
setelah berbincang bincang, akhirnya mereka memutuskan mengunjungi beberapa perusahan dan terakhir hotel.. . mereka tiba di hotel tersebut pukul 17.00 sore,, nama bella terukir indah di depan hotel itu,.
"ini salah satu hotel aku yang di kelola oleh putri semata wayangku." Kata pak frengki ayahnya bella.
"ayo masuk, biar ku perkenalkan dengan putriku." tambah pak frengki... mereka masuk dan langsung menuju ruangan bella, tapi Akmal tidak tahu kalau bella yang di maksud adalah bella temannya yang sangat tergila gila padanya.
karena di dunia ini, masih ada banyak nama bella, menurut Akmal..
tapi di sisi lain, kerja sama ini sudah di rencanakan oleh bella dan ayahnya... pak frengki selalu menuruti kemauan putri semata wayangnya, walaupun kemauan putrinya itu sangat tidak masuk akal,.
karena selain bella tergila gila sama Akmal, pak frengki juga ingin menjadi besan keluarga Fernades yang kekayaan dan kesuksesannya terkenal di mana mana...
setelah mereka masuk ke dalam ruangan, mata Akmal terbelalak melihat wanita yang berada di depannya,.
"bella." kata Akmal
"halo Akmal, selamat bekerja sama." Kata bella sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Akmal.. tanpa berkata apapun Akmal menerima uluran tangan bella.
" oo000, ternyata kalian sudah saling kenal ya,,?." kata ayahnya bella pura pura tidak tahu...
"iya ayah, dia teman aku dari sekolah sampai kuliah di indonesia, dia laki laki hebat ayah." kata bella memuji Akmal sambil mengembangkan senyum liciknya..
"Cari laki-laki itu yang kaya gini." tambah Pak Frengki memberi kode.
Sasa pulang dari kampus di jemput oleh pak tono.. sesampainya di rumah pukul jam 17.00 sore,.. memang akhir akhir ini, alira sering pulang terlambat karena ada mata kuliah tambahan untuk persiapan ujian yang tinggal 3 hari...
di dalam perjalanan pulang, Sasa mengambil ponselnya untuk melihat pesan yang di kirim ke Akmal waktu masih di kampus..
"hmmmm, jangankan di balas, di baca aja ngga." gumam Sasa...
selesai mandi dan berpakaian, Sasa memilih untuk belajar biar tidak kepikiran Akmal..
"buat apa aku selalu memikirkan dia,,? toh dia saja tidak memikirkan aku." Sasa berkata sambil membuka laptop nya..
Sasa memang tidak pintar, tapi dia selalu belajar, walaupun terkadang dia sendiri merasa kesal dengan otaknya yang di bawa rata rata, kadang kadang tugas kampusnya yanh sedikit sulit dia meminta bantuan Akmal..
dia tidak pernah merasa malu untuk meminta bantuan suami nya yanh memang sangat cerdas dalam segala mata pelajaran..
selesai belajar, dia menutup laptop nya dan meluruskan badan nya di atas ranjang, dia merasa pegal, karena terlalu lama duduk, walaupun dia berusaha untuk tidak mengingat laki laki pujaannya itu, tapi tetap wajah Akmal terbayang bayang dalam ingatannya ,.
kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka galeri untuk melihat foto Akmal, karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk mengurangi rasa rindunya...
Sasa menyentuh wajah Akmal yang berada di layar ponselnya,.
"kamu lagi dimana, sama siapa, lagi buat apa,,?, Apa aku tidak penting bagimu, sampai kamu seperti ini sama aku,,? aku sangat merindukanmu, aku tersiksa dengan rasa rindu ini." Sasa berkata dengan berlinang air mata...
to be continued....
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak