
Setelah selesai bersiap siap, Sasa merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian Akmal untuk dia pakai ke kantor...
tiba tiba ponselnya berdering, dia melihat layar ponselnya, dan ternyata Amel yang menelpon
"ngapain dia menelfonku sepagi ini,,?." kata Sasa sambil menjawab telfon Amel,,
namun Sasa belum sempat besuara,, Amel sudah nyosor duluan dengan segala pertanyaan ya.g membuat Sasa pusing sendiri....
"hey seksi,, kamu kok keterlaluan bangat sih sama aku,β! kenapa kamu ngga kasih tahu aku kalau kamu sama kak Akmal itu sudah nikah, kenapa hanya Ara dan Sifa yang tahu,haaaa,,? padahal kalau aku tau kaaan,, aku orang yang paaaaaling bahagia." kata Amel bersemangat...
"Mel, aku tu ngga kasih tau siapa siapa, karena aku sama mas Akmal memang udah memutuskan untuk merahasiakan pernikahan kita, kalau masalah Ara dan Sifa, itu mereka tau sendiri." Jawab Sasa tenang..
"iya, aku juga udah tahu kok, mereka berdua udah ku introgasi." Tambah Amel...
" kalau uda tau, ngapain kamu gangguin aku pagi pagi gini,? aku tu lagi sibuk tau ngga." jawab Sasa.
"iya iya, aku tau kamu udah nikah, jadi siang malam, sibuk dengan suami kamu yamg tampannya selangit itu." usil Amel..
"ya udah tau kan,? jadi jangan gangguin lagi ya,,? aku mau urus suami aku dulu, baaaay." Ucap Sasa.
"iya, di urus baik baik, kalau ngga nanti di ambil orang lo, heheheh." kata Amel sambil terkekeh,.
selesai berbicara dengan Amel, kemudian Sasa beranjak keluar,. setelah Sasa keluar kamar, tidak lama Akmal pun keluar dari kamar mandi dan bergegas untuk berpakaian.
Hari ini Akmal ke kantor hanya untuk mengecek laporan laporan dari Sinta, dan ingin membahas perjalanan bisnisnya kembali bersama Refan, jadi dia mengenakan pakaian yang sedikit santai ...
Akmal menatap istrinya dengan tatapan yang tak bisa di artikan, dia menatap Sasa tanpa bersuara sampai Sasa selesai memperbaiki bunga di pot itu..
Sasa yang sedang asik, tidak menyadari kalau suaminya sedang menatapnya, dan setelah dia selesai memperbaiki bunga di pot itu, dia berbalik dan hendak melangkah menuju dapur, namun tatapannya terpana oleh sosok laki laki yang selalu membuatnya menangis berada tidak jauh darinya dan sedang menatapnya tanpa berkedip...
"mas,, aku tau aku cantik, tapi ngga usah di tatap gitu mas! sampai sampai ngga berkedip,, emang matanya ngga perih." kata Sasa yang membuat Akmal melebarkan senyumnya...
"ngga usah GR, aku tu natap kamu karena aku heran sama kamu, tu ada pembantu yang aku sewa buat lakuin itu semua, kenapa kamu mesti repot repot sih,?." Tanya Akmal dan langsung berlalu ke dapur.
"hhhhm, dasar es balok, bilang aja kamu kagum sama istri kamu yang cantik dan bohay ini, pake cari cari alasan segala." Sasa berkata sambil menyusul Akmal ke dapur.
Sesampainya di dapur, Sasa langsung duduk ke meja makan,, sedangkan Akmal sudah duduk duluan dan sedang menikmati teh tawarnya.
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak