My Possessive Wife

My Possessive Wife
77



Akmal menatap Sasa yang tidak menatap nya sama sekali, Akmal sadar kalau Sasa baru habis menangis, karena mata nya merah dan wajah nya terlihat sembab walau pun baru habis mandi...


Sasa melangkah ke arah lemari, setelah selesai mengenakan pakaian, Sasa berbalik dan melangkah menuju pintu hendak keluar..


namun Akmal segera mencegah nya, akmal menyandar kan badan nya ke pintu dan menatap Sasa yang berdiri di depan nya hendak meraih pegangan pintu...


"apa lagi yang kamu fikirkan,,?." tanya Akmal


Sasa tidak menjawab, dia memilih membuang muka dari akmal.


"dalam suatu hubungan, yang di butuhkan itu bukan hanya sentuhan, bukan hanya belaian, namun juga rasa saling percaya Sasa." tambah Akmal..


"rasa percaya itu ada karena ada nya kejujuran dan keterbukaan, tapi mas mana,? mas ngga pernah jujur atau terbuka denganku, ini aja untung aku lihat sendiri, kalau ngga, ngga mungkin mas mau bicara." ketus Sasa.


"memang nya apa yang harus aku bicarakan,? apa yang harus aku jujur,?." tanya Akmal sedikit kesal...


"apa saja." Jawab Sasa sedikit berteriak..


"Sasa, aku tu sangat malas untuk membahas masalah masalah yang menurut ku ngga penting sama sekali." kata Akmal.


"kamu marah karena foto foto itu,, ?." Tanya Akmal kesal...


"foto ku yang sedang memegang nama Bella itu hanya tuntutan bisnis, Sa,! dan itu bukan hanya aku yang berfoto seperti itu, tapi juga Refan dan yang lain nya, dan kalau foto mengenai pelacur itu, aku ngga tau apa apa." Kata Akmal dengan emosi sehingga menyebut Bella sebagai pelacur..


tiba tiba Sasa kaget dan pasti nya merasa senang mendengar Akmal menyebut Bella pelacur.


"jadi buat mas, Bella itu ngga penting,?." tanya Sasa sambil menatap wajah laki laki yang sangat dia cintai


"iya." jawab Akmal singkat.


"jawab yang jelas dong mas,,!." rengek Sasa.


"tadi kan aku sudah bilang iya." kata Akmal


"tapi aku kurang puas." kata Sasa..


"kenapa dia ngga penting,?." Tanya Sasa menuntut..


"yaaa,, karena dia bukan siapa siapa nya aku." jawab Akmal datar..


"kalau gitu yang penting buat mas sekarang apa,?.' tanya Sasa sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Akmal.


" yang penting sekarang buat aku, bagaimana cara nya membuat kamu agar cepat hamil,, karena papa sama mama sudah sangat menginginkan cucu... kata akmal dengan santai nya...


"apa,,?." teriak Sasa yang terkejut dengan ucapan Akmal barusan


"aku ngga mau hamil, aku kan baru mau semester tiga." jawab sasa...


"memang nya ada larangan buat mahasiswi ngga boleh hamil di semester bawah,,?." tanya Akmal


" inti nya kamu harus hamil, kalau kamu ngga mau, aku akan cari anak di wanita lain." Ancam Akmal yang membuat Sasa kikuk...


Serentak Sasa terdiam, dia menatap Akmal sambil berfikir,.


"pasti dia ingin aku hamil, biar aku ngga bisa ikut dia kemana mana,, dia fikir aku ngga tau rencana busuk nya.". kata Sasa dalam hati...


"ha ha ha ha ha,, aku ngga mungkin hamil, aku kan selalu mengkonsumsi pil Kb yang aku minta sama dokter Rani waktu itu." gumam Sasa..


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak