My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 26. Mysterious Egg?



Name: -


Race: Dragon


Spesis: Element


[Salah Satu Ras Naga Element yang hampir punah,tujuh dari pemimpin dari semua Ras Naga dengan Julukan The Lord King Of Dark Nork]


[Selama 10.000 Tahun yang lalu di ramalkan akan ada seorang Naga Tipe Elemental dengan Title Sang Kegelapan akan Lahir,menggemparkan Seluruh Dunia Etherna World].


Pyscikal Attack: 35.650.000 Strong Demage


Tingkat Kehancuran: Bencana


Mana Capacity: Sage


Spesialis Magic : Power Of Darkness


"...."


"Zen kamu kenapa" Tanya Hendrick.


Hendrick yang melihat Zen berhenti dengan wajah yang bingung di campur keterkejutan entah kenapa, Ia di buat heran dengan sikap yang di tunjukan Zen. Pasalnya baru pertama kali ia melihat orang satu ini menunjukkan sikap yang Aneh di matanya.


"Zen..."


Sontak saja keterkejutan apa yang ia lihat Zen tadi di buat buyar karna teriakan dari Hendric yang agak kencang.


"Iya.. kenapa?" Dengan mengangkat satu Alis kanannya.


"Kamu tidak apa-apakan".


"Hmmm..aku tidak apa-apa" Jawab Zen.


"kalo gitu ayo,kenapa kamu hanya diam saja di situ".


"Yah..ayo kita pulang" Balas Zen.


Berjalan melewati kerumunan seperti biasa di distrik pertama, Dengan langkah ringan keduanya mereka sampai di pembatas atau lebih tepatnya Gerbang kedua.


"Naga yah..."


"Aku tak pernah, Berpikir akan melihat telur naga seperti ini" Batin Zen sembari melihat Kotak misterius berwarna Hitam kemerahan itu.


Kotak misterius itu sendiri berbentuk Kotak persegi dengan ukiran kayu sebagai pilar luarnya. Ukuranya sekitar 5-10 inci cukup besar bagi tangan Zen sendiri jika membawanya, Jadi ia menggunakan Storage Magic agar menyimpan kotak itu,sehingga tak terlalu menyulitkan untuk di bawa.


***


Di sebuah Toko yang sebelumnya di kunjung oleh Zen dan juga Hendrick, Seorang Pria Tua seperti biasa duduk membaca buku dengan acuhnya, Walau terkadang ia juga menyesap minuman yang ada pinggirnya. Pria tua itu tak menunjukan tanda-tandanya ketertarikan akan sesuatu, Tapi...Ia tersenyum tipis; Sangat tipis untuk orang lihat bahkan tak terlihat.


"Sepertinya kamu sudah merencanakan sesuatu Esnet" Ujarnya yang masih fokus dengan kejadian membacanya.


"Hmmm.....sudah kuduga,kamu akan tau posisiku di mana Legsnerd" Jawab orang di balik Etalase kaca yang menampakan dirinya.


"Emangnya apa yang kamu lakukan sekarang, Bukanya kamu sudah menyerahkan Telur itu bukan" Ia masih tetap fokus dengan kegiatannya.


"Sudahlah kamu ini,kita sudah tua untuk apa membicarakan hal-hal yang berbaur seperti itu, Lebih baik kita menikmati masa Tua kita ini" Ucapnya santai.


"Terserah kamu saja, Tapi...aku ingin tanya: sebenarnya apa hubunganmu dengan Telur itu" Tanyanya yang melepaskan Buku yang tepat berada di wajahnya dan menghentikan kegiatan membacanya sejenak.


"Mungkin bisa di katakan, Sebagai Penjaga saja dan pada waktunya semua itu akan di serahkan pada orang yang tepat".


"Sepertinya kamu sudah menemukan orang tepat itu?" Ujarnya.


"Begitulah" Ucapnya malas, Setelah sekian detik ia merubah sikapnya yang sedikit terbilang tertarik akan sesuatu.


"Tapi...Kelihatannya, Akan ada sesuatu yang menarik yang akan terjadi kedepannya" Terlihat matanya yang mendambakan sesuatu.


o0o


"Hah..Lelah sekali" Kata Zen yang berada di kamarnya.


Ia melihat Kotak Hitam kemerahan-merahan yang ada di genggamannya, Menyodorkan kotak itu tinggi yang berada tepat di wajahnya dalam posisi berbaring. Melihatnya lebih dekat dari pandangannya sebelumnya.


"Aku cukup terkejut dengan Isinya adalah telur naga" Guman Zen pelan.


"Coba kubuka saja,bagaiman bentuk telurnya" Ucap Zen yang begitu penasaran.


Langsung saja, Ia yang memegang kotak itu membuka apa yang menjadi isinya, Seketika saja Telur yang begitu unik di lihat oleh matanya Zen mengeluarkan cahaya yang silau dengan Tulisan Rune berwarna Hitam pekat sekelam malam dengan Aksara-aksara rumit bahkan Zen pun tak tau apa itu, Ia di buat terkejut bukan main.


KREK...


Aummm...


Suara naga kecil itu melolong khasnya seperti bangsa Dragon lain, Membuat ia seperti seekor Hewan kecil lainya yang terbilang imut; Zen di buat Senyum terpampang di wajahnya, Atas apa yang di lakukan bayi naga kecil ini, Ia seperti menatap Anak Anjing kecil bermain di pangkuannya. Sembari menggosok-gosok pipi Zen yang putih, Naga kecil itu sepertinya meminta sesuatu.


Aummmm....


Aummmm...


"Sepertinya kamu lapar, Naga kecil".


