
pagi harinya bella sudah terbangun tapi dia tidak mau membuka matanya, karena dia takut yang terjadi semalam itu hanyalah mimpi.
dia merasa ada seseorang di sampingnya yang sedang memeluknya erat,, perlahan dia meraba dada bidang yang berada di depannya, dia tersenyum dan mengecup dada laki laki yang terlanjang itu tanpa membuka matanya...
karena sentuhan bella, akhirnya laki laki itu bergerak dan tiba tiba tangan lelaki itu naik dan meremas dada bella,. bella mendesah karena mulai bergairah, dia mencoba membuka matanya untuk melihat laki laki yg dia cintai selama ini,,..
"aaaaaaaaa,, ngapain kamu di sini,,? apa yang kamu lakukan padaku,,?." teriak bella dambil mendorong tubuh fernando sampai terjatuh dari ranjang.
bella segera menarik selimut untuk menutupi dirinya sambil menatap fernando dengan tatapan membunuh.
fernado bangkit dari lantai dan segera memakai pakaiannya, kemudian dia menatap bella dan berkata...
"tidak perlu kamu berteriak dan bertanya apa yang aku lakukan padamu, bukankah semalam kamu memperkosaku,?." ucap fernando dengan santainya...
"dan satu lagi, aku tidak menyangkah, anak seorang pengusaha sukses seperti kamu, ternyata punya gaya bercinta yang gila, tapi aku sangat menyukainya." tambah fernando yang membuat bella seperti di sambar petir di pagi hari buta...
"brengsek kamu, bajingaaaan." teriak bella..
fernando mendekati bella dan berkata,,
"hey nona, kalau kamu ngga mau ada yang tahu tentang kita berdua di kamar ini, mending kamu berhenti untuk berteriak, apalagi kamu sangat menikmati nya semalam, dan kamu tidak perlu menangis, karena kamu bukan seorang perawan yang harus menangisi kesucianmu yang ku renggut." Ucap fernando
setelah mengatakan itu, fernando langsung keluar dengan senyum yang terukir di bibir tipisnya, dia berjalan ke kamarnya tanpa ada satu pun orang yang melihatnya, karena baru jam 05.00 subuh jadi semua orang masih tertidur..
bella menangis sendiri di kamarnya, dia sangat murkah dengan fernando yang sudah menikmati tubuhnya dan mengometari dirinya yang memang sudah tidak prawan sejak masih duduk di bangku SMA.
tapi bella tidak bisa berbuat apa apa, karena dia tidak mau ada yang tau tentang kejadian itu terutama Akmal dan ayahnya...
*****
Akmal tersenyum sambil memandang foto Sasa, dia merasa lucu dengan sifat sasa yang cengeng, centil, dan selalu berfikiran buruk padanya,,.
tiba tiba dia teringat dengan fernando, dia meletakan ponselnya dan segera beranjak untuk mandi, selesai mandi dan sudah rapi, dia melihat jam tangannya baru pukul 6:30..
"aku harus menemuinya." gumam akmal. Akmal mengambil ponselnya dan melangkah ke arah kamar fernando yamg berada di bagian hotel paling blakang..
tok tok tok tok...
Akmal mengetuk pintu kamar fernando, tidak berapa lama pintu terbuka, Akmal menatap fernando yang juga suda rapi..
"masuk bro." Ajak fernando,.
mereka berdua duduk di sofa yg ada di dalam kamar itu,..
"gimana semalam,?." tanya akmal membuka percakapan,,.
"seru bangat, aku ngga terlalu menguras tenaga karena dia sangat agresif, tapi kurang nikmat bro,! udah bolong." Jawab fernando sambil tersenyum.
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak