My Possessive Wife

My Possessive Wife
7



Hampir dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di Jakarta. sasa sangat kaget di saat melihat rumah mertuanya yang begitu mewah, melebihi rumah milik orang tuanya di Bandung.


Dengan langkah berat Sasa mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah mewah itu menuju lantai atas.


"Masukin pakaianmu di lemari itu!" Ujar Akmal sambil menunjuk lemari besar yg ada di sampingnya, setelah mereka sudah berada di dalam sebuah kamar.


Tanpa berkata-kata, Sasa pun langsung memasukkan semua pakaiannya ke lemari yg terdapat banyak pakaian Akmal.


"Mas." Panggil Sasa setelah semua pakaiannya sudah tertata rapi di dalam lemari.


"Hmmmm." Jawab Akmal tanpa menatapnya.


"Kapan aku daftar kuliah? Tanya Sasa.


"Kamu tinggal kuliah saja. Aku suda mendaftarkan nya." Jawab Akmal yang sedang fokus pada layar ponselnya.


"Kok bisa?" Tanya Sasa sedikit bingung.


"Apa sih yang nggak bisa buat aku?" Ujar Akmal.


"Dasar sombong." Ketus Sasa dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Kamu bilang apa barusan?" Akmal bertanya dengan tatapan tajam ke arah Sasa.


"Nggak, aku nggak bilang apa apa." Jawab Sasa berbohong.


Dengan tampang datarnya, Akmal melangkah memasuki kamar mandi tanpa memperdulikan Sasa.


Selesai mandi dia keluar dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya.


"Tolong ambilkan pakaianku." Ujar Akmal yang membuat Sasa jadi bingung.


"Mas kan bisa ambil sendiri." Jawab Sasa tanpa menatap Akmal.


"Kamu jadi istri buat apa?" Protes Akmal.


Dengan berat hati, Sasa pun melakukan apa yang minta oleh suaminya.


Sasa yang belum tahu selera pria datar itu, ambil sepasang baju tanpa menanyakan terlebih dahulu.


"Ganti baju ini. Dan tolong ambilkan pakaian dalam ku juga." "Mas, kok aku yang harus ambil pakaian dalam kamu?" Protes Sasa dengan kening berkerut.


"Memangnya kenapa? Kamu itu istri aku. Tugas istri itu melayani semua kebutuhan suami." Ucap Akmal, Dengan wajah yang seketika memerah menahan malu, Sasa memberikan pakaian dalam Akmal dan langsung buru-buru pergi meninggalkan kamar menuju lantai bawah.


"Sore Bi." Sapa Sasa setelah melihat kedua wanita yang sedang sibuk di dalam dapur.


"Sore Non." Jawab Kedua wanita itu.


"Aku bisa bantu ngga Bi?" Tanya Sasa.


"Nggak usah Non. Non istirahat saja. Pasti capek habis perjalanan jauh." Jawab salah satu dari kedua wanita itu.


"Kalau gitu aku di sini saja lihat-lihat. Biar aku bisa masak seperti Bibi. Kalau boleh tahu siapa nama Bibi berdua?" Tanya Sasa.


"Kalau saya Bi Ina. Sedangkan dia adik sepupu saya. Namanya Bi Ira." Jawab salah satu dari kedua wanita itu.


Setelah makanannya sudah di hidangkan di atas meja, Sasa langsung melangkah menuju ruang depan untuk menemui kedua mertuanya.


"Ma, Pa, makanannya sudah siap." Ujar Sasa setelah berada di samping kedua orang tua Akmal.


"Kamu masak ya sayang?" Tanya Mama Rosa dengan kaget.


"Tidak kok Ma. Aku hanya lihat-lihat saja." Ucap Sasa dengan tersenyum.


"Kamu nggak usah masak. Semua pekerjaan di rumah ini sudah ada yang tangani." Ujar Mama Rosa


"Di mana Akmal nak?" Tanya Mama Rosa.


"Ada di kamar Ma. Nanti aku panggil." Jawab Sasa dan langsung pergi menuju lantai atas.


...Happy Reading...


...❤️❤️❤️...