
Pukul 6:30 ,, Akmal terbangun karena kaget dengan suara Sasa yang sedang muntah muntah di dalam kamar mandi ,,
Akmal langsung bangun dan terduduk ,, di saat dia mau melangkah turun untuk menyusul Sasa ke kamar mandi ,, tiba tiba langkahnya tertahan karena dia melihat Sasa sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat ...
Karena merasa khawatir ,, Akmal langsung turun dari tempat tidur dan menghampiri Sasa ,, dan betapa terkejutnya dia di saat menyentuh tangan Sasa ,,
karena tangan Sasa sangat panas ,, Akmal yang tambah khawatir langsung menggendong Sasa dan membawanya ke tempat tidur sambil berkata .. ..
" badan kamu panas bangat sayang ,, tunggu di sini sebentar ,, aku akan menghubungi mama dan Rani ." Ucap Akmal.
Akmal segera menelfon mama dan dokter Rani untuk datang ke rumahnya ,, mama yang khawatir dengan keadaan menantunya itu , , langsung bergegas ke rumah Akmal bersama Caca ,,
karena hari itu hari Sabtu ,, jadi Caca juga Sasa tidak ke kampus ....
selesai memeriksakan Sasa ,, Akmal langsung menanyakan keadaan istrinya ke dokter Rani sahabatnya itu ,, dan di situ juga sudah ada Caca dan mama ....
" bagaimana keadaannya ,, ?." tanya Akmal ...
" ngga apa apa ,, dia hanya demam dan kurang darah ,, mungkin karena terlalu banyak fikiran ,, biasa wanita hamil segala sesuatu pasti di fikirkan." jelas Rani ...
" ya udah ,, kalau gitu aku pulang dulu ,, itu aku sudah berikan vitamin dan obat tambah darah ." kata Rani dan segera melangkah keluar dari kamar Akmal dan di antar oleh bi Ina ...
" kamu ngga usah terlalu berfikiran macam macam Sasa ,, nanti jadi beban dalam diri kamu ,, kamu dan anak kita bisa ngga sehat kalau kamu terlalu banyak fikiran ." kata Akmal ..
sedangkan Sasa hanya terdiam sambil menatap suaminya itu ,, begitupun dengan mama ,, Caca dan juga Refan yang baru datang ,, mereka hanya terdiam sambil menatap Akmal dan Sasa ....
" kamu harus percaya sama aku ,, aku ngga akan macam macam di belakang kamu ,, aku sangat mencintaimu ,, hanya kamu seorang Sasa, tolong ,,, kecurigaan kamu itu ,, kamu buang jauh jauh ,, jangan jadikan beban fikiran, sebelum kita bertemu sampai sekarang kita akan memiliki anak ,, aku ngga pernah menyentuh wanita manapun selain kamu." Ucap Akmal panjang lebar.
Sasa yang mendengar kata kata suaminya itu ,, langsung tertunduk ,, karena matanya sudah berkaca kaca ,, begitupun dengan mama dan Caca yang sudah terharu dengan Akmal yang begitu teramat mencintai wanita manjanya itu .....
" biarpun aku di bawah pengaruh perangsang yang di berikan Bela ,, aku tetap mengingatmu ,, hanya wajah kamu dan tubuh kamu yang terbayang dalam fikiranku saat itu Sasa, aku bersumpah ,, demi Tuhan ,, demi mamaku yang sudah melahirkan aku ,, demi anaku yg ada di dalam perutmu ini ,, kalau hati dan tubuhku ini hanya milik kamu seorang, dan bukan hanya kamu yang akan gila apabila aku tinggalkan ,, tapi aku pun akan gila apa bila kamu tinggalkan Saaa." Akmal mengeluarkan semua isi hatinya di depan Sasa ,, Caca ,, mama ,, Refan dan juga bi Ina yang ada di situ ,, dia tidak pakai malu dan sungkan mengatakannya ,, karna dia sudah sangat pusing dengan Sasa yang selalu memikirkan hal hal yang tidak penting sampai membuatnya sakit seperti ini ...
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...