
" ngga usah kamu jelaskan apa apa lagi ,, karena aku udah dengar semuanya di apartemen kamu kemarin malam ,,," jawab Caca sambil terus terisak ....
" dan satu lagi Fan ,, jangan kamu fikir aku menangis saat ini karena aku masih mengharapkan mu ,, aku menangis saat ini karna aku menyesal telah mengenal laki laki pecundang seperti kamu , ..." kata Caca dengan suara yang sedikit naik ...
" aku ngga mau memikirkanmu lagi ,, aku ingin melupakan mu ,, dan aku mau kita putus saat ini juga ,, !." tambah Caca ...
" apa ,,, ? kamu mau kita putus dan kamu akan melupakanku ,,, ? begitu ,, ?." tanya Refan santai ..
" iya ,, aku mau kita putus ,, dan aku ngga mau mengingatmu lagi." Jawab Caca ...
" coba saja kalau kamu bisa." kata Refan dan langsung ******* bibir tipis Caca dengan rakusnya ....
Caca yang sangar terkejut langsung mendorong dada kekar Refan ,, tapi Refan bukannya terdorong , malahan dia dengan segera langsung menindih tubuh langsing Caca di atas tempat tidur ....
Refan ******* dan menggigit bibir Caca sampai Caca mengeluarkan suara kesakitan ,,
tapi Refan yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya itu ,, bukan berhenti malah melanjutkan permainannya dengan kesan sedikit memaksa .....
Refan melepaskan semua pakaiannya dan juga pakaian Caca ,, setelah itu dia langsung menikmati tubuh langsing itu dari ujung rambut sampai kaki dengan mulutnya ,,
dan permainan mulut Refan itu membuat Caca yang tadi berontak ,, menjadi tenang dan menikmatinya sambil mendesah ....
Refan nelakukannya dengan perlahan di saat dia melihat cairan merah yang keluar di bawah sana ,,
sedangkan Caca ,, dia hanya memejamkan matanya dan mencengkram lengan Refan sambil meneteskan air matanya ,, dan dengan segera Refan langsung menghapus air mata Caca yang mengalir itu dengan bibirnya ...
mereka melakukannya sampai Caca tak berdaya ,, karena permainan Refan sanagat lamah ,, dan dia sangat perkasa ,,
pukul 6:30 Caca terbangun ,, dia langsung meraih pakaian yang dia sediakan di dalam tasnya yang ada di sampingnya dan memakainya .. setelah itu dia berbalik menatap wajah Refan yang masih tertidur pulas di sampingnya ....
Caca sangat menyesali apa yang telah mereka lakukan semalam ,, dengan perlahan lahan ,, Caca turun dari tempat tidur dan melangkah menuju balkon kamar dan berdiri di sana . β¦ ......
Caca menangis sendiri di balkon kamar itu ,, dia sangat menyesali kesuciannya yang sudah dia serahkan kepada Refan semalam ,, padahal dia sendiri tau kalau Refan tidak punya rasa sama skali terhadapnya
Refan yang baru saja terbangun sangat kaget di saat dia tidak melihat keberadaan Caca di dalam kamar ,, dengan segera dia langsung bangun dan meraih handuk putih untuk dia pakai ,, dan dia saat dia sedang melingkarkan handuk di pinggangnya ,, dia melihat Caca sedang menangis di balkon ,,
dan Refan langsung menyadari apa yang membuat Caca menangis seperti itu ...
Refan melangkah mendekati Caca ,, dan setelah berada di belakang Caca ,, dia langsung memeluk tubuh langsung itu dari arah belakang ,,
sedangkan Caca ,, dia hanya memejamkan matanya dan tambah menangis setelah di peluk Refan ...
" aku minta maaf Ca ,, aku sudah merenggut kesucianmu ,, aku janji akan bertanggung jawab sama kamu ,, karena aku tidak mau menjadi laki laki pecundang yang seperti kamu katakan semalam ..." kata Refan ...
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...