My Possessive Wife

My Possessive Wife
8



"Di mana Akmal nak?" Tanya Mama Rosa.


"Ada di kamar Ma. Nanti aku panggil." Jawab Sasa kepada mama mertua nya, setelah itu langsung pergi menuju lantai atas untuk memanggil Akmal.


Sampainya di kamar, Sasa langsung mematung tepat di samping tempat tidur, ia melihat Akmal di sana.


di saat melihat Akmal sedang tertidur dengan ke dua tangannya di atas kepala.


" Ih. Dia ngga risih apa dengan bulu ketek sebanyak itu?, emm membayangkan saja aku jadi merinding, gimana ya rasa nya kalau saat berhubungan nanti, ah aku kenapa se mesum ini sih kepada dia, dia itu seperti manusia es' Batin Sasa.


"Mas, Mas, Mas Akmal bangun." Ucap Sasa sambil menggoyangkan goyangkan tubuh Akmal ke kanan dan ke kiri


"Mas...." Teriak Sasa sedikit kencang tepat di samping Akmal, usaha menggoyang tubuh nya tidak berhasil


"Apa sih...?" Jawab Akmal kesal dan langsung membuka mata menatap Sasa.


"Bangun Mas, mau makan malam. Mama sama Papa sudah tunggu di bawa." Jawab Sasa dengan bersungut, karena Akmal menjawab panggilan nya dengan sedikit berteriak.


Tanpa berkata-kata Akmal langsung turun dari tempat tidur melangkah bersama Sasa menuju dapur.


Setelah sampai dapur mereka segera duduk kemudian makan bersama Mama Rita dan Papa Indra.


Di kamar


Akmal bersandar di tempat tidur nya, begitu pun dengan Sasa.


"Besok kamu sudah kuliah." Ujar Akmal setelah Akmal melihat Sasa berada di sebelah nya.


"Benar Mas.?" Tanya Sasa sedikit kaget.


"Tidak boleh ada yang tahu kita suami istri di Kampus." Ujar Akmal, dengan penuh penegasan.


"lya aku tahu. Aku juga tidak mau ada yang tahu kalau aku sudah menikah di usia yang masih 18 tahun." Jawab Sasa yang tidak mau kalah dengan apa yang telah di ucapkan oleh Akmal.


Setelah itu mereka tidur, hanya tidur tidak ada kegiatan apa pun.


Tepat pukul 06.00 pagi Sasa terbangun karena merasa ada beban berat di atas perutnya. Dan ternyata itu adalah kaki juga tangan Akmal, yang sudah melingkar di bagian perut juga pahanya.


Terlihat bulu yang lebat di kaki Akmal, membuat fikiran mesum Sasa keluar lagi.


"Mas, Mas Akmal, Mas..." Teriak Sasa karena merasa kesal dengan Akmal yang masih saja terlelap.


"Apa sih pagi pagi berteriak kaya orang gila saja." Gerutu Akmal yang belum sepenuhnya sadar, sambil menggosok telinga nya, karena suara Sasa barusan.


"Itu lihat ." Ujar Sasa sambil menunjuk ke bagian bawah.


"Kamu kan bisa bilang baik baik. Tidak usah teriak teriak seperti itu" ujar Akmal dan langsung bergegas menuju kamar mandi.


setelah mandi mereka bergegas turun untuk sarapan pagi, di sana juga sudah ada mama Rosa dan Papa Ikbal yang menunggu Akmal dan Sasa.


" Pagi sayang." ucap mama Rosa.


" Pagi ma, pa." ucap Akmal dan Sasa bersamaan


Tepat pukul 08:30, Sasa dan Akmal berangkat menuju Kampus. Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan antara mereka.


"Mas, turunin aku dekat Kampus saja." Ujar Sasa yang sama sekali tidak di jawab oleh Akmal.


"Turun!" Ujar Akmal setelah menepikan mobilnya di samping jalan.


Sasa membuka pintu mobil Akmal, tanpa menunggu lama, setelah Sasa turun Akmal langsung melaju memasuki gerbang Kampus meninggalkan Sasa di samping jalan.


...Happy Reading...


...❤️❤️❤️...