My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 59. Tantangan Tak Terduga



Suara lirih yang keluar dari Zen, tak dapat di sangkal jika ini memang ada sesuatu yang janggal, padahal dari tadi yang mereka temukan, tak ada sama sekali hal-hal yang terbilang mencurigakan; memang butuh waktu untuk mencari gate ini, tapi dengan bantuan dari Near membuat mereka bisa dengan mudah menemukan pintu akhir dari semua yang mereka lakukan.


Akan tetapi, hal itu seakan berubah, lagi-lagi mengejutkan mereka semua. Sebuah proyeksi melayang muncul secara tiba-tiba, yah, ocehan yang tak penting keluar dari orang begitu di kenal—Instruktur Guld dengan senyum lebar yang penuh makna seakan terhibur—memberikan beberapa ungkapan atas keberhasilan mereka semua; dan hal itu menjadi titik mulainya dari ujian terberat yang mereka lewati ini, di mulai.


Kreak...


Buss...


Seketika kabut menghilang, memperlihatkan hutan besar yang lebat–berubah menjadi tempat yang tidak mereka kenal. Pikiran rumit melanda pada masing-masing benak, tak di pungkiri jika ini adalah kesalahan personal mereka sendiri, walau sudah ekstra waspada, namun kesalahan memang tak di jauh datang entah kemana, di mana dan kapan saja.


Dinding tanah yang besar dari empat penjuru sisi, dengan ruang lingkup yang begitu luas, lalu berangsur-angsur membentuk pembatas tanah dari masing-masing yang ada, membentuk labirin yang tinggi tak dapat di hinggap; meskipun begitu, mereka juga tak mungkin untuk menaiki dinding labirin yang sangat tinggi ini. Zen juga tak habis pikir jika akan terjadi seperti ini, walau hal ini memang adalah ekspetasikan yang memungkinkan ia prediksi, namun beda namanya jika sesuatu yang di luar akal akan di muncul di otak, untuk di rasionalkan.


“Kita semua terkurung...”


Semua menatap kearah papan proyeksi remang-remang di hadapan mereka – pusat indikasi.


“Baiklah, ini adalah tantangan kalian terakhir, dinding-dinding ini cukup kokoh untuk di hancurkan; pada intinya, jika kalian ingin keluar dari tempat ini, mengharuskan... menghacurkan beberapa teka-teki dari masing-masing Gate, terdiri dari tujuh gerbang di depan sana.” Menunjukan dari balik layar.


“..Dan kalian jangan lupa, jika semua ini, begitu banyak sekali tantangan yang kalian harus pecahkan..”


“Harus melewati semua yang ada, bisa saja kalian menggunakan Magic Sensorik untuk menentukan jalan yang benar atau hal-hal lain yang bersifat bebas di gunakan...”


“Jadi... Selamat berjuang.” Papan proyeksi, langsung menghilang.


“Sialan pria tua itu...dia kira, ini... begitu mudah untuk di lakukan gitu...” kata Hendrick mengoceh tak jelas.


“Lagi-lagi hal yang begituan, apakah sudah tidak ada keberuntungan yang di berikan Dewi Fortuna kah..” Wajah Morlex memelas, mengeluh seperti biasa.


“Hendrick gunakan Magic Sensorik kamu...” perintah Leon.


“Hmmm, tunggu sebentar.” Memejamkan kedua matanya.


“Apa yang kamu lihat Hendrick?” kata Rena.


“....Tunggu sebentar....”


“Apa yang kamu lihat Hendrick...”


“Maaf, maaf, Magic Sensorik ku ini, ekspansinya hanya sebatas 50 m Dari tempat aku berdiri, jadi bisakah Near, kamu menggunakan Sihirmu yang tadi..” Menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


“Huh... baiklah,” jawab Near.


“Unique Magic; The Animals Panting.”


Magic Sensorik Near, tersebar keberbagai penjuru dua sisi dinding membentuk lorong-lorong yang tiada langit-langit seperti biasanya di ketahui – berawal dari koordinat mereka saat ini; sihir ini cukup menguntungkan bagi penggunanya, walaupun [Unique Magic] di katakan menguras [Mana], akan tetapi sihir ini seakan melakukan pengembalian [Mana] yang digunakan ketika selesai di pakai, seolah-olah tak menghabiskan [Mana] subjek di kala fakta sebenarnya. Inilah kelebihan dari magic [Ilustration] – menggunakan konsep memudahkan namun menguntungkan, dalam artian bisa di pakai sedemikian rupa tanpa mengharuskan penggunanya melakukan Manipulation secara berarti atau jumlah [Mana] akan berkurang semestinya.


“...Dapat...” suara yang menjadi pusat perhatian dari semua yang ada.


“Apa yang kamu dapatkan?” ujar Gaznel.


“Gerbang pertama!!! Hendrick di arah jam tiga, coba kamu pusatkan Sihirmu itu disana.”


“Akan kucoba...”


“Hmm, kelihatannya apa yang di katakan Near benar...dari sini sekitar 100 meter di posisi kita saat ini, dengan berjalan lurus kedepan lalu belok dua kali kearah kanan, ada ruang sangat besar dan satu pintu besar juga ada di dalamnya.”


“Apakah sihir yang kamu gunakan itu tidak membebanimu sama sekali Hendrick,” Erwin bertanya.


“Entahlah...”


“Aneh juga, bukanya tadi kamu bilang...jika sihir mu itu batas pada jarak 50 m,” Cintia kali ini berucap.


“Tidak sih, seperti yang kukatakan tadi, jika Sihirku ini batasnya hanya 50 m dari Posisi Aku berdiri, tetapi berbeda namanya jika aku hanya berfokus pada satu tempat; maka maksimalnya hanya 200 m.”


“Hendrick apakah kamu masih mengingat, tempat itu...” kali ini Lumire yang bertanya.


Mengangkat satu alisnya. “Ya..memangnya ada apa.”


“Tidak.” Melangkah mendekat, lalu menaruh tangan kanannya di pundaknya.


“A-apa yang kamu lakukan.” Salah tingkah.


“Lusi, apa kamu bisa?”


“Ya...senang membantu,” ucap Lusi.


[Magic The Controller Of Unique Skill]; The Memory Memories.


Rune Sihir berwarna jingga dengan campuran kecoklatan, setelah ungkapan sodoran tangan kedepan tepat kearah Hendrick, bingung menatap Lusi yang menatap fokus, senyum terhibur menghiasi wajahnya. Dua lingkaran sihir, termanifestasi di bawah kaki dua orang sesama gender itu, di bawah kaki Hendrick dan juga Lumire.


“Jadi Kamu tidak perlu khawatir, atau berpikir yang aneh-aneh,” tambahnya.


“Sekarang giliranku.” Lumire yang saat ini telah siap sembari sodoran tangan dengan regangan jari-jari yang tak rapat lagi, di tangan kanannya.


[Unique Magic]; Space Transfer


Sebuah portal ruang herwarna biru tua dengan campuran corak hitam kehitaman tercipta karna spell yang di gumamkan Lumire, berbentuk oval memanjang dengan ukuran dua sisi sekirannya mampun di lewati, mereka semua. Sihir yang sangat simpel memudahkan untuk berpergian ke suatu tempat tanpa menggunakan jasa akomodasi perjalanan atau hal-hal berhubungan, tentu lagi tak menggunakan portal teleportation yang cukup menguras [Mana] sang pemakai. Spell yang di gunakan Lumire, tak terlepas akan adanya sihir [Manipulation Ruang] yang ia miliki, pembawaan dari [Unique Skill] yang ia punya, hal yang di anggap seakan cukup membuat ia sesukanya berpindah tempat yang ia mau, dalam tanda kutip objek yang ia lihat.


Secara bersamaan juga, Spell yang di ucapkan Lumire cukup menarik perhatian bagi Zen. Walau Zen sudah mengetahui selak beluk sihir yang di gunakan Lumire lewat Zenos, hal itu membuat ia cukup penasaran, seberapa menarik dan rumitnya sihir yang di gunakan anak berambut biru tua ini. Zen juga tertarik dengan sihir yang di gunakan Lusi sebelumnya, sihir yang memungkinkan penggunanya seolah-oleh over power, di luar batas kemampuan seorang individu. Kendati begitu sihir yang di gunakan Lusi yang menarik perhatian yakni, [Copy Magic] yang daapat meniru semua sihir yang ada, tapi hanya maksimal 70%.


“Jadi ini tempat yang kamu maksud Hendrick.” Near menatap ruangan seukuran The Salivon Of Arena seperti aula di depanya, tapi mungkin lebih besar lagi.


“Ya, begitu lah...”


“Lumayan juga kemampuan kamu,” ucap Cintia mencemoh.


Memutar kedua bola matanya. “Terserah..” Acuh tak acuh.


“Sepertinya kita tak harus mencari-cari seperti tikus di saluran air mencari sampah..”


“Benar sekali Erwin,” jawab Gaznel.


“Ini akan memudahkan kita, menyelesaikan bukan,” Leksmar yang maju selangkah.


“Benar sekali, untunglah..”


Leonhart menatap Zen yang kali terdiam tak berbicara sedikit pun, ia pun tak mengira jika Zen mempunyai ciri-ciri seperti orang pendiam yang ia deduksikan sedari tadi, melihat Zen sewaktu pertama. “Bagaimana menurutmu Zen?” ucap Leonhart basa-basi.


“Eh...lumayan..” jawab Zen asal-asalan.


“Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal yang membuat kamu berpikir dalam-dalam seperti itu, aku tak tahu bagaimana pikiranmu saat ini, namun saran saja, jangan terlalu menganggap dirimu itu tidak berguna...”


“Eh? Maksudnya?”


“Sudahlah, ayo selesaikan tantangan ini Zen.” Menepuk pundak Zen yang masih mencerna di pikiran, ucapan Leonhart.


“Hah...aku benar-benar tidak mengerti apa maksudnya.”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[1]


Name : Lusi Von Albedo


Age : 16th


Iris Colour : Camelia


Skin Colour : Putih Bersih


Hair Colour : Merah muda terang


Affilition : Elbasta Empire


- Unique Skill (Compement) : [Compelete Memory]


- Second Skill : [Manipulator]


- Unique Magic : [Perfect Memory]; [Manipulasi pikiran]; [Psikis]; [Magic Copy]


- Magic Elemental : ~ (Tak terbatas sesuai dengan Magic Copy di kuasai)


- Mana Capacity : A+


- A Spesialis : Magic Master (Support, Magic Burst / Burst Demage)


Tipikal Magic


• Magic Element and Manipulation : S-


• Magi Controller : S+


• Summoning Magic : F (Tidak ada)


• Sealing Magic : A+