
Tak ada tanggapan, diam hening tak berbicara, di ruang yang nampak besar ini, sekumpulan orang duduk di ruangan tertutup, membahas beberapa hal yang memungkin saja, relevan dengan pameran kali ini. Dengan meja kayu memanjang, kursi yang diduduki oleh banyak orang yang mengikuti pertemuan kali ini. Itu pun tak menyurut indikasi, seorang pria tua dengan rambut beruban tak terurus menatap malas orang-orang di hadapannya. Ia menganggap jika ini semua tak seharusnya di lakukan, dimasa yang cukup keburu waktu ini – mengganggu waktu istirahatnya saja.
Walaupun masih menganggap hal demikian, ia mau tak mau lakukan atau tidak lakukan pasti ikut dalam pertemuan terbatas kali ini, itu pun pemaksaan dari bocah tengil cerewetnya. Apalagi ia salah satu orang bertanggung jawab dalam pameran kali ini. Secara legalitas melakukan pengambilan vote dalam forum petinggi dari Ilmuan maupun cendikiawan sihir yang ada, dan terpilih namanya, sebagai perwakilan.
Dan tujuan ini cukup merepotkan ia juga, ia selalu terobsesi akan sebuah visioner— kemajuan kedepannya yang ia yakini – di claim sepenuh hati; bahwa peradaban kedepan di Etherna World sendiri akan menjadi revolusi secara besar-besaran, yang ia anggap sebagai permulaan dari dunia kehidupan, seolah-olah berharap itu semua terjadi kedepannya. Kendati begitu, ia sangat kecewa akan seseorang yang selalu menganggap jika ia adalah terkuat, lahir di dunia ini sebagai sosok perubahan; sikapnya yang selalu santai di lihat, namun secara impresif dalam lubuk hatinya menganggap jika ini baru permulaan dan akan berlalu. Itu lah kenapa Professor Vesta, sangat bersemangat jika mengevaluasi kemampuan generasi muda ini, karena pada dasarnya kedepannya nanti, hal itu akan terwujud berasal dari muda-mudi ini bukan.
“Seharusnya kalian membuatku istirahat dulu bukan, aku sangatlah lelah akan perjalananku ini,” ucapnya pelan seakan bergumam.
Kursi kayu yang difungsikan sebagi tempat duduk ini, duduki banyak orang penting dalam Akademi Phyterus maupun para beberap petinggi dalam organisasi Rhei yang mencolok akan seragam yang di kenakan maupun perwakilan dari Mega Corporation. Tak satupun dari sekian yang ada, untuk membuka pembicaraan, alih-alih membuka pembahasan, di alihkan menatap mengevaluasi satu sama lain. Dan ini pun tak terlewat akan beberapa muka baru hadir di ruangan ini.
“Apakah ini membuat kamu lelah Profesor Vesta,“ ujar Kepala Akademi.
“Begitulah Etnest, seharusnya kamu membiarkan aku istirahat bukan,” ucapnya malas.
“Hmmm... aku mengerti, tapi setidaknya kamu harus berperan juga bukan,” jawab Instruktur Etnest.
“Huh.. ya, aku mengerti, mari kita bahas pembahasan kali ini.”
Mendengar ucapan kali ini keluar, tak ada tanggapan semestinya walaupun itu suara untuk mendiskusikan, entah karena apa. Sedemikian rupa pun, juga tak untuk di bicarakan. Instruktur Etnest yang melihat keterdiaman mereka, hanya bisa tersenyum khas biasanya, pada dasarnya menurutnya sendiri mereka seolah-olah mencari pembahasan yang tepat untuk dibahasakan, akibat suasana yang agak mencekam.
Kali ini, seorang laki-laki muda, perwakilan dari salah satu perusahaan besar pun turut angkat tangan, seakan-akan sebagai pemulai dari pembahasan kali ini, di pertemuan terbatas. Dengan baju bangsawan terkenal, raut wajah yang terlihat tenang, berambut pirang panjang, tubuh profesional, dan lagi kulit putih namun agak kearah warna susu, menjulurkan tangannya tinggi keatas, menjulurkan tangan keatas dan lagi tatapan datar.
“Aku perwakilan dari salah satu Mega Corporation, ingin mendengar tanggapan kalian masing-masing. Kami salah satu dari tiga perusahaan terbesar, a Trading and Development Company, akan melakukan investasi secara langsung dan juga terang-terangan, jika ada tool magic yang mungkin akan menarik perhatian. Tapi, apakah kalian akan beranggapan jika itu ancaman bagi masing benak kalian?” ucapnya dari spekulasinya selama ini.
“Aku mengerti, Tuan Leoness, apakah ini akan memberikan kerugian bagi kita jika tidak mendapatkan kontrak, jika orang yang menarik perhatian melakukan kontrak bukan??” ucap Paman Gazel yang ikut dalam pertemuan kali ini.
