My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 21. Kamaitachi



Di Ruang perpustakaan keluarga Charlotte, seorang pemuda terlihat membolak- balik lembaran-lembaran kertas yang tertera tulisan, dan di sampingnya seorang pemuda yang tertidur dengan santai di balik tumpukan buku yang meninggi, tak menghiraukan atas keberadaan orang yang di sampingnya ia dengan santai membaca Tulisan yang terlihat begitu jelas di iris matanya.


"Hmmm...teknik ini kelihatan lumayan" Guman Zen terlihat sedikit bersemangat.


"Hei Zen apakah kamu sudah mempepajari teknik untuk mempersiapkan besok."


"Sudah...."


"Kalo gitu ayo kita keluar dari ruangan membosankan ini" Ucapnya.


"Kamu aja yang keluar aku masih ada urusan."


"Eh..bukanya kamu sudah selesai".


"....."


Tak ada sahutan yang keluar dari mulut Zen, ia seakan mengacuhkan lawan bicara yang ada di depanya. Zen dengan cepat kembali membuka satu buku yang telah ia persiapkan. Hendrick hanya mendengus kesal, tak ingin menunjukan ia mengambil buku yang tergeletak tersusun secara acak yang berada di dekat Zen dengan sedikit agak kasar.


"Bisakah kamu tidak mengambil sesuatu yang tidak bersalah dengan Sikap kasarmu itu" Ucap Zen dengan tenang.


"Ayolah ini hanya buku" Jawabnya.


"Yah..itu adalah buku. Tapi, sepertinya kamu tidak mengetahui dengan kondisimu itu."


"aku memang tau dengan kondisiku, bisakah..." Sebelum ia menghabiskan ucapnya itu tulang bagian persendian sedikit bergeser hingga menimbulkan suara khas terdengar di telinga.


"A..Ah..A.." Teriakanya.


"Sudah kubilang kan, kamu itu tuh harus memperhatikan kondisimu."


"Sialan..ini semua karna pria tua itu, kenapa ia mengeluarkan Tekniknya begitu kuat untuk melawan kita berdua yang terbilang pemula ini" Ujarnya.


"Sudahlah Hendrick,apakah kau tidak ingin membalaskan Apa yang ia perbuat ini" kata Zen.


"Yah..aku akan memberikan pria tua itu Pelajaran" Semangatnya yang membara.


"Hmmm...."


Kembali pada kejadian kemarin, Hendrick dan juga Zen di buat kalah telak oleh Orang yang menggunakan Armord Silver yang mereka Lawan kemarin, mereka bahkan di berikan keringan untuk menggunakan magic Elemental mereka Sendiri, tapi satu serangan saja tak bisa masuk ke tubuh pria kekar, bahkan Armord berwarna Silvernya saja tak tergores sama sekali.


Pria paruh baya itu memberikan waktu tiga hari untuk mereka berdua, menguasai Beberapa Teknik yang akan mereka gunakan baik itu Asassin maupun Swordman dalam pertandingan tiga hari yang di berikan.


Jujur saja, menurut Zen sendiri Asassin Art terbilang susah bahkan lebih Susah dari Sword Art, dengan Acceleration yang tepat dan juga serangan yang begitu akurat, membutuhkan konsentrasi pikiran yang lebih ketika mempelajarinya. Bukan hal yang pasti juga seseorang dengan mudah menguasai Assassin Art sendiri, tapi peluang bagi orang yang terbilang jenius berada 33% dari presentase 100 sedangkan 70% persen lainya, itu berbagai kendala dalam mempelajari teknik yang terbilang dasar.


Zen yang telah selesai dengan urusannya,ia sudah menyiapkan beberapa rencana dari Analisis yang terjadi sebelumnya di lapangan, ia juga tak tau apakah Kemampuan Hendric sendiri dapat Sinkron sesuai alur yang akan terjadi dengan rencana yang ia buat.


"Hei....kamu mau kemana" Teriak Hendrick ketika melihat Zen melangkah pergi.


"Baiklah.."


Mereka berdua melangkah menuju ke lapangan Arena yang di kediaman Charlotte, Zen sendiri ingin terjun langsung dalam praktek dan tak hanya dalam Teori saja; Ia ingin mencoba beberapa hal baru dari beberapa buku yang ia baca mengenai Teknik Sword Art maupun Asassin Art.


"Zen...kamu mau kemana sih?"


