My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 8. Drive Around The City Of The Alliance 2



“Kak Ernes,” ucap Seorang pelan – bergumam pelan.


“Eh..Susan kamu sudah besar yah,” ucapnya membalas.


Susan saling berpandangan dengan Ernest yang terlihat tersenyum hangat mendapati jika orang yang sudah ia anggap menjadi adiknya, tumbuh menjadi besar, hal itu sangat membuat ia tak bisa tak tersenyum. Ia bergerak perlahan seolah-olah menghampiri, lanjut dengan kedua tangan yang di luncurkan anggap untuk menggapai, dan selanjutnya...


“Kamu sudah besar yah.... mari ciuman hangat sebagai penyambut.” Bergerak dengan sesegera memeluk.


“Kebiasaanya kambuh lagi...” Batin Hendrick dan juga Kak Isabella.


Susan yang melihat tindakan dari orang aneh menurutnya pun, lekas menghindari hingga sang empu yang melakukan hanya bisa terlonjak kedepan. “Apa yang Anda lakukan,” ucap Susan menyamping.


“Maaf, maaf, aku hanya ingin memberikan ciuman hangat saja... hahaha.” Terduduk menggaruk kepalanya.


“Cih... aneh.”


Mengesampingkan kebiasaan buruk Ernest, kedekatan mereka tak luput dari kedekatan keluarga mereka. Enest adalah anak dari pemimpin dari Liqued Corporation, sebuah perusahan yang berspesealis utama pada pengrajin senjata maupun Teknologi sihir lainya yang sangat mumpuni di bagi penilaian ras human selaku sebagian konsumen. Walupun begitu Ernest tak seperti anak orang kaya lainya, ia lebih mudah bergaul dengan sifat cerianya itu. Meskipun kebanyakan lebih bergaul bersama Hendrick dan juga keluarganya.


Ayah Ernes bernama Gazel van Liqued adalah seorang yang berteman baik dengan ayah dari Hendrick yaitu Sebastian van Charlotte. Kedekatan mereka di awali dari teman kecil, walupun Liqued bukan merupakan keluarga bangsawan tapi mereka berteman sangat baik,saling membantu satu sama lain.


Sedangkan Liqued Corporation merupakan 10 perusahan berpengaruh bagi kelangsungan ras manusia, dalam hal ini pun seakan di katakan sebagai penyeimbang. Semua produksi senjata maupun alat sihir yang sering di gunakan kebanyakan warga dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil mah karya dari Liqued Corporation.


Dua orang itu berbicara ramah sambil berncanda, Hendrick juga tau sang penggila bioteknikal ini walau sering melakukan kesalahan dan ceroboh tapi sikap dan juga sifat yang ia punya membuat orang merasa nyaman berada di dekatnya, tak terkecuali Hendrick sendiri.


“Wah Ernes... sudah lama yah kita bertemu, waktu itu kamu sering main-main ke rumah walau ayahmu sering menyuruhmu berdiam diri untuk menyelesaikan urusan perusahaan,” ucap Isabella dari sana.


"Iya kak Isabella, selain mengurus urusan perusahaan. Aku juga melakukan beberapa penelitian mengenai senjata bioteknikal baruku,” jawab Erenst dengan tertawa.


“Seperti biasa, cocok dengan julukan Penggila Bioteknikal,” balas Isabella.


“Hehehehe.”


Hendrick yang melihat Zen sedikit diam, melangkah mendekat dan menarik tangan kanannya itu untuk mengikutinya.


Zen sedikit terkejut xengan tindakan Hendrick yang tiba-tiba. “Eh..."


“Perkenalkan Ernest, dia Adalah Temanku namanya Zen Arnold Kurogomi


Mengibas-ngibas tanganya lumayan cepat. “Halo,“ ucap Zen cukup canggung.


Ernest sedikit mengernyit kan dahinya, ia sedikit menatap tajam kearah mata Biru laut Zen hingga orang yang di pandang sedikit gugup melandanya, jujur ini bukan waktu yang tepat bagi Zen dalam segi mental, ia tak menyangka akan sekikuk ini ketika melihat seseorang yang notabenenya sangat aneh dalam sebuah karakter yang di miliki oleh manusia. Cukup lama mereka bertatap-tatap sampai membuat ketiga orang yang melihatnya sedikit bingung, tak sama sekali mereka semua memalingkan pandangan mereka.


“Hahaha.. namaku Ernest van Liqued, Salam kenala Zem Arnold Kurogomi,” ucapnya sambil tersenyum Terang bagaikan matahari.


“Hahaha.” Tertawa Zen yang begitu canggung.


Tanpa di ekpektasikan oleh Zen, tangannya merangkul Zen yang masih terpaku. “Jangan begitu canggung kawan,“ ucapnya dengan perbedaan suasana yang sangat kental.


"I-iya" Jawabnya.


"Jadi sekarang kamu mau kemana Ernest" Kata Hendrick.


"Hmmm..itu yah, aku sebenarnya ingin mengambil pesananku di Asosiasi Guild" Jawabnya.


"Ohh...jadi maksud kamu, penelitian yang kamu bilang tadi hanya omong kosong" Balas Hendrick sediki kesal.


ia juga tadi sedikit mempercayai apa yang di ucapkan anak berkaca mata itu. Walau ia tau sifat yang melekat kokoh pada sosok Ernest yang sedikit Aneh menurutnya.


"Kamu..." Geram Hendrick.


Langsung saja tonjolan tangan yang dikepalkan mendarat sukses di atas kepala Ernest, orang yang di mendaratkan itu hanya tersenyum Devil seakan naik pitamnya telah mencapai Batas.


BHUK..


Tonjolan yang begitu terlalihat di kapalannya itu, ia hanya meretapi nasibnya yang menurutnya hari ini begitu Sial.


"Aduh sakit tau" Ucap Ernes mengarah ke Hendrick yang sedikit naik pitam.


"Hmmm...berhenti bersikap seperti itu,kamu itu sudah 16 tahun, kamu tidak malu yah" Jawan Ernest.


"iya" Jawabnya yang sedikit kasihan.


Teralihkan pada Dalton, dari tadi hanya memperhatikan dari kejauhan Rombongan Zen dan juga yang lain “Sepertinya mereka bersenang-senang” Batinya. Langkah yang mereka pijakan tak henti hentinya berjalan menyusuri sepanjang jalan yang terlihat, begitu sejahtera orang orang yang tidak di sini. Hidup mereka tak seperti orang yang mengalami Ancaman sekalipun, tapi faktanya sangat berbeda.


Mereka melewati Gedung Gedung tinggi yang berada pada wilayah Distrik Tembok pembatas keempat, bukan hanya satu melainkan tak terhitung dengan jari. Tak banyak dari mereka diam, mereka sering membeli barang barang dan semuanya di tanggung oleh Ernest. Tidak seperti Distrik pertama yang menjual barang Kelas Rendah maupun kelas menengah, tembok keempat sebagai pusat Akademi menjual berbagai benda kelas tinggi maupun kelas langkah dan beberapa buku sihir maupun panduan sihir yang di jual di Sebuah Toko Buku.


Bukan namanya Etnest kalau tak bisa membayar, bahkan anak berkaca mata itu seperti menghamburkan-hamburkan koin Emas dengan membeli barang-barang yang bernilai tinggi. Dari pakaian, perlengkapan sihir, dan senjata sihir ia beli. Pelayan pribadinya hanya menghela nafas seakan pasrah dengan Tuan mudanya itu. Zen hanya membeli beberapa buku Sejarah dan juga panduan Sihir, karna ia ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sihir dan semua itu di tanggung oleh Ernest dengan unhan Koin Cash nya.


"Apakah Orang ini begitu baik?" Batin Zen sambil mengikuti langkah Ernest yang ada di depan.


Orang yang berlalu lalang hanya memandang Heran pada Rombongan mereka, sungguh membuat mereka di buat Canggung, sedangkan orang yang di depanya itu hanya berjalan dengan santai bergaya seperti penguasa di tambah Lagi tertawa yang sedikit Aneh. Ernes berhenti di sebuah Gedung dari Pusat Blacksmith dari perusahaan mereka, berjalan santai memasuki Pintu yang terbuat dari kaca dengan Orang yang di belakangnya itu di buat heran.


"Eh..kenapa Kesini" Tanya Hendrick.


"Aku ingin kalian memilih senjata Pribadi kalian dari perusahan Liqued Corporation."


"Jadi..kita harus mengambil Senjata dari perusahan begitu."


"Benar sekali...Kalau gitu ayo" Ucapnya mengajak keempat orang itu.


"Kenapa kamu memberikan Kami Senjata yang begitu mahal" Tanya Zen yang sedikit kebingungan.


"Karna kalian Temanku" Jawabnya santai.


"Ha...!" Mereka Melongo tak percaya bahkan Isabella yang memeiliki sifat yang sedikit dewasa dari kami bertiga hanya bisa menganga bersama.


"Aku akan memberikan kalian dua senjata, yang pertama sesuai yang kalian pilih dalam sini" Sambil menunjuk semua kaca putih yang terdiri dari senjata." Kedua sesuai dengan Rancangan kalian" Ucapnya


Keempat orang itu menghela napas dalam, langsung kaki mereka di masukan Kedalam sebagi penyambutan. Satu kata yang yang cukup mewakili dari Suasana yang mereka lihat, "luas." Baru perusahan cabang saja Sudah begini apalagi perusahan pusatnya, benar-benar tak habis pikir.


Banyak sekali Senjata dari Senjata Magic maupun Senjata Non-Magic. Cukup sederhana untuk membedakan Senjata Magic dan juga Non-Magic, seperti namanya senjata Magic atau lebih tepatnya senjata sihir adalah Senjata yang Bisa mengalirkan mana pengguna ke Senjata yang mereka pakai. [Mana] sendiri juga bersifat seperti air mengalir dengan karakteristik seperti Darah mengalir menyusuri semua Rongga tubuh. Sedakngkan senjata Non-magic adalah senjata yang memiliki Unsur senjata seperti biasanya dengan jenis bahan yang berbeda dengan Senjata Magic.


Semua senjata terpampang Jelas Dihadapan mereka baik jenis Tongkat Sihir para Magic Master, maupun senjata Pedang untuk seorang Knight. Hingga mata Zen memandang serius sebuah Pedang Tipis seperti katana tapi sedikit pendek yang terbungkus perban putih. Tak hanya itu, Katana itu berada pada paling pojok dengan Corak hitam mengkilat pada Kilauan Karakternya.


Sedangkan Hendrick berhenti melihat sebuah Long Sword mengkilat dengan Corak rumit dan Core Sihir barwarna Nila pada Gagangnya sehingga menambah kesan anggun. Susan sedikit melirik melihat lihat dan terhenti pada tongkat Sihir yang Core sihirnya berada pada ujungnya tongkatnya yang cukup sederhana jika di lihat dari bentuknya sehingga menambah kesan Minimalis. Terakhir Isabella, ia berhenti pada sebuah senjata pedang yang tipis pada kedua Bilahnya hingga menambah kesan tajam.


"apakah kalian sudah memilih" Ucap Etnest.


"Sudah.." Ucap mereka serempak.


"Kalo gitu ayo kita pergi Ke assosiasi guild dam setelah itu kalian bisa tentukan Senjata Rancangan kailan dan berikan kepada saya."