Sebagai salah satu orang penting dalam dunia tools magic baik sebagai pengembang maupun sebagi produsen, juga yang sering digunakan ras Manusia yang ada. Ia tak mau, terlewat akan hal yang menguntungkan lebih tepatnya relasi kemajuan, kedepannya bagi perusahaan Liqued yang ia bangun dari nol—hal sekecil apapun memang sangatlah berpengaruh jika di lewatkan. Lantas, ia juga ingin mengecek anak satu-satunnya yakni; Ernest Liqued yang telah lama ia tinggalkan untuk sekedar menanyakan apakah ia baik-baik saja? Hubungan mereka tidak di katakan dekat maupun jauh seperti dampak anak single parents maupun kesibukan yang di alami paman Gazel ini, tapi dari lubuk hati paling dalam dari sosok Gazel, ia sangat bersyukur mempunyai anak seperti Ernest, tak mengeluh akan kasih sayang yang seharusnya ia berikan kepadanya—sikap naif dan juga cerobohnya memang membuat Gazel mengganggap jika anaknya adalah orang yang begitu pengertian dibalik background -nya.
Tapi, hal itu bukan menjadi alasan utama yang ia pikirkan, sebaik-baiknya ia mengaggap dua hal itu adalah sampingan. Sejujur-jujurnya ini memang hal yang tak terduga dari ekspektasi yang ia pikirkan akan pameran kali ini, termaksud turut ikutnya Organisasi Rhei yang notabenenya adalah di bawah komando langsung dari empat kekaisaran besar. Ia tak mau berasumsi liar, akan relevan ini semua, jadi ia hanya ingin memastikan tujuan sebenarnya atau lebih pendekatan yang pasti, itu sudah cukup membuktikan maupun meminimalisir akan spekulasi yang tidak terduga ini.
“Itu memang benar, bukannya ini adalah spekulasi yang mendasar bukan,” ucap Leonass yang mungkin berumur dua puluhan.
“...”
Tersenyum melengkung seseorang yang dari tadi diam. “Kata-kata Anda sangat sarkasme jika di maknai Tuan Leonhass... Aku dari pemimpin Corporation Alkimia sendiri, juga menganggap hal ini terbilang penting juga; apa yang haru kita lakukan? bukannya kita mempunyai ego masing-masing.” Lelaki tua yang menggunakan kaca mata bulat, dengan sikap tenang dalam hal keadaan apapun, jika di berikan impresi.
“Bagaimana menurut anda Kepala Akademi, aku tak tahu ego seperti apa yang kalian dimiliki.” Alih-alih memberikan tanggapan, tapi melempar pertanyaannya kepada Instruktur Etnest
“Kami Akademi Phyrterus sendiri, mempunyai misi yang sama dengan Kota Antonerei, dalam hal pengembangan akan generasi muda bukan.” Masih mempertahankan senyumnya.
“Ya, itu memang adalah sebuah kewajiban kedepannya bagi terbentuknya, bagi kami pengembang generasi muda bukan.” Tambah Professor Vesta tersenyum kearah Tuan Elkerd.
“Aku merasa, jawaban anda memang adalah kepastian,” ucap Tuan Elkerd.
“Namun, kita lihat dulu, bagaimana kepastian bagi Organisasi Rhei Sendiri, Commander Alia,” mendongak arah tatapannya kesamping, yang seshaf dengan jalur posisi ia saat ini.
Commander Alia yang disebut perwakilan dari Organisasi Rhei, dibawah perintah langsung dari empat kekaisaran ini, menyimak dengan serius apa yang di bahas maupun menilai situasi. Ia bukan orang naif yang hanya dipilih berdasarkan, dominasi kemampuan yang ia miliki saja, insting untuk menilai dalam pengalaman ia dedikasikan seluruh hidupnya ini, memang menjadi tolak ukur juga. Di organisasi Rhei, jika Commander Lukas yang di katakan sebagai multifungsi dalam bentuk apapun, maka ia adalah watak orang sangat memperhitungkan akan keputusan yang ia ambil; dia adalah orang yang di takuti bukan karena kekuatan, melainkan kecerdasannya.
Jengkal hening, ia tak membalas untuk sekedar memberikan respon. Tersenyum melengkung di bibir tipisnya, seolah-olah memang ada sesuatu yang ia sadari. Rambut hitam dengan beberapa corak putih diatasnya, rambut berponi dengan hair style-nya lurus memanjang tanda ada gelombang sedikitpun, dengan warna hitam gelap mengkilap, iris mata yang senada, di juluki “Sang Kupu-kupu Malam.”
- Dialah yang di katakan Masternya dari Near
“Aku memberikan saran saja, harusnya Mega Corporation, melakukan kolaborasi bukan, dalam artian saling mempengaruhi ketika melakukan hal tersebut,” tanggapan yang ia berikan lebih mengejutkan bagi mereka semua, terkecuali Instruktur Etnest dan Profesor Vesta.
Itu adalah permintaan yang bodoh yang keluar dari mulut Tuan Elkers tadi, bukan, lebih tepatnya ia sudah merencanakan ini semua. Lagi-lagi senyum tipis tercipta di raut wajah tuanya. Memang rencananya sendiri, hanya untuk memberikan sebuah yang mungkin berat untuk di lakukan oleh beberapa perwakilan dari Mega Corporation yang ada.
Seorang lelaki dari tadi, cukup mengerti akan situasi, menatap dengan serius di balik wajah tersenyum tulus yang ia miliki, ia menggunakan intrik yang mungkin mereka menganggap jika ia setuju, di depan topengnya.
“Aku cukup setuju, dengan tanggapan dari Commander Alia, namun hal itu mengindikasikan jika kita satu sama lain menggunakan intrik bukan, sekedar sebagai persetujuan.”
Paman Gaznel, memang telah mengerti akan intrik dari orang-orang yang suka memanfaatkan. Jika halnya ini memang sekedar bentuk dari peralihan kata-kata yang ia lakukan. Ia sangat mengerti akan bagaimana semua hal prosedur akan orang-orang bertopeng lakukan. Tak seperti tuan Gaznel, Leonhass lebih dikatakan mengerti semua ini, ia tak menganggap jika ini semua adalah intrik, tapi lebih tepatnya anggapan siapa yang suka memainkan kata-kata disini.
“Namun, Service Company seperti perwakilan dari Corporation masing-masing, Tuan Admaish, justru akan berperang penting kedepannya jika dipikir-pikir,” ucapnya.
“Lebih baik kita melakukan kolaborasi saja, dalam jangka waktu tiga tahun ini; ini bukannya menguntungkan bukan.”
“Aku setuju, walaupun tools magic yang kami produksi dengan perusahaan Liqued sangat terpaut jauh, namun kami yang secara langsung menyediakan gulir-gulir sihir yang di jual, akan membantu kerja sama kali ini,” ucap perempuan berambut jingga.
“Jadi, aku memaknai, kalo anda setuju Nona keliz,” ucap Tuan Gaznel.
Pembahasan pun masih berlanjut, hingga pada akhirnya di tari beberapa kesepakatan, tak terkecuali akan kerjasama jangka menengah selama tiga tahun, dari lima perusahaan yang langsung mengajukan akan partisipasinya. Mereka menyepakati beberapa keputusan dari ruangan yang hadir ini, kontrak yang legalitas pun saling menguntungkan jika di lihat, namun itu tak memaknai akan penuh intrik juga.
***
“Apakah kamu lupa, jika ayah akan menunggumu, aku sudah menunggu kamu lama disini,” ucap Paman Gaznel.
“Ya, ya, maaf, aku tahu juga kok,” balasnya ringan.
“Dasar bocah tengil, seharusnya kamu tidak membuat ayahmu, menunggu bukan,” ucap Paman Gaznel yang langsung menonjok kepala anaknya ini.
Memegang kepala. “Aduh, aduh. Ahhk..... sakit!” teriaknya di lorong sepi ini.
“Sudahlah, aku dengar, jika kamu berpatisipasi dalam pameran kali ini,“ nya Paman Gaznel.
“Yah, pertama-tama sih gitu, tapi aku menolak,” ucapnya santai.
“Menolak???” Mengernyitkan dahinya.
“Hmmm... menolak, tapi Zen yang mengganti aku, begitulah,” ucapnya malas.
“Zen? Anak berambut Putih itu.”
“Apakah ia bisa, kira-kira pameran kali ini, otoritas dalam evaluasi akan benda yang di pamerkan akan sangat tinggi,” ucap Paman Gaznel.
Walaupun tema dalam pameran yang tentukan di bebaskan, namun dari segi penilaian ada beberapa kriteria yang harus di penuhi, akibat berpartisipasinya langsung seperdua dari perusahaan besar yang di kenal. Itu pun, yang mengevaluasi langsung dari Profesoyer Vesta, yang tak lain dan tak bukan, sudah mendedikasikan hidupnya dengan berbagai penemuan yang banyak di pakai banyak orang khusus ras Human sendiri.
“Pakah yang ayah katakan itu benar,” tanya Ernest memastikan.
“Tentu saja, aku tak berbohong sama sekali,_ tegasnya lagi.
“Tidak apa-apa. Kau sangat percaya akan bakat Zen ini,” ucap Ernest gampang seperti biasanya.
Paman Gaznel mengangkat satu alisnya. “Kenapa, kamu sangat percaya denganya,” tanyanya.
“Tentu saja, aku kan teman terbaikku bukan,” ucap Ernest.
“Apakah begitu, apa yang membuat orang pendiam sepertinya, suka berteman dengan anak cerewet dan juga naif sepertimu,” ucapnya.
“Aku tidak naif, maupun cerewet, jangan mengatakan hal aneh-aneh tentangku ayah,” jawab Ernest berteriak.
“Hahaha... aku tahu, aku tahu.” Sembari mengelus-elus kepalanya.
“Semoga, kamu mendapatkan hal yang terbaik Ernest, kedepannya.”
To be Continued
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=