My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 31. Trio Sahabat



Sosok Zen duduk di bawah pohon yang tersedia tempat duduk di bawahnya, Ia menggerutu kesal atas kejadian sebelumnya yang ia alami, Ini benar-benar tak adil baginya yang sedikit Letih di paksa untuk berkeliling, Di tambah ia harus bergulat dengan Aturan-aturan yang rumit yang ia pegang ini. Sedangkan Nona Sally pelaku dari semua ini berdalih dengan ucapan "Ada Urusan dengan Kepala Akademi" yang mengharuskannya untuk pergi sementara Waktu, Tak tau kapan ia kembali.


"Pasal XII Ayat 5 Tentang Aturan Internal yang harus di Patuhi Oleh Setiap Murid Akademi"


"Pertama,Tidak bisa menggunakan Sihir untuk menyerang Lawan dalam lingkungan akademi, Jika di peruntuhkan dalam Ujian praktek atau acara-acara Khusus lainya maka di perbolehkan" Pernyataan-pernyataan yang tertera dalam Isi buku kecil seperti kamus bahasa.


"Untuk apa juga aku mempelajari semua ini" Gerutu Zen kesal.


Ia melanjutkan semua yang ada dengan membaca tenang tanpa gangguan, Pada Intinya Aturan yang berlaku sendiri seperti mengikat mengenai hal yang berhubungan atau bertentangan dengan Paham yang kebanyakan tak terlalu mempedulikan sesama, Entah juga itu satu sama lain yang Kuat memakan yang Lemah dan membatasi itu semua, Hingga tak ada namanya Diskriminasi.


Cukup bagi Zen terbiasa membaca Semua Yang ada nan panjang lebar ini, Ia secara tak sadar tak mempedulikan semua hal dalam kegiatannya ini dan juga pohon rindang di atasnya menambah kesan Kenyamanan baginya, Menikmati.


"Benar-benar Panjang sekali" Ucap Zen.


"Bisakah Aturan-aturan seperti ini di perpendek lagi".


"Benar-benar menyusahkan" Tambahnya.


Seorang pemuda Berambut Coklat datang di balik Pohon yang dengan cara yang sedikit aneh, Pemuda itu sepertinya ingin mengerjai sesuatu, Entah itu apa. Tak berlangsung lama pemuda itu mengendap-endap seperti orang yang akan melakukan sesuatu yang mengejutkan, Langsung saja ia mengangkat tangannya Tinggi-tinggi dengan bentuk seperti ingin mencengkram akan sesuatu. Hingga....


"Apa yang kamu lakukan Hendrick" Ucap Zen tenang mengangetkan Sanga empu.


"Eh..Kenapa kamu bisa Tau Zen Jika..." Ucapnya langsung di potong oleh Zen.


"Kau Kira aku ini tak bisa mengetahui apa yang ada di sekitarku" Ujar Zen.


"Iya..Iya".


"Bagaimana dengan Tes pertama mu, Apakah berjalan lancar" Tanyanya.


"Yah.... Bisakah kamu menyuruh Teman-temanmu keluar"


"Bagaimana bisa kamu Tau,Ah... Sudahlah" Hendrick begitu Frustasi.


"Hei kalian Keluarlah" Beo Hendrick yang menyuruh Komplotannya keluar.


Nampak Tiga orang Laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Hendrick dan Zen, satu orang di antaranya berambut Coklat kehitaman dan satu lagi berambut Hitam berkilau yang agak berbeda dengan rambut Zen dan satu lagi yang begitu Kontaras satu sama lain, Dan juga satu lagi Pemuda dengan Rambut pirang yang agak panjang hingga seukuran Leher. sepertinya mereka mempunyai Ciri khas masing-masing, dari penampilan maupun Cara berbicara mereka.


"Halo Zen... Perkenalkan Namaku Leonhart, Atau lebih tepatnya Leonhart De Vermilion" Ucapnya yang berhadapan langsung dengan Zen mungkin tinggi 180 Cm, menurut perhitungan kasar.


"Hmm..Namaku Zen Arnold Van Charlotte" membalas uluran tangan dengan menjulurkan tangannya balik membalas Uluran tangan yang di berikan.


Zen sedikit tersenyum tipis, walau senyum Zen nampak tak terlihat tapi bisa di rasakan oleh keempat orang itu, Kehangatan. Mereka membalas dengan Senyum lebar entah itu rasa dan juga perasaan seakan menyatu satu sama lain. di Lanjutkan pengenalan mereka dari dua orang yang ada.


"Namaku Near De Zurd, Bisa di panggil Near" Near dengan rambut Hitam pekat berponi tersenyum agak di buat di wajah pucatnya.


"Sedangkan Aku adalah Peter Von Zorned" Dengan Tawa lebarnya.


"Bisakah kamu memanggilmu Zi" Tambahnya


Bisa disimpulkan dari apa yang di lihat Zen, Peter adalah anak yang sangat ceria, Optimis maupun suka mencari perhatian. Jika orang yang melihat dari Segi Objektif apa yang di lakukan semata-mata ada berbaur bentuk keanehan yang berucap maupun keanehan yang lain, Misalnya melakukan hal tak di sukai orang. Tapi sifat ini juga terbilang Cukup positif bagi orang yang memilikinya, Sifat Semangat lebihnya lah yang menjadi kelebihan dari apa yang miliki.


Near menurut Zen cukup misterius, Entah itu karna apa. Tapi Firasat Zen ia sepertinya menyembunyikan Sesuatu soal hal yang bersifat pribadi, Ia seakan memaksa Senyumannya di tunjukan untuk orang yang terbilang penting baginya agar tak mengetahui apa yang ada di dalam hatinya, Baik itu sakit Hati yang terpendam. Ia seakan memanipulasi setiap Ekspresi yang akan di tunjukan.


