
serentak mata Akmal terbelalak mambaca pesan dari Sasa, dia segera meraih tas dan kunci mobil nya dan berlari menuju lif untuk turun ke parkiran.
di dalam lif, Akmal kembali mengirim pesan kepada Sasa
π€ Me
"tunggu aku di situ,, aku sudah dalam perjalanan ..."
Sasa yang sudah melangkah masuk supermarket tersenyum setelah membaca pesan dari Akmal
Sedangkan Akmal yang sudah melaju dengan mobil nya, merasa kesal dengan Sasa karena pergi tanpa di temanin sopir...
sesampainya di depan super market, Akmal memarkirkan mobilnya dan turun menyusul Sasa, dia berdiri menunggu Sasa di samping pintu super market dengan tatapan yang dingin dan datar, sambil kedua tangannya di masukan dalam saku celana nya..
Semua orang yang berada dalam super market menatap Akmal dengan tatapan penuh kekaguman sampai ada yg melongo seperti orang bodoh..
Sasa ya g melihat laki laki tampannya hanya tersenyum sambil menatap Akmal dari arah sana, sambil tangan sebelahnya dia masukan ke dalam saku celana bagian belakang untuk mengambil atm.
selesai membayar barang belanjaannya, sasa langsung menghampiri Akmal sambil tersenyum, sedangkan Akmal hanya menatap Sasa dingin karena dia merasa kesal, dengan segera dia menarik tangan Sasa dan membawanya ke mobil tanpa ada satu kata pun,, begitulah sifat Akmal kalau lagi kesal...
sampai nya di mobil Akmal langsung membuka pintu dan menyuruh Sasa masuk, Sasa merasa heran dengan tingkah Akmal, tapi dia hanya menurut dan masuk ke dalam mobil...
Setelah Sasa masuk, Akmal berjalan memutar dan masuk ke mobil nya, di dalam mobil Akmal melirik kantong yang Sasa pegang, karena kesal, dia langsung menarik kantong itu dari tangan Sasa dan melempar nya ke tempat duduk bagian belakang, akhirnya barang barang belanjaan Sasa terhambur dari dalam kantong...
"kamu kenapa sih mas, ,?. tanya Sasa sedikit berteriak karena kesal dengan tingkah Akmal yang membingungkan..
"kamu mau mati,,? udah ngga ingin hidup,?." Bentak Akmal..
"maksud kamu apa sih,,?." Kata Sasa sambil menatap Akmal dengan mata yang sudah berkaca kaca,,
"kenapa kamu keluar malam malam hanya membeli barang barang sialan itu, haaaa,?." tanya Akmal dengan suara kerasnya, dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh, saking kesal nya.
Sasa yang merasa takut, hanya berpegang pada pintu mobil sambil menangis... tidak berapa lama mereka sampai rumah, karena Akmal menancapkan gas full sampai rumahnya...
Sasa tidak berhenti menangis, dia keluar dan di susul akmal,, akmal melangkah ke arah Sasa yang sudah berdiri dan mau membuka pintu bagian belakang untuk mengambil barang belanjaan nya yang sudah terhambur dari dalam kantong...
segera Akmal menarik tangan Sasa kasar dan membuat Sasa langsung berbalik menghadap nya...
"jangan pernah kamu ulangi hal ini lagi." kata akm sambil menatap Sasa yang masih menangis...
Sasa tidak menjawab ataupun menatap Akmal, dia memalingkan muka nya dari Akmal.
" Sasa, kamu dengar ngga apa yang aku bilang,?." tanya Akmal sedikit berteriak di depan Sasa, namun Sasa tidak menghiraukan sama sekali.
Akmal semakin geram dengan sikap acuh dari Sasa, padahal dia seperti itu karena sangat mengkhawatirkan Sasa
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak