My Possessive Wife

My Possessive Wife
18



"Ngga tau aaah, aku pulang dulu udah malam." Kata Akmal dan langsung beranjak pergi.


Akmal bukan ngga mau duduk lama-lama di apartemen sepupunya itu, tapi karna dia malas ladenin Refan yg banyak pertanyaan.


Karna Akmal orangnya sangat tidak suka banyak bicara. Apalagi dalan keadaan seperti itu.


Akmal melajukan motornya menuju rumah, dan pukul dua dini hari baru dia sampai di rumah.


"Malam Tuan." sekuriti yg ada di pos jaga di depan pagar menyapanya sambil membuka pagar.


"Malam." Jawab Akmal dan langsung memasukan motornya ke dalam garasi.


Setelah memasukan motornya ke garasi Akmal segera melangkah masuk ke dalam rumah dan langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya, dan sampainya di dalam kamar dia melihat Sasa yg sudah terlelap di atas tempat tidur.


Kemudian akmal langsung melepaskan pakainnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Selesai mandi Akmal ke luar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk putihnya, dia menuju lemari kemudian dia mengambil celana pendek dan memakainya.


Setelah itu Akmal duduk di tepi tempat tidur dan dia merasa aneh setelah mendengar nafas Sasa yang tidak beraturan, tapi dia belum melihat wajah Sasa karena posisi Sasa membelakangi nya.


Karena merasa penasaran akhirnya Akmal menunduk lebih dekat dengan Sasa karna dia ingin memastikan kalau itu memang bunyi nafas Sasa, tapi tiba tiba Sasa langsung berbalik dan wajah mereka berhadapan dan hampir menempel.


Seketika Akmal langsung kaget di saat dia melihat banyak keringat di wajah Sasa dan uap nafas Sasa yg terasa panas.


Akhirnya dia meraba pipi dan kening sasa dengan tangannya dan dia yakin kalau Sasa demam karena suhu badannya sangat panas.


"Astaga dia demam tinggi bangat." Kata Akmal setelah meraba pipi dan kening Sasa.


Dan tiba tiba Akmal terkejut karena Sasa yg masih menutup mata itu memeluk lengannya sambil berkata.


"Maaaas, mengapa kamu jahat sama aku,? Sakiiit, sakiiit, mamaaaa." Sasa berkata kata dengan mata yg masi tetap tertutup.


Dengan segera Akmal melepaskan tangan Sasa dari lengannya dan dia langsung bergegas ke dapur mengambil baskom dan mengisinya dengan air dingin, kemudian dia kembali ke kamar dan mengompres Sasa.


Rasa kesal dan gengsi yang ada pada Akmal hilang seketika, yg ada hanya rasa hawatir dan bersalah.


Karna merasa ada yg dingin di keningnya membuat sasa membuka matanya dengan perlahan, dan di saat dia melihat Akmal berada di sampingnya dia bangun kemudian langsung mundur menjauh dari akmal sehingga membuat kain kompresnya terjatuh dari keningnya.


"Ayo berbaring biar aku mengompresmu." Akmal berkata dengan nada yg begitu rendah sambil menatap sasa yg sudah membuang muka darinya.


"Ngga perlu." Ketus Sasa dengan suara bergetar.


"Aku ngga mau tangan kotor kamu itu menyentuhku,! Lebih baik aku sakit dari pada di obati sama kamu,! Aku jijik sama kamu." Tambah Sasa yang sudah berlinang air mata.


"Maksud kamu apa,?." Tanya Akmal sedikit kesal.


"Kamu kira aku ini jorok,?." Jawab Sasa.


"Heee, biar kamu tahu, aku tuh anti sama yg jorok jorok, setiap dari luar aku selalu bersihkan diri terlebih dulu." Tambah Akmal.


"Hmmm." desah Sasa.


...Happy Reading...


...❤️❤️❤️...