Dan Terakhir adalah Leonhart, yang berbeda dari Keduanya. Ia mempunyai ciri khas yang berbeda dari kebanyakan orang, Mempedulikan satu sama lain dan juga Zen merasa ada sesuatu yang berbeda dari dirinya, Di ibaratkan seperti Sesuatu yang bersinar benderang dari dalam jiwanya.


"Zen, ada apa denganmu kenapa kamu diam saja".


"Tidak..." Ucap Zen lamunannya buyar, lalu merubah Eksperesi yang tenang.


"Ayo Zen aku perkenalkan kelas yang kami tempati, Aku yakin kamu pasti akan masuk ke kelas itu".


"Hmmm..."


"Memangnya kamu masih mendaftar yah" Tanya Leonhart.


"Iya" Jawab Zen Singkat.


"Aku tak pernah tau jika, Murid pindahan akan memakan waktu selama ini untuk menjadi Murid resmi".


Perkataan Leonhart membuat Zen tersadar, Ia Juga bingung kenapa ia harus mengikuti tes yang menyulitkan dulu baru masuk Akademi, Bukannya keluarga bangsawan bebas masuk akademi, apakah Karna ia anak angkat yang baru oleh keluarga Charlotte jadi harus mengikuti Tes ini, Pikir Zen. Tapi Masih ada Opisi kedua yang tak kalah mencurigakan, Ia tak pernah sama sekali merasa De Javu dengan Seseorang yang ada di ruangan tes sebelum, ketik ia melihat Pria Tua yang di sebut kepala Akademi; Ada rasa Familiar seolah pernah bertemu dimana, Dan sejak kapan. Dan satu-satunya adalah menanyakan semua ini kepada Nona Sally selaku tangan kanan dari orang yang di maksud Zen.


"Aku pun begitu, Setahuku walaupun ia anak angakat bangsawan sekalipun tapi jika sudah terdaftar dalam Departemen kependudukan maka ia akan masuk secara resmi seperti Jalur Khusus".


Zen mendengar perkataan dari Peter Langsung menepis Jauh-jauh Asumsi pertamanya, Ia dengan terang-terangan menggarisbawahi dengan tebal Opsi kedua; Mencurigai pria tua yang membuat Ia De Javu. Ia dengan bulat Harus mencari informasi dari pria Tua itu.


o0o


Di satu sisi Ruangan yang di tempati pria tua yang di curigai Zen membaca setiap Laporan yang menjadi tugasnya sekarang ini. Ia duduk dengan tenang menulis apa yang menjadi semua itu, Hingga sosok perempuan berambut Ungu masuk mengetuk pintu, Masuk seolah ingin melaporkan sesuatu.


"Apakah Kamu Sudah selesai Sally".


"Benar Kepala akademi".


"Apakah ia puas...".


"Sepertinya begitu kepala Akademi".


"Tapi...Aku sedikit bingung dengan anda kepala akademi, Apa yang anda lihat dari anak itu".


"Entahlah.." Ucapnya seperti mengelak sesuatu.


"Tapi apakah kamu pernah mendengar Cerita Warna Biru dan juga Putih Menyatu".


"Maaf..Kepala Akademi. Aku Tak pernah mendengarnya".


"Aku tak tau harus menceritakan seperti apa, Tapi Warna yang kusebutkan ada Hubungannya dengan Anak Anak itu".


Sally di buat tambah bingung dengan Ucapan terakhir dari Sosok kepala Akademi ini, Perempuan berambut Ungu pekat itu tak dapat mencerna maksud dan juga makna dari kata yang ia Ucapkan. Cerminannya yang menggambarkan penggambaran Legenda yang sangat terkenal oleh semua Ras, Sang Balance.


Name: Leonhart De Vermilion


Age: 16th


Iris Color: Biru Safir


Hair Color: Pirang Terang


Skin Color: Putih Bersih


Affilition: Zugen Empire


Unique Skill (Compement): [One Thing that Sines].


Sekon Skill: [Restinitas Mental]


Unique Magic: Flame Hybrid


Magic Elemental: Fire and Light


Martial Art: Sword Art


Mana Capacity: A+


Tipikal Magic


• Magic Element And Manipulation: A+


• Magic Controller: A-


• Summoning Magic: F (Tidak Ada)


• Sealing Magic: C+


Name: Near De Zurd


Age: 16th


Iris Color: Hitam


Hair Color: Hitam Berkilau


Skin Color: Putih Pucat


Unique Magic: [Ilustrasion]


Sekon Magic: Ilusi, Manipulasi Ilusi


Magic Elemental: Dark.


Martial Art: Asassin Art


Mana Capacity: S-


Tipikal Magic


• Magic Elemental And Manipulation: A-


• Magic Controller: S


• Summoning Magic: F (Tidak ada)


• Sealing Magic: A


Name: Peter Von Zorned


Age: 16th


Iris Color: Biru Tua


Hair Color: Coklat Kehitaman


Skin Color: Putih Bersih


Affilition: Elbasta Empire


Unique Skill (Compement): [Ionisasi]


Unique Magic: [Tempest]


Magic Elemental: Wind and Lighting


Mana Capacity: A+


A Spesialis: Magic Master


Tipikal Magic


•Magic Elemen And Manipulation: A+


•Magic Controller: S


•Sumoning Magic: F (Tidak ada)


•Sealing Magic: C+