My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 17. Pemimpin Sebenarnya



Tak jauh dari pintu masuk Aliance City sendiri, seorang berjubah yang menutupi kepalanya berwarna Hitam misterius berjalan di tempat yang tak biasa para banyak orang lewati. Jubah yang menutupi semua tubuhnya sampai dengan kaki itu, bahkan jubahnya sendiri di biarkan begitu saja menyentuh tanah yang terlihat kotor, jejak-jejak butiran debu yang menempel di bawah jubahnya, Berjalan seolah-olah tanpa Tujuan. Hutan yang terkenal lebat yang berdekatan dengan kota yang sangat di kenal oleh semua kalangan Ras manusia yang ada, tak memikirkan resiko yang akan ia hadapi bergerak maju tak peduli.


Ia memasuki Hutan yang terbilang cukup dalam, langkahnya berhenti ketika melihat seorang bersandar Di pohon dengan menutup kedua matanya walau ia memakai jubah yang sama misterius dengan orang yang di hadapanya, tapi terlihat iris mata merahnya yang menyala dibalik jubah yang di kenakan. Iris merah yang berkilau semerah Gerhana, tak juga menambah pesona yang terlihat.


"Salam Hormatku Pemimpin."


"Apakah kamu sudah mengurusinya Angel" Ucapnya langsung kepada seorang yang ia sebut Angel.


"Sudah pemimpin, tapi sepertinya kita harus mengubah Rencana. Disebabkan pengawasan yang di lakukan terlihat sangat ketat" Balasnya.


"Tak perlu,kamu sudah berkerja keras" Tolaknya.


"Tapi Bagaimana anda akan memasukinya, nanti identitas anda Terbongkar pemimpin."


"Dekatlah denganku.." Ujarnya sambil menyodorkan tangannya.


Pemakai jubah yang satunya tak mengerti apa yang di lakukan Tuan yang ada di depanya. Tak mengambil pusing apa yang akan terjadi selanjutnya, ia yang tak ragu sama sekali membalas uluran tangan dari sosok Tuanya. Hingga lingkaran sihir berwarna merah dengan ukiran Tulisan yang rumit terlihat jelas di bawah kaki kedua orang itu.


"Pemimpin Apa ini" Tanyanya.


"Kamu Diam saja dan... tak perlu tau"b Blasnya dengan sikap Coolnya dan suaranya yang tegas.


Hingga, mereka berjubah itu hilang dari tempat seolah olah di telan oleh bumi, bisa di katakan itu adalah salah satu Sihir Teleportasi yang banyak di gunakan oleh Khsatria tingkat atas maupun Master Magic; Tipikal Sihir Controller yang termaksud dalam Classification sihir yang ada.


Sebenarnya bisa saja Seorang Kesatria tingkat menengah kebawah menggunakan sihir Teleportasi, tapi semua itu tidaklah Ringan untuk ditanggung. Teleportasion Magic Sendiri mempunyai salah satu Efek samping jika ada kesalahan sedikit saja menggunakannya, bukan konsep imajinasinya yang di keluarkan begitu rumit, tapi [Mana] yang di keluarkan juga tak tanggung tanggung.semua itu sirna jika bangsa Witch yang melakukan; Mereka yang telaten menggunakan magic dari pada Martial Art jarak dekat membuat mereka seakan di buat beda dengan Ras manusia, walau sama dari segi Fisik.


***


Gang Gelap yang berada di tempat sunyi di sudut terpencil. Suara Hiruk pikuk jalanan yang di lewati para manusia, seorang berjubah sedang mengamati di balik tembok. Menyisipkan matanya mengamati seolah-olah di kejar Sesuatu agar tak ketahuan,ketahuan juga tak akan membuatnya Mati; Memang terlihat membingungkan jika di telaah, tapi tak tau juga seberapa kuat dua sosok Misterius ini, mereka adalah orang yang sama; Salah satunya bernama Angel dan satunya tak diketahui. Dua sosok misterius kelihatan menghindari sesuatu, tak lain dan tak bukan adalah para pasukan keamanan Sendiri. Itu hanya tebakan saja, walau begitu untuk apa mereka menghindari sesuatu yang lemah dari mereka, masihlah tanya tanya besar yang begitu mengganjal.


"Sepertinya Aman..Ayo bergegas" Ucapnya yang terbilang tegas.


"Baik pemimpin" Balas orang berjubah di belakangnya.


Awan Yang terlihat mendung hingga butiran butiran air yang mengguyur semua ada yang menjadi sasarannya, orang orang yang memadati jalan langsung berteduh mencari tempat yang aman agar terlepas dari Amukan sang Hujan. Tapi tidak dengan dua orang berjubah misterius sendiri, mereka berjalan dengan santai di terpa begitu saja, tak peduli dengan Guyuran Hujan sendiri.


Di Hadapan Mereka berdua, gedung yang begitu besar dan menjulang tinggi keatas mengalahkan Gedung gedung yang ada di pinggirnya, bangunan yang menjadi primadona jika orang yang melihatnya dengan tatapan Takjub dalam benak masing-masing. Mereka mungkin berpikir; Berapakah jumlah Gold yang di keluarkan untuk membangun Gedung yang semegah ini.


"Ayo~~"


Berjalan memasuki Bangun yang Yang menjadi Tujuan mereka sekarang, hingga seseorang yang begitu De Javu di kenal, keluar bersama dua orang pemuda dan satu laki laki pria paruh baya. rasa yang begitu Kuat yang membuat ia begitu penasaran, melirik dari balik jubahnya seorang Remaja berambut putih Salju keluar dengan beberapa Rekannya. Langkahnya juga terhenti akibat tatapannya itu, sungguh orang yang mengikutinya di buat bingung akibat tindakan Tiba-tiba Tuannya.


"Tuan~~"


"Tidak apa-apa ayo masuk" Balasnya dingin langsung melangkah pergi


Patut di pertanyakan juga tatapan yang mengarah pada Sosok Zen, walau orang yang berada di sekitar tak melihat tatapan intens seperti menyelidik akan sesuatu,tapi semua itu di rasakan Zen; Ia sebenarnya mengetahui siapa yang melihatnya seperti itu. Identitas seorang berjubah dengan iris merahnya yang tadi bertepatan pada pintu masuk Guild. Tapi ia tak terlalu memikirkan akan hal itu, yang harus ia pikirkan sekarang mengenai Hadiah Jack Pot nya sendiri.


Didalam Ruangan yang biasa di tempati Sosok Guild master Ren yang biasa ia mengerjakan Pekerjaannya, seperti biasa ia berkalut dengan dokumen yang ada di depannya hingga tak terasa sudah memakan waktu yang begitu lama. Sang Alice yang masuk tanpa mengetuk membuat kaget sosok Guild master sendiri.


"Ada apa denganmu Alice" Tanyanya yang melihat Sekretarisnya itu dengan Nafas terengah-engah.


"I-ini soal...." Jelasnya yang terhenti ketika pintu yang di buka.


Dua pemakai jubah dari arah masuk pintu masuk ruangan membuat keduanya kaget bukan main, bagaimana bisa seorang dapat melewati sistem Keamanan yang sangat sulit terpasang di setiap sudut belum lagi Bangun Guild Sendiri yang sulit tebak.


"Apakah benar kamu lupa denganku Tuan Varnes."


Suara yang begitu ia kenal dan hanya segelintir orang yang mengetahui Identitasnya membuat ia beranjak berdiri seakan tak percaya, bahkan di buat sangat!sangat!terkejut dengan kehadiran sosok yang begitu ia Hormati.


"Pemimpin~"


Ia tersenyum dengan Jawaban yang terdengar di pendengarannya, melepas tudung yang menutupi kepalanya Rambut Hitam tergerai panjang berkilau seperti malam tanpa berbintang, wajah mulus dengan kulit putih Susu yang indah, sosok wanita Sangat Cantik dengan iris merah hingga membuat orang kagum akan Keelokan dengan kecantikan yang ada di depannya.


"Sepertinya kamu masih mengingatku Tuan Varnes."