
"Dia orangnya gitu, Dia tuh dinginnya kulkas banget,! Waktu masih sekolah banyak cewek-cewek yg tergila gila sama dia, tapi dia ngga menanggapinya dan tidak merespon mereka." Kata Rani.
"Cuma ada tiga cewek yg dekat sama dia sampai sekarang,! Aku Bella dan Tania." Tambah Rani.
"Kalau aku tuh anggap dia hanya sebagai teman, tapi Tania sama Bella itu cinta mati sama tuh kulkas. Kalau Tania satu kampus tuh sama dia dan satu jurusan bahkan satu angkatan, Kalau Bella dia kuliah di luar negeri dan kalau nggak salah di Amerika. Pernah si Bella itu sampai pura-pura pingsan di dalam kolam biar dapat nafas buatan dari Akmal, Konyol kan,?.' Rani menjelaskan semuanya sambil mencari salap yg di minta Sasa.
Sedangkan Sasa yg hanya mendengar, dia pun terpaksa ikut tersenyum tapi dalam hatinya sangat sakit .
Kemudian Rani memberikan salap kepada Sasa sambil berkata.
"Kamu harus rajin mengolesnya biar cepat hilang." Kata Rani dan Sasa hanya mengangguk dan kemudian sasa langsung berdiri dan berpamitan kepada Rani.
"Makasih ya Dok,,! Aku ke depan dulu lihat Mas Akmal." Kata Sasa dan Rani hanya mengangguk sambil tersenyum.
Sasa ke depan menyusul Akmal dengan wajahnya yg datar, dan sampainya di belakang Akmal, Sasa langsung berkata.
"Maas,! Di bayar dulu harga obatnya." Kata Sasa dengan nada yg kurang bersahabat.
"lya, Kalau gitu kamu tunggu si sini dulu." akmal berkata sambil melangkah menemui Rani.
"Ran, Berapa harga obatnya,?." Tanya Akmal.
"Ngga usah, nanti lain kali aja." Jawab Rani.
"Makasih banyak Ran, kalau gitu aku langsung cabut ya." Kata Akmal sambil melangkah menemui Sasa.
"lya sama-sama, hati hati di jalan ya, awas jaga tuh gitar Spanyol kamu dari mata-mata jelalatan di luar sana." Kata Rani menggoda Akmal yg berlalu darinya. Dan Akmal hanya tersenyum sambil mengangkat jempol buat Rani.
Akmal melajukan mobilnya ke jalan Raya, dalam perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka berdua, Sasa hanya memasang muka cemberut sedangkan Akmal tetap dengan muka datarnya seperti jalan tol.
Sasa memikirkan perkataan Rani tadi yang mengatakan kalau Akmal di gilai banyak wanita, dan salah satunya kutilang Tania itu, apalagi setiap hari Tania selalu lengket sama Akmal di kampus dan itu membuat Sasa jadi takut.
Sesampainya di kantor, Sasa langsung ke kamar ganti Akmal dan berbaring di tempat tidur, sedangkan akmal si kutub utara, dia segera bersiap siap dan langsung ke ruang metting tanpa memperdulikan Sasa.
"Fan, minggu depan kita ke Jerman dan setelah itu ke Amerika." Kata Akmal
"Oke,!." Jawab Refan santai.
"Dan Sinta, kamu tolong menyiapkan berkas-berkas yang mau kami bawa dan mengurus semuanya,,!.' Kata Akmal kepada Sinta.
"Siap pak,!." Jawab Sinta.
"Oke kalian boleh pergi." Kata Akmal.
Setelah itu Akmal masuk kemudian berbaring di samping Sasa yg sudah tertidur, tapi tiba-tiba Sasa membuka mata karna merasa ada orang di sampingnya, dan setelah melihat Akmal, Sasa langsung bertanya.
"Sudah selesai." Tanya Sasa dengan suara seraknya dan Akmal hanya mengangguk.
"Terus kita nggak pulang." Tanya Sasa lagi.
"Kita istrahat sebentar di sini, Aku sangat lelah dan ngantuk hari ini, mungkin karena semalam kurang tidur." Jawab Akmal.
Tapi di saat Akmal baru memejamkan matanya, Sasa kembali memanggilnya.
"Maaas, Maas." Panggil Sasa.
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....