
Flash Back On...
"Hmmm..begini yah" Sambil menutup Buku yang ia pegang.
"Panduan ini Cukup Menarik, bagaimana Menurutmu Zenos".
[Sama seperti Anda].
Suara datar yang terdengar seperti Sistem komputer masih sama seperti biasanya, tak ada yang berkurang maupun bertambah. Hanya datar saja, benar-benar Sistem yang tak mengerti perasaan.
"Hah...Seperti biasa" Menghela napas dalam-dalam menghembuskanya dari Mulut.
"Yosh...mari kita Coba dulu" Ucapnya yang tergantikan dengan semangat.
Zen sendiri bisa di katakan memiliki sifat yang terbilang Berubah berubah sesuai Keadaan tapi tak terlalu mempengaruhinya.
"Pertama;ketika belajar Sihir adalah tahap pertama di namakan Feel Of Mana, merasakan unsur Alam yang di sebut Mana. Hmmm...sepertinya begitu, cukup bermeditasi bukan!"
Terlihat Zen berjalan di Ruangan yang paling luas yang ada di kamarnya, langkah kakinya berada pada Pusat ruangan yang begitu luas itu sembari duduk dengan menyilangkan kedua kakinya seperti posisi Lotus. Menutup kedua iris mata birunya itu lalu menenggelamkan pikiranya di bawah alam sadarnya.
Sensasi Hangat yang ia rasakan berjalan beriringan bersama dengan darah di dalam tubuh tapi tidaklah menyatu, menuju pusat meridian Mana yang paling besar; Berada di pangkal dengan ukuran lima jari yang di rapatkan di bawah pusar.
Mana Sendiri tergolong dalam beberapa tipe yang didasarkan berdasarkan kapasitas mana seorang individu, sehingga warna mana sendiri yang berbeda mewakili seberapa besar Unsur alam yang terkandung, Biru [Standard], Orange [Intermediate], Merah [High], Abu-Abu [Perfect], Ungu [Mastery], Nila [Sage]. Biru sebagai warna Standar atau sekiranya berada di atas rata-rata sedangkan Nila mewakili kapasitas mana yang paling besar diantara yang lain.
Aura Berwarna Abu-abu keunguan keluar dari dalam diri Zen, seakan tak terganggu ia masih Fokus dengan merasakan Unsur mananya sendiri. Satu hal lagi, tahap Feel Of mana sendiri bukan hanya merasakan secara internal saja tapi secara Eksternal juga walau terkadang hanya orang terpilih saja, dengan kata lain Mana yang di rasakan bukan Hanya merasakan di dalam diri saja melainkan Unsur lingkungan yang ada (Jika hanya orang yang merasakan).
Pada tahap inilah seseorang menjadi penentu; Tipikal Element sihir seperti apakah yang menjadi Magic Elementalnya. Zen sendiri merasa ia seperti di kelilingi berbagai unsur alam yang tak tau apa itu, sungguh merasa bingung karnanya. Tak terlalu mengambil pusing apa yang terjadi, ia menyerap Semua Unsur yang ada di sekelilingnya hingga ia merasa Cukup. Jika orang yang berada di sekitar Zen dan melihatnya, berbagai warna yang keluar di seluruh tubuhnya dengan cahaya terang merembes yang cukup menyilaukan mata.
"Hah-hah-hah..." Nafas terengah-engah yang keluar dari mulutnya, cukup membuktikan bahwa ini sedikit merepotkan. Ia mengistirahatkan badanya dulu sebelum melanjutkan tahap kedua dalam penggunaan Sihir.
"Sepertinya ini Cukup, mari kita lanjut ketahap kedua" Ucapnya lebih bersemangat.
"Kedua; Divison yah... kayaknya ini sedikit sulit"
Seperti mode yang ia lakukan pada tahap pertama, memejamkan mata sambil merasakan [Mana] yang terkandung di pusat meridiamnya itu. Tahap Division sendiri seperti namanya yaitu pembagaian, semua [Mana] yang ada di dalam pusat Meridian di bagi kebeberapa sihir yang ingin di keluarkan, misalnya sihir elemen api. Jika kita mengeluarkan Sihir Elemen api tingkat atas disini lah pembagian sihir berjalan, tapi kalian harus tau juga sebenarnya mana Sendiri bisalah bergenerasi sesuai dengan kemampuan seorang individu dalam melakukannya.
Tahap kedua ini juga tak hanya merasakan tapi juga mengidentifikasikan apa yang di rasakan, takkala itu sebagai bentuk dari tahap kedua itu sendiri.
Seketika saja Api kecil keluar dari tangan Zen berkobar di udara, Cukup Bagi Zen; Terlihat bibirnya tersenyum melengkung sebagai penyambutan apa yang ia lakukan.
"Lumayan Mudah rupanya" Ucap Zen sembari menyeka semua keringat yang ada di keningnya."
"Terakhir tahap Ketiga, Manipulation and Control....Sepertinya ini yang paling susah" Guman Zen pelan.
"Kita Coba dulu....Semangat" Kata Zen yang menyemangati dirinya sendiri."
Ia menyodorkan tangan kanannya kearah depan, memejamkan mata sambil mengimajinasikan apa yang akan ia lakukan. Beberapa saat, langsung saja api tadi berubah menjadi Bola sebesar genggaman tangan, kemudian membesar seiring waktu.
"Sepertinya aku mengerti dengan Cara kerjanya."
"Dari semua ketiga Tahap yang di lakukan bisa dikatakan satu sama lain memiliki hubungan Kausalitas, saling berkaitan dan juga mempengaruhi....bukannya begitu kan Zenos" Jelasnya.
[Benar Sekali].
Jika Orang yang melihat Kondisi Zen saat ini mungkin mereka berpikir ia Gila atau tidak waras, bagaimana tidak Zen berbicara sendiri seolah olah ada yang menemaninya menjadi teman bicaranya itu. Untung saja ia lakukan semua itu didalam kamarnya yang terbilang Cukup sepi jika pandang.
"Huh...tak ku kira jika Semua ini begitu melelahkan, hanya tiga tahap saja sungguh memakan waktu hingga membuang waktu waktuku saja" Gerutunya sambil menyandarkan Badannya yang terlihat lelah itu di atas kasur putih yang ia tempati.
Mungkin bagi Zen semua itu Cukup lambat baginnya di tambah lagi menurutnya itu biasa biasa saja. Tapi, bagi Orang yang telah berpengalaman menggunakan Sihir, mereka semua sudah pasti Muntah Darah jika mendengar apa yang di katakan Remaja berambut putih ini. Hanya tiga jam saja ia melakukan semua tahap menggunakan Sihir dengan begitu mudah, orang yang di sebut berbakat dan jenius saja hanya bisa menyelesaikan sampai satu Minggu, itupun dengan instruktur Pribadi masing masing. Mereka akan berpikir jika Zen adalah Seorang yang di turunkan dewa sendiri untuk menghina orang yang di anggap jenius yang selalu di puja oleh kebanyakan orang.
"Hei...Zenos bisakah kamu Analisis kekuatanku ini" Katanya yang masih tidur di kasurnya itu.
[Analisis Data Di Mulai].
0%...25%...50%...75%...100%
[Analisis Selesai].
[Data akan langsung di kirim di Otak Pengguna].
Name: Zen Arnold Van Charlotte (Host)
Age: 16th
Iris Color: Biru Laut
Skin Color: Putih Susu
Hair Color: Putih Salju.
Affilition: ~ (Tak Menentu)
Unique Skill (Compement): [Natural Law]>10%
Sekon Skill: [Vision Analisis Of Objek]
Unique Magic: [All Materi]; [Absolute Law]; [Temperatur Control].
Martial Art: - (Belum Di Ketahui)
Mana Capacity: S
Tipikal Magic.
•Magic Element And Manipulation: A+
•Magic Controller: A
•Summon Magic: F (Tidak Di ketahui)
•Magic Sealing: C+
"Hmmm...Lumayan Juga, tapi Zenos kenapa kemampuan spesialku hanya bisa ku gunakan tak lebih dari 10%" Tanya Zen.
[karna Untuk Menjaga kestabilan Alam].
"Seperti biasa Singkat dan juga jelas,tapi kenapa Di Sihir Uniqueku ada [Absolute Law], bukankah sama saja dengan [Natural Law]".
[Ucapan Anda Tidaklah Benar maupun Tidak lah Salah, memang Sihir [Absolute Law] bisa di katakan penurunan dari [Natural Law], tapi semua ini hanya berlaku jika anda mengetahui Konsep menggunakan Hukum maupun Teorinya Sendiri, misal menggunakan Hukum Newton dalam mengendalikan Grafitasi].
"Sepertinya menarik,apakah aku boleh membuat Hukum sendiri dengan Sihir ini" Tanya Zen.
[Itu Terserah pada Anda].
Kemampuan yang di miliki Zen bisa di katakan sangatlah Over power, tapi di satu sisi Zen harus merasakan Kelelahan Mental yang berarti jika menggunakan salah satu Compementnya; Sedangkan Sihir Uniqueku [Absolute Law] Sendiri bisa di katakan tergantung dari pemakainya, seperti di katakan Zenos tadi sihirnya akan terjadi jika penggunannya mampu memikirkan Konsep yang sesuai melalui imajinasinya, dengan kata lain Sihir ini bisa di katakan sangat lemah jika yang menjadi penggunanya sendiri tak tau ilmu alam itu sendiri.
"Sudahlah sampai di sini saja, ahhh...aku benar benar kelelahan."
Flash Back Off...