My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 27. Akademi Phyterus



Tanpa Di sadari Zen, Hari berganti dengan cepat, Sejak pertemuan dengan Salah satu Commander dalam 'Rhei' yaitu jendral Lucas Von Alasta. Sejak itu Zen dan juga Hendrick di ajari berbagai Teknik berpedang maupun Asassin Art yang cukup sulit, Tapi di lewat dengan mudah Oleh dua anak Jenius itu. Hingga kini, Berbagai penyesuaian gerakan yang di Evaluasi ulang yang di cocokan bagi Zen agar mudah di adaptasi bagi tubuhnya.


Sejak Seminggu ini Zen berlatih dengan giat Begitu pun juga dengan Hendric, Baik itu mempelajari Magic mereka masing-masing maupun Martial Art yang ada. Tak ada kata untuk berdiam diri seperti seorang yang di juluki gila kerja;Dalam artian menghargai setiap waktu yang terlewat, Baik per detik per menit maupun per jama, Seolah waktu adalah Gold yang harus di cari maupun di buru. Tak kiranya juga, Seiring berlalunya hari, Perkembangan mereka juga terbilang sangat pesat dari waktu ke waktu;Jendral Lukas sendiri di buat kagum, Seakan pikir baginya seperti mengajar seorang Monster Jenius yang berwujud Manusia.


Yang lebih penting lagi, Semua yang dilakukan selama seminggu ini di jadikan penentuan atau Acara Utama pada hari ini;Zen sendiri yang akan menuju Akademi dengan tujuan melakukan Tes Tingkat dua dalam pilihan militer seperti Hendrick untuk menjadi seorang Kesatria. Hendrick yang selalu bersamanya dengan senang gembira, Akhirnya Masuk Akademi juga itu lah pikirnya. Semua persiapan maupun Koper yang di siapkan keduanya; Menggunakan sihir penyimpanan untuk memudahkan. Mereka tak terlalu Embel-embel akan menuju akademi seperti menggunakan Kereta kuda sekiranya keluarga bangsawan lain, Mereka berdua seperti seorang warga tapi setelan tak biasa, Yang tujuannya bulat Masuk Akademi.


Zen menggunakan setelan Kaos berwarna Abu-abu kocoklatan dengan jubah setengah badan Hitam polos yang menutupi baju kecoklatan nya itu, Dengan wajah yang terbilang bersemangat maupun berseri dan itu pun juga Hendrick;Hendrick seolah-olah terbebas dari jeratan yang mengikatnya. Setelan baju yang bagus juga tak terlewat dengan Alas kakinya;Menggunakan sepatu boat Hitam yang sangat cocok di gunakan Zen,dengan kos Tangan berwarna putih yang senada dengan Rambutnya, Tak lupa dengan Senjata katana yang ia simpan menggunakan Storage Magic.


Hendrick dengan setelan jas jubah yang terbilang gaul, Berwarna Hitam dengan baju berkerak resleting, Tangan panjang dan jubah agak kecil itu di lengkapi dengan Atribut rantai yang langsung mengikat pedang panjangnya yang ia pilih ketika di suruh Ernest tempo lalu. Baju dan juga celana panjangnya Senada dengan rambut Coklat yang ia punya.


"Hei...Zen bagaimana penampilanku".


"Hmmm...Bagus"balas Zen yang acuh tak acuh yang fokus dengan makanannya.


"Ayolah..berikan pendapat sedikit".


"Kak Hendrick...bisakah kamu menyimpan Senjatamu itu,itu sangat lah mengganggu"ucap Susan.


"Iya..iya..iya..."Beo Hendrick.


Zen Sudah terbiasa dengan semua sikap yang ada baik itu Susan, Hendirck maupun Isabella yang sangat berbeda-beda satu sama lain, Ia sudah beradaptasi dengan semua ini;Selama sebulan Zen yang menyesuaikan dengan tempat barunya dan terlihat, Misalnya Jika Zen sudah terbiasa memanggil Paman Sebastian dengan sebutan 'Ayah', Tak seperti dulu menggunakan Kata 'paman' dalam menyebut Sebastian Von Charlotte.


"Apakah Kalian Benar tidak ingin menggunakan Kereta kuda"tanya paman Sebastian.


"iya..."jawab mereka berdua.


"Kereta kuda sangatlah menyusahkan"Beo Hendirck.


"Baiklah..baiklah"


Zen sendiri tak melihat kak Isabella selama Seminggu ini, Ia juga tak tau kemana kak Isabella. Rasa penasaran itu lebih baik ujarkan saja dari pada timbul rasa penasaran yang berlebih.


"Ayah..Di manakah Kak Isabella"tanya Zen.


"Oh...itu,Nanti kamu akan tau juga"balasnya sambil tersenyum.


o0o


Kedua Remaja itu berjalan dengan setelan bajunya, Mereka seakan seperti sebuah gula yang menarik perhatian para Semut yang melihat. Mata para Kaum hawa yang melihat, Tak terlepas dari pandangan yang terbilang lama, Melongo seperti seorang Idiot. Sedangkan Kedua orang yang menjadi pusat perhatian hanya Acuh tak acuh, Tak peduli seperti hal biasa bagi keduanya. Walaupun Sesaat Hendrick Seolah-Olah mencari sesuatu yang sekarang ini menjadi Tujuan mereka melangkah hingga kini di temukanlah orang yang di maksud.


Di Ujung Seberang Jalan, Seorang dengan Setelan kaos Putih dengan rambut berwarna kuning Terang melambai-lambai Tangannya dengan penuh semangat, Semangat sembari meneriaki Dua orang Remaja dari seberang jalan. Keduanya hanya bisa tersenyum ketika melihat apa yang mereka Cari dari tadi.


Zen dan juga Hendrick dengan santainya, menghampiri sang Empu Suara. Tak kiranya juga berjalan melewati Zebra Kross jalan yang di padati dengan kereta kuda yang satu tujuan. Zen yang tanpa sadar ada seorang gadis yang menabraknya dan terjatuh begitu saja. Gadis berambut Ikal pirang menggunakan Kaca Mata yang menutupi kedua iris Coklatnya, Ia seperti terburu-buru akan sesuatu.


"Maaf... Maaf,aku tak sengaja"ucapnya dengan nada Spontan.


"Apakah Kamu Tidak Apa-apa Nona"tanya Zen.


"Yah...Tidak apa-apa, Apakah Tuan Tidak Apa-apa juga kan"tanyanya balik.


"Eh...Ini bukanya kak Anatia bukan"Ujar Hendrick.


"Yah..Itu nama saya,kenapa kamu bisa tau"tanya.


"Perkenalkan kak,aku adiknya kak Isabella, Hendrick Van Charlotte"


"Wah..jadi kamu adiknya isabella"ucapnya yang kegirangan.


"Maaf..Maaf...aku Tak tau".


"Tidak apa-apa sih,Kak Anatia mau kemana?"tanya Hendirck.


"Aku mau ke Akademi dulu"jawabnya.


"Bukanya kita Searah, bagaimana kalo kita jalanya bareng aja"tawar Hendrick.


"Yah Tidak Apa-apa,tapi bagaimana dengan kedua Temanmu"tanyanya.


"Oh..mereka juga sama,kami bertiga ingin pergi ke akademi"ujarnya.


"Ayo kak"tambahya.


"Em..Yah".


Anatia Leguers adalah seorang yang cukup di kenal Hendrick, Entah karna kenapa sampai ia bisa tau dengan Anatia sedangkan orang yang di ketahui sedikit ragu-ragu dengan anak berambut coklat ini, Apakah ia kenal batinya. Umurnya sekitar dua puluhan atau lebih tepatnya dua puluh dua tahun lebih Tua dari kak Isabella, Keluarganya Sendiri atau Keluarga Leguers adalah Keluarga yang terkenal dengan Ahli Sarja Sihir mereka. Hingga kini Anatia juga sebagai Salah Satu Ahli Sihir yang cukup terpandang yang sekarang menjadi guru Akademi Tinggi di A.C.


Dulunya memang Keluarga Charlotte yang di sebut Keluarga bangsawan keturunan langsung dari Penguasa kekaisaran Pentagrom memiliki Hubungan baik dengan keluarga Leguers. Dan itu di buktikan banyak sekali Keturunan-keturunan penting keluarga Leguers yang berada dalam posisi yang terbilang Jantungnya jabatan Kekaisaran. Dan inilah kenapa Isabella dapat berteman baik dengan Anatia.


Di hadapan ketiga remaja itu terlihat Bangun yang sangat-sangat besar, Megah dan lagi Mewah untuk orang yang setingkat rakyat jelata dan itu pun para Bangsawan juga mengakuinya. mengesampingkan keadaan luarnya, Terlihat banyak sekali murid Akademi yang terlihat jelas ke empat orang itu. Seakan bernostalgia Hendrick maju selangkah kedepan lalu menghirup udara dengan napas panjang dan melakukannya secara berulang kali.


"Sudah lama yah..tidak melihat pemandangan ini"ujar Hendrick.


Zen hanya melirik-lirik semua yang ada baik itu Gerbang yang di depan mereka, Jalanan Akademi yang sangat megah maupun murid Akademi yang Masuk berlalu-lalang. Pandangan Zen sepertinya Enggang melepas Dari Tulisan yang terbilang besar bagi dirinya dan juga jelas bagi kedua bola matanya. Tertulis Akademi Phyterus, Itulah yang terbaca.


Akademi Phyterus atau di kenal dengan Sebutan Istilah Akademi Tinggi Kesatria maupun Sihir A.C.(Alliance City), Salah satu Akademi besar yang setara dengan School Magic Of Illuzugphar atau sekolah sihir para Witch dengan gelar Akademi Yang mempunyai;anak-anak didikan yang berbakat. Bukan berbakat hanya dari Magic maupun Kesatria saja tapi Sumber daya manusianya terbilang, Banyak lulusan dari Akademi ini misalnya Alchemi yang berbakat, Blacksmith yang Berpengaruh maupun sarjana sihir yang profesional.


Sudah Sejak Ratusan tahun berlalu, Akademi yang satu ini berdiri kokoh di tempat yang seluas Istina kerajaan bahkan hampir setara dengan istana Kekaisaran dari 4 kekaisaran besar. Banyak sekali bakat-bakat yang berkumpul di satu gedung ini, misalnya lulusan Kesatria dari jurusan militer,ulukan Sang Mercury adalah seorang yang terbilang jenius dari pada jenius yang tercetak dalam sejarah.


Tapi semua itu tak ada pengaruh besarnya jika tak ada pencetus dari semua ini. Orang yang bernama Exmarden De Phyterus adalah orang yang melatar-belakangi akan dari terbentuknya Sekolah Phyterus itu sendiri. Hingga sekarang ini namanya Exmander di jadikan sebagai 'Bapak Pendidikan' bagi ras manusia. Dan Nama belakangnya Pyhterus itu Sendiri sebagai Nama dari Akademi Terbesar bagi Ras Manusia, Haigh School Knight And Magic Of Alliance City.