih..?." gerutu akmal di depan kaca di dalam toilet..
Sasa berlari menghampiri teman temannya,, setelah sampai di sana dia tidak melihat keberadaan sifa...
"di mana sifa?." tanya sasa kepada teman temannya,.
"dia kan lagi nyusul lo, tadi,!." Jawab ara...
"apa,,? nyusul gue,,?." Sasa kaget,,
dia takut kalau sifa melihat semuanya...
"aku harus nemuin dia segera,, sebelum dia mengatakannya pada yang lain..." gumam sasa..
Sasa berbalik dan pergi mencari sifa,, teman temannya yang lagi asik mengobrol tidak menyadari kepergian sasa kembali.
dia mempercepat langkahnya,. di kamar mandi akmal yang merasa sudah lebih rilex melangkah keluar dan berlalu menuju ruang dosen yg mau dia temui...
Sasa yang melangka tergesa gesa berpapasan dengan sifa di lorong yg mau balik ke taman...
"sif." Sasa, mereka sama sama memanggil satu sama lain dengan tatapan yang tidak bisa di artikan...
Sasa segera menarik tangan sifa dan membawanya ke tempat yg lebih sepi..
"sifa." panggil sasa..
Sasa menatap sifa dengan wajah yang tegang begitupun sebaliknya..
"sif aku,, aku." kata sasa terbata bata ...
"aku lihat semuanya Sa." sambung sifa yang sudah mengerti maksud sasa...
"sif, aku mohon jangan bilang bilang ke siapapun.." kata sasa sambil menggenggam ke dua tangan sifa...
"ok,β, tapi kamu harus jelasin semuanya" kata sifa...
Sasa menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
" sif, aku sama mas akmal sudah menikah." kata sasa sambil menunduk...
"apaaaaa,?." teriak sifa kaget.
dengan cepat sasa menutup mulut sifa dengan tangannya...
"jangan keras keras nanti di dengar orang." Kata Sasa
"kapan,?." tanya sifa karena tangan sasa sudah terlepas dari mulutnya.
"11 bulan yg lalu di saat aku baru lulus sma." Jawab Sasa
"apaaaa,,?." teriak sifa kembali..
"adu sifaaaaa,, ngga usah teriak teriak dong." kata sasa..
" sumpah aku kaget bangat Sa, laki laki tertampan yang kamu bilang kulkas itu ternyata suami kamu dan itu sudah hampir setahun,,?, bagaimana ceritanya Sa,?." tanya sifa penasaran.
" kita di jodohkan sama orang tua kita dari mas akmal umur 3 tahun dan aku belum lahir, karena orang tua kami itu sahabatan gitu." Jawab Sasa
"astaga sexy,, ternyata kamu istri dari laki laki tampan dan kaya raya yang di gilai semua wanita termasuk aku loh." jawab sifa jujur.
"tapi kamu tenang saja,, mulai saat ini, akan aku relakan dia untukmu, karena kamu itu sudah sah menjadi istrinya, dan aku, jangankan mau jadi istrinya pembantunya aja, mungkin dia ngga mau... hehehehe." Jawab Sasa yang mendengar penjelasan temannya jadi ikut ngakak..
to be continued....
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak