
Sasa dan Caca sudah menuju lantai dua menggunakan lift ,, Sasa melangkah sambil mengobrol dengan Caca , tapi tiba tiba ,, matanya terasa panas ,, dadanya terasa sesak karena melihat suaminya duduk bersebelahan dengan wanita ular itu ...
tapi Sasa mencoba mengontrol emosinya , , dia ngga mau merusak acara mereka itu ,, apalagi di situ ada teman temannya dan juga teman teman suaminya ....
Sasa terus melangkah dan dia sudah bisa sedikit mengontrol emosinya ,, setelah Caca selesai meletakan buah di atas meja ,,
sasa dan caca langsung duduk di sofa yg di duduki Refan dan Sinta ,, .... Sasa dan Caca masing masing duduk di pinggiran kanan dan kiri sofa itu ,,
karena Refan dan Sinta duduk di tengahnya ...... Akmal yang melihat Sasa duduk di samping Sinta ,, jadi bingung dan heran ,, dan setelah dia melirik ke sampingnya , dia melihat ada Tania yang sedang mengobrol dengan ke dua temannya di sampingnya ,,
karena satu buah sofa hanya memuat 4 orang ... Akmal kembali memandang wajah Sasa ,, dan dia menyadari dan mengerti apa yang terjadi ,, karena Sasa tidak sama skali meliriknya ,, dia lebih memilih mengobrol dengan Sinta secrestaris Akmal yang berada di sampinya ...
sedangkan Caca yg berada di samping Refan ,, memilih mengobrol dengan Sifa ,, Ara dan Amel yang duduk di sofa sebelahnya ,
karena dia tidak berani untuk menatap Refan yang berada di sampingnya itu ....
sedangkan Akmal yang sudah menyadari tingkah istrinya itu sudah tidak betah di tempat duduknya ,, akhirnya dia berdiri sambil melipat ke dua tangannya di dada sambil memandang istrinya ,, dan dia memutuskan untuk pindah ke samping Sasa
tapi di saat dia hendak melangkah ,,
Tania sudah meraih samping bajunya dan berkata ....
" Mal mau ke mana ,,, ? duduk di sini aja ,, semua udah penuh lo ." kata Tania sambil terus memegang samping baju Akmal . ..
Sedangkan Sasa yang melihat semua itu makin emosi ,, jantungnya berdetak dengan kencangnya ,, rasa rasanya dia mau mencakar wanita tidak tau malu itu ,, tapi untung saja Akmal segera menarik diri dari Tania dan berkata ...
sampainya di depan Sasa ,, Akmal meminta kepada Sinta untuk berganti tempat duduk ,, Sinta yamg sudah mengerti keaadaannya ,, dengan senang hati berdiri dan segera melangkah kemudian duduk di samping Tania ,, dan Akmal duduk di samping Sasa ...
Tania sangat kesal mendapatkan penolakan dan perlakuan dingin dari Akmal ,, apalagi di saat dia melihat Akmal yamg duduk di samping Sasa langsung mengecup kening Alira dan mengusap perut rata Sasa itu ...
Sedangkan Sasa hanya terdiam karna dia masih sangat kesal dengan wanita tidak tau malu itu ,,
Akmal ya g sudah sangat faham sifat istrinya itu ,, mendekatkan mulutnya ke telinga Akmal dan berbisik ...
" aku tetap milikmu sayang ,, kamu ngga usah ragukan aku , , hanya kamu yang aku cintai dan hanya kamu yang aku inginkan ." Ucap Akmal mendengar kata kata Akmal ,,
akhirnya Sasa luluh juga ,, dia tersenyum memandang wajah tampan suaminya itu dan mengusapnya dengan lembut ,,
semua yang melihat itu langsung tersenyum kecuali Tania ,, dia sangat kesal sampai muka nya memerah seperti kepiting goreng ...
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...