"Aku mau kelapangan apakah kamu tidak ingin ikut" Tanyanya balik.


"Iya...iya..aku ikut."


o0o


Berada di lapangan, Zen dengan posisi tepat berada di tengah dari arena persegi itu membuat ia menjadi pusat dari segalanya. Walau begitu ia masih dalam posisi diam dengan menutup mata sembari memegang katana tipis yang ia punya, tak tau apa yang ia lakukan, tapi yang jelas ia hanya memastikan dengan Teknik yang dia gabungkan dari Hasil percepatan dan juga konsentrasi pada molekul di udara bebas.


[Sword Art]; Kamaitachi.....Ucapnya yang menggelegar.


Satu tebasan yang sangat cepat; Keluarlah Bilah angin dengan jumlah banyak melesat cepat menjadi sasaran target tebasan, bukan hanya bilah angin yang begitu tajam tapi Kecepatan tak terhingga dari hasil Acceleration nya itu sendiri.


Ia akui bahwa, Zen terinspirasi dari Teknik yang di lakukan pria Tua sebelumya,ia menyadari akan apa yang di lakukan dari Hasil Analisis di lapangan, memastikan hal itu; memikirkan konsep yang dapat di gabungkan dengan Teknik dasar Sword art yaitu Slash. Tak hanya itu saja, Zen memikirkan dampak yang akan terjadi pada dirinya maupun Target yang menjadi sasaran. Jujur saja teknik ini terbilang Cukup mudah untuk di pahami tapi sulit di lakukan bahkan untuk jendral besar sekalipun.


Kita ketahui bahwa percepatan di lambangkan dengan (a) dengan rumus a\= m×s; Dengan memanfaatkan konsep tersebut Zen menggunakan udara bebas yang ia padatkan dengan mananya yang di sebarkan di udara menyebar seperti butiran air bertebaran bebas. Dalam hal ini, [Mana] mengikat udara bebas hingga menjadi seperti menyatu dalam jumlah banyak, hingga ia dengan mudah mengimajinasikan udara yang terikat dengan mananya menjadi seperti bilah angin.


Singkat saja, ini terbilang berbeda dari Teknik dasar Slash dari seorang Swordman tapi mempunyai kesamaan yaitu menggunakan udara bebas menjadi Serangan utama. Slash sendiri menggunakan pedang yang menitip beratkan pada [Mana] si pengguna menjadi hal serangan hingga menjadi Teknik Seperti Slash, bilang saja ini beda-beda tipis dengan Teknik Slash yang di gunakan oleh Zen.


"Wow..Zen teknik apa itu" Ucap Hendrick dengan Antusias.


Zen hanya diam tak menanggapi apa yang di tanyakan hendrick, walau begitu sang Empu suara tak menyerah mengeluarkan berbagai Lontaran pertanyaan dari Cicit mulutnya.


"Ayolah Zen ajarin aku...bisakan" Ucap dengan nada memohon.


"Kamu tidak bisa menggunakan teknik ini."


"Kenapa,bukanya seperti tebasan yang ada kan,dan lagi....Sihirku kan angin, Pasti dengan mudah menggunakannya".


"Jika kamu menggunakannya akan membebani tubuhmu itu."


Memang teknik ini bisa di katakan membutuhkan pemahaman maupun Konsentrasi tingkat tinggi melewati ketika mempelajari Asassin Art sendiri, bahkan lebih parah lagi, bisa saja bilah angin yang akan di bentuk meledak tak beraturan karna kesalahan sedikit saja hingga menyerang sang pengguna sendiri.


"Dan lagi Elemental Wind mu itu,tidak cocok dengan teknik ini" Jelasnya sambil menghela napas.


Sihir Elemental Wind adalah salah satu sihir memanipulasi molekul Udara, sedangkan teknik Kamaitachi merupakan Setengah menciptakan molekul udara, dua hal yang membedakan. Orang yang berpikir jika Manipulation Dan manifestation berbeda dan jawabannya adalah memang tidak salah dan tidak benar juga, dengan berkembangnya orang dalam memanipulasi, secara bersamaan ia juga dapat melakukan memanifestasion sesuai dengan Tipikal Element sihir yang ada.


Dan satu lagi Teknik Kamaitachi, tak hanya mengendalikan udara bebas dalam menyerang tapi juga molekul yang terkandung sehingga dapat di padatkan dari unsur [Mana], karna [Mana] adalah unsur Alam yang berasal dari alam sendiri.