My Possessive Wife

My Possessive Wife
75



Sasa sangat tegang dan khawatir karena belum ada halasan dari Akmal dia takut kalau dosennya keburıu datang..


Akmal yang baru tiba di bandara langsung menuju mobil pak tono yang sudah menjemput dia dan juga Refan, karena sepulang mengantarkan Sasa, pak tono di telfon Akmal untuk menjemput mereka di bandara..


sesampainya di dalam mobil, Akmal mengambil ponselnya, tiba tiba dia terkejut dengan pesan yamg masuk dari Sasa 10 menit yang lalu, dengan segera Akmal mengetik apa yang harus dia ketik dan mengirimnya kepada Sasa..


Sasa yang sedang menunggu, langsung kegirangan tanpa mengeluarkan suara, dia segera menulis semua yang di kirim oleh Akmal, selesai menulis, dia menghela nafas legah,.


beberapa menit kemudian, dosen yang mengawas pun masuk, namun Sasa sudah tenang, tidak seperti cacing kepanasan lagi,.


"tinggal 10 menit lagi." kata dosen pengawas..


dan setelah 10 menit, akhirnya dosen pengawas menyuruh mereka untuk mengumpulkan lembar ujian mereka..


Setelah itu mereka keluar dan menuju kantin,..


"aduh, parah bangat tadi, untung aja ada si Rena, kalau ngga bisa mati aku." kata Agus..


"beruntung bangat lo duduk bersebelahan dengan si kutu buku itu," sambung baim...


"itulah rezeki anak baik." kata agus yang langsung dapat sorakan dari teman temannya... setelah makan, mereka kembali masuk ruangan untuk menerima ujian selanjutnya,..


selesai ujian, Sasa memilih untuk langsung pulang, di parkiran sudah ada mobil pak Tono, Sasa langsung melangkah ke arah mobil, pak tono segera membuka pintu mobil untuk Sasa, baru pak tono masuk dan melajukan mobil.


pak Tono tidak memberitahukan kedatangn Akmal kepada Sasa, karena Akmal menyuruh pak Tono untuk tidak memberitahukannya...


sesampainya di rumahSasa langsung masuk ke dalam rumah, dan tiba tiba langkah kakinya terhenti karena melihat laki laki yamg dia rindukan berdiri di dekat tangga tanpa memakai baju, hanya memakai baju, hanya memakai celana pendek karena Akmal baru selesai barbelan,. itulah kebiasaan Akmal, setiap kali habis berolah raga langsung melepaskan bajunya karena dia ngga bisa pakai baju yan sudah basah dengan keringat.


Sasa menatap Akmal dengan tatapan yang bercampur antara senang, kaget, terharu dan rindu, sedangkan Akmal biasa saja dengan ekspresi dinginnya ..


Akmal terkejut dengan tingkah Sasa, tapi karena fisiknya yang kuat membuat dia hanya sedikit terdorong ke belakang.


Sasa memeluk tubuh berkeringat Akmal dengan kencang nya, sedangkan Akmal hanya berdiri tegak.


"mas, pegangin aku,! nanti aku jatuh." Rengek sasa


"ya turun kalau takut jatuh." Jawab Akmal dingin...


"ngga mauuu, aku mau gendong." kata Sasa manja... para pembantu yang melihat tingkah Sasa hanya senyum senyum...


"kamu ngga malu,? di lihatin para bibi tuh." kata Akmal sambil melingkarkan tangan nya di bopong Sasa.


"kenapa harus malu, memangnya aku gendong di suami orang,,?." jawab Sasa sambil menatap wajah Akmal yang penuh keringat...


"kenapa menatapku seperti itu,? jangan bilang kamu mau minta di cium." kata Akmal.


"kalau iya emang kenapa,?.' tanya Sasa...


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak