My Possessive Wife

My Possessive Wife
176



" bagaimana keadaan nya dok ,, ? tolong selamat kan anak dan cucu ku dokter ,, , ! aku mohon ,,, !." kata mama sambil menangis ..


" begini bu ,, kondisi ibu Sasa dan juga bayi nya sangat kritis ,, detak jantung ibu Sasa semakin lemah ,, jadi kalau kita mau menyelamatkan anak nya ,, kita harus melakukan operasi sekarang juga sebelum terlambat ,,,." jelas dokter panjang lebar ...


" terus bagaimana dengan Sasa dok ,,, ?." tanya mama tambah panik ,,, ...


" kita sudah tidak bisa berbuat apa apa kepada ibu Sasa ,,." jawab dokter itu ...


" apa maksud kamu dokter ,,, ?." teriak mama panik ... sedangkan Caca ,, papa , bi Ina dan supir pribadi Akmal juga terkejut mendengar pernyataan dokter itu ,,


mereka semua tidak bisa berka kata ,, hanya air mata yang menetes menandakan betapa besar rasa sayang mereka kepada Sasa ....


sedangkan keluarga Sasa sudah dalam perjalanan dari menuju rumah sakit, mereka sangat terkejut mendengar kabar Sasa yang di beritahukan papa melalui telfon tadi ,,


ibu dan ayah Sasa tidak henti hentinya menangis ,, karena Sasa adalah anak perempuan mereka satu satunya ....


------


Akmal yang baru mau mendarat tiba tiba mendengar bunyi pesan di ponselnya ,, dia segera mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan membuka pesan yang baru masuk itu ,, dan seketika matanya terbelalak dan dadanya terasa sesak setelah membaca pesan itu ....


tidak pakai lama ,, Akmal langsung menelfon mamanya ,, tapi karena mama masih belum bisa untuk tenang dan tidak henti hentinya menangis ,, akhirnya papa yamg menjawab telfon dari Akmal ,, ...


papa yang juga sangat terpukul tidak sanggup untuk berkata kata kepada Akmal ,, dia hanya terdiam dan meneteskan air mata tanpa suara ,,


dan di saat Akmal mau mengeluarkan suara ,, tiba tiba dia mendengar suara tangis mamanya sambil menyebut nyebut nama Sasa ... .


" Sa ,,, Sasa ,, Sasa pa ,,,." suara mama....


" Akmal ini papa nak ." kata papa...


" bagagaimana keadaannya pa ,, ? dia baik baik saja kan ,,, ?." tanya Akmal lagi ...


" kata dokter ,, hanya anaknya yang bisa di selamatkan dengan melakukan operasi ,, sedangkan Sasa sudah tidak bisa di selamatkan lagi karena detak jantungnya sudah semakin lemah nak ,,,." jawab papa dengan suara bergetar ...


" apaaaa ,,, ? ngga pa ngga ,, aku ,,,, aku ngga bisa hidup tanpa dia pa ,, ini tidak mungkiiiiin ,, aku ngga bisa terima ini ,, ngga ,, ngga ,, aku ngga bisaaa ,,, ini ngga mungkiiiin ,,hiks ... hiks ... hiks ...." Akm berkata sambil menangis di dalam pesawat ....


" sabar Mal ,, kamu harus sabar nak ,, hidup ini memang sangat berat ,, semua berjalan ngga selamanya seperti ya g kita mau ..." kata papa menenangkan Akmal ...


" tapi pa ,,, aku ngga sanggup kehilangan Sasa ,, bagaimana hidup aku tanpa dia pa ,, ?." jawab Akmal sambil terus menangis ...


sedangkan orang orang yang berada di dalam pesawat itu hanya memandang Akmal dengan tatapan sedih dan haru ,, dan Refan yang juga sudah mendapat kabar dari Caca hanya mengusap ngusap pundak Akmal sambil meneteskan air mata tanpa berkata kata ...


Pukul 11:30 siang ,, dokter yang menangani Sasa keluar dari ruang operasi dengan wajah yang terlihat sangat lelah dan tidak bersemangat ,,


keluarga Akmal dan juga keluarga Sasa yang sudah sampai sejak dua jam yang lalu langsung berdiri dari tempat duduk mereka masing masing dan menghampiri dokter dengan wajah yang berlinang air mata ,,


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...