
"kamu lagi dimana, sama siapa, lagi buat apa,,?, Apa aku tidak penting bagimu, sampai kamu seperti ini sama aku,,? aku sangat merindukan mu, aku tersiksa dengan rasa rindu ini." Sasa berkata dengan berlinang air mata...
tiba tiba ponsel nya berdering, dan itu panggilan vidio dari Akmal, Sasa segera menghapus air mata nya dengan telapak tangan nya kemudian mengangkat panggilan vidio Akmal.
Sasa menatap ponsel nya, dan di sana ada laki laki yang sangat dia rindukan sedang menatap nya sambil bersandar di sandaran sofa dalam sebuah ruangan...
"hey, kamu kenapa,? kamu nangis ya,?." tanya Akmal dari sebrang sana, Akmal melihat ada bekas air mata di pelupuk mata indah Sasa..
Sasa tidak menjawab., dia hanya menatap Akmal dengan mata yang sudah berkaca kaca...
"Sasa, kamu kenapa,? kenapa kamu ngga jawab aku,?." tambah akmal.. dan akhir nya air mata Sasa tertumpah membasahi pipi nya yang mulus dan putih itu...
"kamu kenapa sih sasa? kenapa kamu secengeng ini,?." kata Akmal sambil mengurut alis nya dengan sebelah tangan nya...
Sasa tetap tak menjawab, dia hanya menangis dan air mata nya semakin deras..
"kalau kamu ngga mau ngomong., aku akan matikan saja ponsel ku." ancam Akmal .
Akmal memang laki laki yang sangat dingin dan cuek melebihi batas normal,, dia tidak berusaha merayu istri nya malah dia mengancam, agar istri nya berhenti menangis
"ya udah matikan saja,, kalau itu yang mas mau, tapi ingat, setelah mas sampai di rumah ini, jangan harap mas bisa melihat ku di dalam rumah ini lagi." ancam balik Sasa yang membuat Akmal kikuk...
Akmal terdiam sambil tetap memandang istri nya yang suka merajuk dan sangat cengeng itu...
"kamu anggap apa aku ini,? jangan kan kasih kabar, baca pesan ku aja ngga, kamu tau ngga, aku di sini siang malam memikirkan kamu, kamu di mana, sama siapa, lagi apa,? pertanyaan pertanyaan itu sangat menggangguku.. hiks...hiks...hiks..." Sasa mengeluarkan unek unek nya sambil menangis..
" ya udah aku minta maaf, tapi aku benar benar sangat sibuk, dan semua ini aku lakukan juga buat kamu." Jawab Akmal.
"sudah dong Sasa, aku tuh capek, aku menelfon mu untuk menghiburku bukan membuat ku tambah pusing gini." Ucap Akmal.
"kamu harus bisa ngerti dong Sasa, suami kamu ini seorang ceo dari sebuah perusahan besar, tanggung jawab aku sangat besar, pekerjaan aku ini sangat berat dan melelahkan, aku juga mau hanya duduk di rumah dan bersantai, tapi bagaimana mungkin, ngga ada yang bisa menggantikan aku,, aku ini anak sendiri, dan sekarang aku sudah punya kamu yAng harus aku nafkahi lahir batin, orang tua kamu sudah melepas tanggung jawab untuk aku,. tolonglah belajar untuk dewasa dong Sa." Akmal berkata panjang kali lebar,, dan membuat Sasa tidak bisa berkata kata...
"sudah jangan nangis lagi." tambah Akmal..
Sasa menghapus air mata nya dan kembali menatap Akmal..
" kamu sudah makan,,?." tanya fahri. Sasa menjawab dengan hanya menggelengkan kepala..
"ayo makan, nanti selesai makan, kita ngobrol lagi." kata Akmal
to be continued....
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak