
"Hmmm." desah Sasa.
"Pantasan kamu mandi biar sudah larut, karena kamu dari luar sana main jorok-jorok sampai jam segini baru pulang." Kata Sasa sambil menghapus air matanya dengan kasar.
Sasa berkata seperti itu karna dalam fikirannya suaminya itu baru selesai bersenang senang sama Tania.
Karena tadi di parkiran Kampus Sasa melihat Akmal dan Tania sempat mengobrol dan dia fikir itu mereka sedang janjian.
"Maksud kamu apa,?." Tanya Akmal dengan tampang kebingungan.
"Kamu yg lebih tahu." Ketus Sasa yang membuat Akmal makin bingung.
"Aku ngga ngerti sama kamu Sasa." jawab Akmal dan langsung berdiri dan mengambil obat yg sudah dia ambil dari dapur tadi.
"Minum obat ini." Akmal berkata sambil memberikan obat untuk Sasa.
Tanpa menoleh, sasa langsung mendorong kasar tangan Akmal sehingga obat yg ada di tangan Akmal berceceran di atas lantai dan membuat emosi Akmal langsung meledak.
"Sasaaaaaa." Teriak Akmal sambil menatap tajam Sasa.
Sasa yg masih kesal langsung berdiri dan melangkah menghampiri pintu, tapi belum sempat Sasa meraih gagang pintu Akmal sudah melingkar di perutnya dari arah belakang, dengan segera Akmal mengangkat Sasa dan membawa nya menuju tempat tidur.
"Aku benci kamuuuu." Teriak Sasa dengan kencang sambil menangis.
"Aku benci kamuuu." Sasa terus berteriak sambil memukul mukul dada bidang Akmal yang sedang berada di hadapannya itu.
"Aku benci kamuuuu,! Kenapa kamu selalu kasarin aku, Hiks, hiks,, hiks." Sasa berkata kata sambil terus menangis, sedangkan Akmal hanya terdiam dan menerima pukulan Sasa di dada bidang nya itu.
"Tadi siang kamu siksa aku sampai aku jadi sakit seperti ini, setelah itu kamu pergi bersenang senang sama wanita lain dan pulang sampai selarut ini. Hiks, hiks, hiks." Sasa akhir nya mengeluarkan apa yg ada dalam fikiran nya itu dan membuat Akmal yang sedang menatap nya itu langsung terkejut.
"Bersenang-senang sama wanita mana,?." Tanya Akmal kembali.
"Sama wanita itu,! Kutilang kening botak muka pucat yg meluk lengan kamu di parkiran Kampus itu,! Aku jijik sama kamu,! Kamu brengsek,! Kamu brengseek." Teriak Sasa dengan kencang saking emosinya untung saja kamar mereka itu kedap suara jadi tidak ada yamg mendengar nya.
Sedangkan Akmal yang sedang menatap Sasa tidak bisa berkata apa-apa karena dia masih bingung dengan tuduhan istri nya itu .
Dan karena Akmal hanya diam saja, membuat Sasa berfikir kalau apa yg dia katakan itu memang benar sehingga dia kembali memukul dada bidang Akmal semakin kencang yang membuat Akmal kesakitan.
Karena merasa sakit Aal dengan segera memegang ke dua tangan Sasa sambil berkata.
"Kamu gilaa ..?." Kata Akmal sedikit berteriak.
"Sejak kapan aku bersenang senang sama Tania,?." Tambah Akmal
Mendengar nama Tania, Sasa langsung berteriak dan menangis dengan kencang nya, sehingga membuat Akmal langsung kaget.
"Stoooop, aku ngga mau dengar nama ituuuu,! Aku benci kamu,! Dasar laki laki brengsek, bajingaaan,!." Teriak Sasa histeris dan membuat Akmal langsung memegang pundak nya sambil berkata
"Aku dari apartemen Refan Sasa,! Aku menenangkan diri di sana,!." Kata Akmal mencoba menjelaskan.
"Kamu sama siapa di sana,?." Tanya Sasa dengan tatapan tajam ke arah Akmal, tanpa ada rasa takut sama sekali
...Happy Reading...
...❤️❤️❤️...