My Possessive Wife

My Possessive Wife
133



Selesai itu ,, mereka langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan mereka , dan setela selesai mandi dan berpakaian santai ,, Akmal dan sasa langsung memilih untuk tidur .. karena mereka sangat cape dan ngantuk ,,,


Akmal dan Sasa tertidur pulas sampai jam 18.00 malam ....


1 bulan kemudian.


perut Sasa terasa di aduk aduk, dengan cepat ia menyingkirkan tangan Akmal yang masih setia memeluk pinggang Sasa dengan erat .


Hoek Hoek Hoek.


Sasa memuntahkan semua isi perut nya, Akmal yang mendengar orang muntah langsung membuka mata nya, ia kembali mendengar suara tersebut dan melihat kalau istri nya sudah tidak ada di sebelah nya.


Akmal langsung berlari ke arah toilet untuk melihat siapa yang pagi pagi ini muntah dan mencari keberadaan sang istri.


" Sa..." panggil Akmal.


Sasa tidak menjawab panggilan Akmal, karena ia masih memuntahkan isi dalam perut nya.


Akmal yang paham langsung mengelus elus punggung sang istri dan memijat tengkuk Sasa.


" Masih sakit?." tanya Akmal dan Sasa hanya menjawab dengan gelengan kepala nya saja.


Tanpa bertanya lagi, Akmal menggendong Sasa menuju tempat tidur nya.


Akmal segera membaluri tubuh Sasa dengan minyak kayu putih agar lebih enak setelah itu Akmal langsung menutupi badan Sasa dengan selimut


" Mau kemana mas?." tanya Sasa yang melihat suami nya berjalan ke arah pintu.


" Mau minta buatin teh hangat buat kamu, sudah kamu tunggu saja di situ." ucap Akmal lalu keluar kamar dengan masih bertelanjang dada.


Sedangkan Sasa yang berada di dala kamar tidak sengaja melihat kalender yang berada tepat di sebelah langsung membuka mata nya lebar, bagaimana tidak ia sudah telat datang bulan hampir 2 Minggu, kenapa bisa ia lupa itu, Sasa senyum senyum sambil membelai perut nya,


" Semoga kamu benar benar ada di dalam perut mama ya nak?." ucap Sasa masih dengan senyum senyum nya.


Ceklek pintu terbuka dan Akmal masuk ke dalam kamar tapi ia langsung mengernyitkan dahi nya karena ia melihat Sasa senyum senyum sendiri, padahal tadi sebelum keluar dari kamar kondisi Sasa lemas, bahkan untuk berbicara saja suara nya sangat pelan.


" Kamu kenapa?." tanya Akmal


" Apa?." tanya Akmal lagi.


" Emm, tolong bilang ke bik Ina kalau suruh beli tespek di apotik ya." ucap Sasa dengan tersenyum


" Maksud kamu?." tanya Akmal yang masih bingung, apa hubungannya dengan lemas tadi atau jangan-jangan


" Kamu..." ucap Akmal langsung di potong oleh Sasa.


" Mudah mudahan ya mas, ini aku dah telat hampir 2 Minggu, jadi aku mau tes dulu untuk memastikan, kalau memang dia sudah ada di sini, kita langsung saja ke dokter kandungan ya." ucap Sasa.


" Oke oke, tapi kamu minum ini dulu, aku ke bawah untuk minta tolong ke BI Ina." ucap Akmal memberikan teh hangat kenapa Sasa setelah itu ia langsung beranjak keluar kamar dan tidak lupa untuk membawa beberapa lembar uang untuk diberikan kepada bik Ina saat membeli tespek nanti nya.


Beberapa saat kemudian Bi Ina mengetuk pintu kamar Akmal dan memberikan itu kepada Akmal.


" Ayo aku bantu kamu ke kamar mandi." ucap Akmal, tanpa bantahan Sasa mengangguk kepala nya saja.


Setelah berada di dalam kamar mandi, Akmal mendudukkan Sasa di atas toilet


" Aku tunggu di depan kamar mandi, nanti panggil saja ya." ucap Akmal dan Sasa lagi lagi mengangguk kan kepala nya


Ceklek pintu terbuka.


" Bagaimana ?." tanya Akmal dengan wajah berharap


Hayo bagaimana bagaimana jawaban nya apa hayo tebak


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...