My Possessive Wife

My Possessive Wife
95



"hhhhm, dasar es balok, bilang aja kamu kagum sama istri kamu yang cantik dan bohay ini, pake cari cari alasan segala." Sasa berkata sambil menyusul Akmal ke dapur.


Sesampainya di dapur, Sasa langsung duduk ke meja makan,, sedangkan Akmal sudah duduk duluan dan sedang menikmati teh tawarnya.


"non, ini susunya." kata bi ina sambil memberikan segelas susu buat Sasa, karena Sasa sangat menyukai susu, jadi setiap pagi dan malam dia selalu minum susu...


"ngga usah bi, bawa balik aja,! dan ganti sama teh tawar aja." kata Akmal yang membuat Sasa seketika melototnya.


"kok bawa balik sih mas,, dan aku tu ngga suka teh tawar." Sambung Sasa dengan wajah cemberut..


"jangan ngelawan, ini demi kebaikan kamu, minum susunya malam saja, paginya teh tawar saja." Ucap Akmal


" Tapi susu kan baik buat kulit mas." rengek Sasa..


"jadi kamu mau, kulit kamu cantik tapi tubuh kamu ngga sehat, dan lagian, kulit manusia itu, lebih banyak menerima nutrisi di malam hari, terus nanti lama lama kamu tambah lebar kalau terus terus minum susu." Ucap Akmal


"jadi mas ngga suka yang lebar lebar,? sukanya sama yang tipis tipis, dan rata kaya jalan tol gitu,,?." tanya Sasa dengan tatapan yang sudah tidak bisa di tebak...


"kamu kenapa sih,? aku tu lagi ngomongin kamu, jangan kamu cari cari masalah dengan mengungkit ngungkit orang lain, ujung ujungnya nanti nangis lagi." Kata Akmal dengan wajah datarnya. .


"aku suka kamu lebar, aku suka kamu montok, aku suka semua yang ada pada tubuh kamu." jawab Akmal karena dia melihat wajah Sasa yang sudah berubah..


"ayo cepat makan, aku tunggu di depan." tambah Akmal.


Sasa tidak menjawab sama sekali, dia hanya menatap Akmal tajam sambil mengunyah makanannya kasar.


Akmal berdiri dari meja makan , namun dia ngga langsung melangkah ke luar, tapi dia melangkah mendekati Sasa, Akmal mengecup pucuk kepala Sasa dan berkata,.


"hanya kamu yang aku mau dan aku suka,, ngga usah fikir macam macam lagi." Ucap Akmal tepat di telinga Sasa, setelah berbisik seperti itu, Akmal langsung melangkah keluar meninggalkan Sasa ya g senyum senyum sendiri sambil meminum teh tawar yang di berikan bi ina..


Sasa sangat bahagia dengan sikap suami nya yang makin hari makin perhatian dan makin hangat, walaupun terkesan dingin.


selesai sarapan, Sasa menyusul Akmal ke luar, dan kemudian mereka berlalu menuju kampus,. dalam perjalanan, ponsel Akmal yang berada di dalam saku celananya berdering, tapi Akmal belum sempat merai ponselnya, Sasa yang sudah duluan meraihnya, Sasa memasukan tangan nya di dalam saku celana Akmal bagian depan dan mengambil ponsel Akmal.


"halo ma,, mama dan papa kapan pulangnya,,?.' kata Sasa setelah mengangkat panggilan di ponsel Akmal.


sedangkan Akmal seperti biasa, cuek bebek, apalagi dia sudah tahu kalau yang menelfon itu mamanya...


"besok mama sama papa sudah balik sayang,, mungkin lusa baru nyampe." jawab mana Akmal dari seberang sana..


"mama bawa grenma,,?." tanya Sasa.


" iya sayang, bukan cuma grenma saja, tapi juga ponaan dari tantenya Akmal, biar dia bisa bantu bantu ngurus grenma." Ucap mama


" o000 ya uda ma,, siapa nama ponaan tante yang mau datang itu ma,? apa dia masih kuliah,,?." Tanya Sasa penasaran...


"iya sayang, namanya Caca, dia masih kuliah, tapi dia suda semester empat naik lima." jawab mama


"o000 gitu ya ma,, ya uda kalau gitu ma." Ucap Sasa


"ok sayang,, mama sangat rindu sama kamu." Ucap mama


"aku juga ma, bey bey mama,, emmmuua." setelah Sasa menutup telfonnya, dia berbalik ke Akmal dan menceritakan semua yang mama mertuanya bilang tadi, dan tiba tiba Akmal mendengus sambil menggaruk garukan kepalanya setelah mendengar nama Caca...


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak