
Sasa pun keluar sambil senyum senyum karena tidak habis fikir dengan tingkah suaminya...
"ya ampun,, tubuhnya seperti gitar spanyol." gumam Akmal sambil menggeleng gelengkan kepalanya... kemudian dia melanjutkan sarapannya..
Sasa mengantarkan Akmal ke bandara, di dalam perjalanan, sasa memalingkan mukanya ke jendela menatap ke luar dengan memasang wajah cemberutnya...
Akmal seperti biasa tetap cuek dengan ekspresi Sasa, dia malah sibuk dengan laptop yang ada di pangkuannya...
"maaas,, aku ikut ya,?." rengek Sasa...
"ngga bisa,,!" tegas Akmal.
"mas takut ya,,? Client mas pada tahu status mas yang sudah menikah,?." Sasa berkata dengan mata yang sudah berkaca kaca...
" Hufff." Akmal menghembuskan nafas sambil
menutup laptopnya dan menaruhnya ke dalam tas.. .
"kamu tuh mau ujian,, dan perjalanan aku ini,, semata mata hanya urusan pekerjaan,, aku kerja juga untuk siapa,?." kata akmal sambil menatap sasa yang sudah mulai menangis..
"kalau kamu udah selesai ujian, ya oke oke aja." tambah Akmal
"paK, minggir di depan dan tolong tunggu di luar sebentar." kata Akmal kepada supirnya..
"baik den,", jawab pak supir sambil menepikan mobil dan keluar...
Akmal adalah tipe orang yang tidak suka orang lain mengetahui masalah pribadinya, sekali pun itu orang terdekatnya,,
terkecuali, masalah nya itu sangat membutuhkan bantuan orang lain...
setelah pak sopir keluar,,
Akmal menatap Sasa yang masih ngambek dan menangis...
"Sa..., kamu jangan kaya gini dong,! aku tu mau berangkat untuk urusan kerjaan, naik pesawat,! semestinya kamu doaain aku,, bukan nangis kaya anak kecil gini." Kata Akmal..
"aku janji, ngga akan macam macam di sana." tambah akmal
dan segera Sasa berbalik menatap Akmal..
"kamu janji,,?." sasa berkata sambil mendekatkan jari kelingkingnya ke arah Akmal..
"aku janji." jawab Akmal singkat sambil melingkarkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Sasa,.
karena merasa suasana sudah lebih baik,, Akmal kembali memanggil sopirnya untuk melanjutkan perjalanan..
setelah sopir masuk dan menjalankan mobilnya,, sasa mengangkat kepalanya dari dada bidang Akmal dan menatapnya...
"mas, aku mau duduk di sini." rengek sasa sambil meletakan tangannya di atas paha Akmal.
Akmal menatap wajah Sasa dan kemudian mengangkatnya ke atas pangkuannya..
"sudah puas,?." Tanya fahri...
Sasa menggelengkan kepalanya..
Akmal menatap sasa sambil mengerutkan alisnya.. sasa mendekatkan bibirnya ke telinga Akmal dan berbisik,,
"aku mau ci....u....man di bibir." bisik sasa...
Akmal menatap mata sasa yang ada di depannya dan kembali menatap ke arah sopir,.
Akmal memberikan kode ke sasa, kalau di dalam mobil bukan hanya ada mereka berdua tapi juga ada sopir.
Sasa menggelengkan kepalanya dengan tampang yang cemberut sambil merangkul leher akmal.
Akmal memutarkan bola matanya dan kembali menatap sasa,, dia tahu kalau wanita ya.g berada di pangkuannya ini tidak akan menyerah...
kemudian Akmal menatap sopirnya dari arah belakang,, dan setelah dia merasa aman,, dengan segera dia langsung ******* bibir Sasa dan menggigitnya,, sesaat dia melepaskan lu...ma....tan....nya dan kembali menatap ke arah supir ,, karena merasa masih tetap aman, dia kembali mencium leher sasa dan meninggalkan beberapa jejak di sana...
kemudian Akmal menghentikan aksinya dan kembali menatap sasa..
to be continued....
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak