My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 36. Compement Vs Compement 2



Di Tempat Tertinggi dari The Salivon Of Arena. Seorang Pria paruh baya terlihat memeperhatikan Sesuatu, Ekspresi yang rumit Entah apa yang ia pikirkan dan Enggang Melepas pandangan Pada pusat Arena dituju. Pria Tua dengan Rambut Acak-acakan panjang di tambah dengan Jubahnya dengan Lambang Akademi Di belakangnya Jubah itu, Terjahit jelas Nan Rapi dengan Posisi Tanganya yang berada di belakang Tubuhnya atau lebih tepatnya dalam posisi memegang pergelangan tangannya (Seperi Istilah Istirahat pada Sikap PBB), dan di sampingnya beberapa petinggi yang di sebut sebagai Instruktur Utama Akademi. Seorang Perempuan yang Selalu menutup Matanya, Walau bagaimana pertanyaan Caranya ia melihat, Tapi yang pasti ia dapat menentukan jalannya dengan begitu baik tanpa dengan Indra penglihatannya.


"Kepala Akademi...Apakah Tidak Apa-apa melakukan semua ini" Ujarnya.


Menatap Serius sang penanya tapi tak mengeluarkan Satu pun untuk untuk membalas, Pemikiran yang Rumit melanda. Hingga pandangannya Jatuh di Arena lagi. Seorang perempuan berambut Ungu menghapiri mereka berdua, dengan Rambut yang menutupi sebagian matanya. Yah...ia adalah Nona Sally


"Terimakasih Telah bekerja sama dalam Hal ini".


"Aku Sebagai Tangan Kanan dari Tuanku, Sangat..Sangat Berterima kasih" Ucapnya dengan menunduk Hormat.


Tapi Tak Ada Respon dari keduanya, Objek yang mereka lihat dan menjadi Fokus sekarang ini adalah Arena pertandingan, Mereka menganggap Jika Nona Sally adalah Angin lalu saja. Nona Sally juga maklum akan semua ini, Ia tak tau kenapa Tapi Ini semua Masih Tergenang sempurna di pikirannya.


Perempuan berambut Ungu itu berbalik pergi, Meninggalkan begitu saja. Bukan karna ia kesal atau Sifat Negatif lainya, Tapi Ia Sadar diri juga, Entah Ambigu seperti apa Tapi yang jelas ia mengerti akan semua ini. Mereka yang hanya di tugaskan Untuk menjalankan Tugas dari Tuan yang mereka banggakan pasti akan mengerti hal ini.


Nona Sally Sebenarnya adalah Tangan kanan dari dari Pemimpin Organisasi Para Petualang sekarang ini, Enelia De Vasgard. Sedangkan Sally sendiri hanya nama Samaran yang ia pakai sekarang ini, Namanya adalah Angel. Ketika pertemuan para pemimpin Cabang Oraganisasi para Guild, mereka membicarakan Sihir dari seri malaikat yang Kedepannya dapat mengancam Umat kehidupan Bahkan itu manusia , dan itu pun di hari pertemuan datang Kepala Akademi Esnet De Phyterus, Dan disinilah Terjadi Kesepakatan atau lebih tepatnya permiantaan tak di duga. Apakah Nona Sally melakukan semua ini hanya Akting belaka, Entah hanya ia yang tau.


Maksud Dari Kepala Akademi sendiri terbilang baik, Tapi ia juga sedikit khawatir apakah ini semua akan Terungkap dari Sosok Zen, itulah yang ia pikirkan sekarang itu. Jika di katakan kepala akademi Sudah mengetahui Sosok Zen Sendiri sebelum Ia menginjakan kaki di dunia ini, Dan Kotak misterius itu adalah buktinya, Tapi yang perlu di tanyakan apakah Ia bertemu dengan Eksistensi itu sendiri seperti Zen sebelumnya.


o0o


Di Arena sendiri Sudah ada Zen dan juga Jendral Lucas saling berhadapan, Secara terang-terangan Zen menatap Tajam, Melihat Tatapan Tajam Zen ia merasa bersalah di pikirannya. Menurutnya ini juga berat baginya, Tapi ini semua untuk kebaikan Zen sendiri, Walau caranya terkesan Ekstrim tapi ini adalah cara yang tepat tanpa menyakiti Fisik maupun Mental Zen.


Kenapa Perasaan dari Jendral Lucas yang di sebut Jendral Dingin dan tak berperasaan merasa bersimpati pada Zen. Entah dan mengapa Ia merasa Jika Bocah yang ada di hadapannya ini mempunyai sesuatu yang Sepantasnya untuk di lindungi, Sesuatu yang Tidak bisa di jabarkan dengan Ucapan kata-kata saja, biarkan saja Pikiran dan Hati Seseorang yang menentukan Semua ini.


"Apakah Kamu Sudah siap Zen"


Wajah Zen menggelap, Tanganya mengepal lebih kuat dari sebelumnya, Ia sedikit menggertakan Gigi-gigi depanya, Tak ada Respon yang di keluarkan Zen. Ia benar-benar tak mengerti Semua ini, Tapi kenapa, Apa salahnya? Apa yang harus di buktikan. Zen memiliki Sifat Cukup Sensitif, Tapi Kesentifnya tak menganggu ketenangan Luarnya walau batinnya meluap amarahnya.


SWUSS...


DING...


DING...


Menggunakan Katana Sebagai Alat Serang tapi di tangkis Oleh Jendral Lucas. Pertarungan berpedang pun beradu, Semua serangan yang di lancarkan, bahkan Selang berapa lama beradu, Ritme yang di mainkan pun semakin Cepat dan cepat, Jujur saja Jendral Lucas Mengakui kehebatan bakat dari Zen, Ia tak pernah sama sekali melihat bakat di Umur muda yang setingkat ini Selama ia menjadi Jendral dalam Rhei.


Tak seperti pada Latihan mereka sebelumnya, Jendral Lucas tak di batasi dalam sihir bahkan ia bisa saja ia menggunakan Unique magic nya yang multi Fungsi itu. Zen terbilang mengimbangi Gerakan Berpedang Sang Mercury ini, Seolah-olah Ia telah terbiasa. Mereka berdua mundur secara bersamaan, Sembari menstabilkan pernapasan keduanya yang Hos-Hosan itu.


[Magic Elemental Manivestasi]; Large-scale Sharp Metal Attack


Rune Magic Rumit tercipta di Arena, berdiamater Cukup besar berwarna kehitaman Khas, Sihir Logam berwujud Cair Tak di pungkiri Langsung bertebaran di Udara Menyerupai air yang bertebaran bebas, Sihir logam yang menunjukan kuasanya hingga Seperti Titik-titik logam memenuhi Seperdua Arena. Sang Empu pengguna yang menjadi pusat, Berdiam menatap Zen di balik beberapa Jangkaun Meter jauh di depanya. Ia menjentikan Jarinya, Berbunyi keras suara Jentikan Jari yang di ketahui banyak orang memenuhi Keheningan setelah Kegiatan beradu pedang tadi.


Logam Cair bertebaran itu, bergabung secara bersamaan membentuk Sebuah Logam Tajam runcing puluhan bahkan Tak dapat di hitung, Komposisi Logam Tersebut bisa di katakan dapat ia ubah kebentuk Sesuai imajinasinya. Entah bagaimana pikiranya, Tapi semua ini jelas adalah Realita atau Kenyataan. Zen juga tak kalah Siap dengan posisi kuda Seorang Sword Art nya, Ia terlihat tenang tanpa memancarkan Mode Panik bagi orang awam yang baru dalam mengetahui pertarungan hidup dan mati, Walau lebih parahnya adalah membunuh.


Tak di Sangkal juga, Jika Jendral Lucas Sendikit ragu menggunakan Sihirnya ini yang terbilang sangat Berbahaya dalam memyerang dan menghasilkan Demage yang minta ampun, Tapi mau bagaimana lagi. Ini semua untuk membuktikan apakah Zen....mempunyai sihir yang dapat mengancam nyawa orang atau tidak, itu Masih Misteri dalam benaknya.


[Sword Art]; Counterattack Of Magic


Guman Zen pelan, Terlihat Katananya Sedikit bercahaya berwarna putih pucat, Portal Sihir Berwarna pucat itu berputar di biarkan begitu saja melayang tak menentu lalu menghilang, bukan menghilang karna tak dapat memakai tapi, Hilang karna Sesuatu hal atau Karna dari Sealing Magic dari Zen ciptakan.


Bisa Di Katakan, Zen Mengikuti Konsep yang Dari Sealing Magic yang meliputi seluruh Area perpustakaan Anion. Cukup membuat Zen kagum, Sihir yang menggunakan Mana Disekitarnya membuat semua materi yang terikat Terkunci hingga tak dapat berkembang Sesuai dengan Karakteristiknya. Dan Sekarang ini ia menggunakan Konsep yang sama walau dari Segi Fungsi ingin ia gunakan berbeda, Bukan Untuk menyegel tapi menyerang balik.


Teknik Sword Art ini adalah Teknik mengikat Semua Sihir Tipikal apapun di lancarkan ketika di tebas lalu Menyerang balik Secara bersamaan walau Acak.


o0o