"Yosh....Tapi Jika Naga,apa yang biasa mereka Makan"ujar Zen.


"Bagaimana menurutmu Zenos" Tambahnya.


[Jika Anda Bertanya seperti,Saya hanya bisa Memberikan Anda Saran Saja].


"Jadi, Bagaimana Saranmu".


[Anda Bisa Menyodorkan Tangan Kanan Yang Anda miliki,Tidak menyentuh mulut beberapa jengkal Tangan Ke mulut Sang Naga]


"Untuk Apa".


"...."


"Ah...sudahlah mari kita coba dulu Saranmu Zenos"


Sesuai perkataan yang di anjurkan Oleh Zenos, Zen memajukan tanganya sedikit beberapa jengkal dari mulut sang naga, lalu yang terjadi membuat ia tersentak kaget. Mananya perlahan-lahan terhisap dengan sendirinya, Zen mematung atas kejadian sang naga lakukan.


***


Di dalam kamar seorang pemuda tertidur dengan seekor makhluk yang di sebut sang legenda, Makluk itu tidur melengkungkan badanya pulas seakan tak ada gangguan baginya, Ia seolah-olah sangat akrab dengan pemuda yang berada di sampingnya, Dan pemuda itu juga merasa tak ada gangguan yang membahayakan bagi Dirinya sendiri.


Mata pemuda itu terbuka, Memperlihatkan iris biru yang serasi dengan warna rambut pemuda itu, Putih salju. Pemuda rambut putih memegang kepalanya yang sedikit sakit.


"Ahkkkkk".


"Sudah berapa lama aku tidur".


[Dua Jam Lima Belas Menit].


"Apakah selama itu" Tanya Zen.


[Yah...]


Zen sedikit menurunkan kepalanya sehingga ukurnaya kiranya seperti Arah jarum tujuh dari angka Dua belas tegak, Dan pandangannya terjatuh pada Seekor Naga Kecil, Ia tanpa sadar mengelus-elus badan Naga kecil itu; Naga kecil itu sendiri seolah-olah sangat menikmati apa yang di perbuat Zen.


"Sepertinya kamu sangat menikmatinya" Guman Zen.


"Tapi..kenapa Telur Naga, Ada di tangan manusia, Bukanya Wilayah naga sendiri sangat terisolasi akan dunia luar, Bahkan mereka tak tau di mana Tempat tinggal para naga sendiri" Pikir Zen.


"Hah... Sudahlah hal seperti ini tidak usah di pikirkan" Guman Zen pelan.


Yah, Yang di katakan Zen memang benar jika Ras Naga sangat Terisolasi dengan dunia luar seperti bangsa Elf, Tapi bedanya Wilayah Elf sendiri masih Sangat Tau bahkan Semua Ras tau di mana Wilayah Elf berada atau di katakan Elf Tidak mengisolir wilayah mereka.


Sejak Puluhan Ribu Tahun ketika peradaban pertama di mulai, Ras Naga yang sangat Over power itu melakukan Agresinya dan juga invasi terhadap Wilayah Ras lain. Ras Naga pada Saat itu Sangat Sombong dan juga Angkuh melewati Keangkuhan Dan juga Kesombongan ukuran bangsa Elf. Tak pernah menyadari jika ada Eksistensi yang lebih besar dan juga kuat dari mereka, Mereka seolah-olah tak peduli Jika Eksistensi itu ada,disebabkan Kekuatan mereka yang menurut pribadi sendiri sangatlah kuat dari Ras lain mendiami Etherna World bahkan sampai dapat meratakan satu kawasan dengan Ciri khas mereka yaitu Nafas Api.


Tapi Nasib miris harus di Alami Ras terkuat yang satu ini , Sebuah Curse Magic sehingga mereka tak dapat berbuat apa apa, Ras yang hidup beberapa Abad yang lalu bahkan di terciptanya dunia Etherna World sendiri; Mereka sebagai bukti akan adanya Eksistensi kuat itu. Naga sendiri yang tidak bisa berbuat apa apa lagi bahkan di umpamakan untuk berbuat A saja tak dapat di Lakukan hingga ras mereka terisolir dari dunia luar; Hukuman yang membuat mereka Jera yang langsung dari Eksistensi terkuat itu sendiri.


Curse Magic yang menjadi penyebab dari semua itu takkala menakutkan dengan Magic Of Curse yang di gunakan bangsa witch,misalnya Sihir kutukan 'Crosio' yang sangat terkenal di kalangan bangsa elit para Witch.oh..yah,satu lagi; Curse Magic Dan juga Magic Of Curse adalah dua Hal yang berbeda saling mempengaruhi jika di gunakan, Contohnya misalnya Curse Magic dapat mematahkan mantra Magic Of Curse begitu pun sebaliknya, Seolah-olah ada hubungan timbal balik di kedua jenis sihir itu.


"Jadi yang harus di pikir sekarang adalah memberikan ia nama bukan".


"Hei Zenos bisakah kamu memberikan saran nama yang cocok dengan naga kecil ini" Batin Zen.


[Ada Beberapa Nama yang sangat Sesuai;Noir,Black, Elzardnas dan Nigreos].


"Hmmm...aku mengerti,aku mengerti sekarang" Sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Yosss...Bagaimana dengan Noir Saja"ucap Zen.


Naga kecil itu hanya mengangguk-angguk kepalanya seakan menyetujui apa yang di sebut Zen tadi. Ia sepertinya sangat senang dengan nama yang di berikan oleh tuanya.


"Hari Ini...Naga Kecil nama kamu adalah Noir" Sambil mengelus-elus atas kepalanya.


Aummm...


Aummm...