My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 44. History



Sejak perang besar kedua terjadi antara para Iblis dan juga Malaikat (Valar), peristiwa yang di sebut sebagai perang terbesar yang pernah ada di tanah Etherna ini, tak terlewat juga dengan pertempuran pertama antara Bangsa yang di sebut sebagai Ras terkuat sekarang dan di akui semua itu dengan Eksistensi yang di percaya sebagai ‘Sang Bintang Suci’. Para Valar yang mewakili Energi suci murni yang disebut [Gaia] dan Iblis yang mewakili Hitam pekat di sebut [Nezos], tapi Nezos sendiri adalah Energi yang di katakan telah punah sama halnya penggunannya yakni bangsa Iblis (Majing).


Hingga di mulainya peradaban kedua; Di tandai dengan terpisahnya dan juga perbedaan Perspektif maupun Idiologi menjadi berbagai kubuh dari masing-masing ras yang mendiami. Ras-ras tersebut membuat peradaban mereka masing-masing dengan perjanjian wilayah, terpisah ke dalam kekuasaan yang sampai sekarang ini masih bertahan. Hal yang sudah berlalu sejak selama beratus-ratus tahun yang lalu; Eksistensi yang di kenal sebagai ‘Sang Bintang Suci’ itu di percaya sebagai Manifestasi Alam Semesta. Tak kala ini, kalender Hipsida yang di kenal salah satu peninggalan dari peradaban pertama sebelum tergantikan, hingga kini terpampang jelas di salah satu bentuk Katedral terbesar bagi ras manusia dan itu pun di akui oleh ras-ras suci lainnya seperti para Elf dan juga Peri.


Ras Elf yang sebut sebagai...atau lebih mempercayai bahkan menyembah para Valar dari pada Sosok Manifestasi Alam, mereka menyebut malaikat dengan nama Valar (sebutan bahasa Elf); Entah kenapa para Elf sendiri lebih menyembah para Valar yang di katakan sebagai salah satu makluk penciptaan dari Sosok Manifestasi Alam itu sendiri, tapi sejarah Elf mencatat jika para Valar atau Malaikat pernah menjadi bantuan hidup atas keselamatan maupun kelangsungan ras mereka yang kala itu seakan hilang tujuan hidup mereka ada di dunia ini; masa tersebut di kenal dengan Istilah “Keterpurukan para Elf.”


Berbeda hal dengan para manusia atau lebih tepatnya penyembah ‘Sosok Bintang suci’ itu, bahkan negara yang di sebut sebagai pilar dari kekuatan bangsa manusia atau Kekaisaran Holy Gereja Barat sangat mengagungkan sosok Libia itu sendiri. Para manusia beranggapan jika sosok tersebut yang memberikan mereka kemampuan berbeda dari bangsa lain, membuat para ras lainya Iri dan juga sangat memperhitungkan.


Tapi, di lain sisi; Para manusia juga ada yang berbeda pandangan hidup mereka masing-masing atau di sebut dengan Ateis atau tak memiliki agama. Sosok yang berbeda dari kebanyakan orang yang tak mempercayai sosok Libia di anggap tuhan dan juga Manifestasi Alam...


Jika kalian menanyakan dengan bangsa Demi-human maupun para Demon sendiri; Jelas jawabnya adalah mereka lebih bersikap Netral dari pada berpihak pada idoleologi manapun, sedangkan untuk ras demon yang di sebut ras setengah Iblis lebih berpaling dari hal itu semua, mereka bukan bersikap netral tapi lebih berpedoman pada bangsa iblis yang disebut sebagai Leluhur mereka.


Di tengah keberadaan itu semua, ras manusia yang di berkati akan kemampuan yang membuat ras manapun iri bahkan itu bangsa Demon sekalipun yang terbilang di berkati antara dua kemampuan yang tidak kalah dengan Elf maupun bangsa Demi-human. Yah, itu sebut dengan Compement atau [Unique Skill] dari sejak mereka ada di dunia Etherna.


Tapi di satu sisi, itu semua; Kemampuan yang di dapat oleh manusia tak terlewat dengan campur tangan para Ilmuan yang di miliki manusia yang membuat kemampuan tersebut di atas rata-rata dari sebelumnya, dan itu harus di bayar dengan proyek tak tanggung-tanggung bahkan hampir bangsa manusia musnah di muka bumi ini....hal yang membuat manusia sekarang ini, di katakan sebagai ras yang paling tamak maupun Egois hanya untuk kemajuan semata tanpa memandang hal yang mendalam seperti kemerdekaan dalam Hidup maupun Hak Asasi lainya.


Belum lagi di tambah dengan Diskriminasi yang banyak di lakukan bangsa manusia kala itu, hingga terpecah menjadi berbagai pandang Berbeda hingga berakhir terwujud satu ras yang di sebut para Witch. Witch yang di katakan penyihir sejati berpandang jika ras manusia sekarang itu di sebut ras iblis yang lebih mengutamakan hawa nafsu atau hal-hal yang berbaur tak ber-pri kemanusiaan. tapi itu semua di sangkal dengan dalih yang betul-betul membawa bangsa witch itu sendiri.


Konflik besar terjadi, hingga para Mage yang beraliran witch lebih memutuskan untuk keluar dari ras mereka itu sendiri yakni bangsa manusia. Bangsa yang dulu sama-sama berprisip menghalalkan berbagai cara agar dapat mencapai sesuatu. Namun demikian, jika kita telaah; Bukan hanya ras Manusia dan Witch itu sendiri yang berprinsip demikian, tapi bisa saja para Elf, Demi-Human maupun para Demon itu sendiri. Hingga peradaban ketiga terjadi yang sampai sekarang ini, di tandai dengan terpisahnya bangsa Witch dari ras manusia dan peninggalan dari peradaban kedua masih terlihat jelas sampai dengan terwujudnya peradaban ketiga yang masif dan lebih modern ini


Walau satu sisi, tak di pungkiri juga bahwa ras-ras yang mendii Etherna World licik akan sesuatu maupun memanfaatkan hal untuk kepentingan diri sendiri yang bersifat individual, itu lah yang di pikirkan Zen ketika membaca penjelasan di perpustakaan keluarga Charlotte yang termaksud dalam jajaran daftar ketika ia berburu Informasi untuk kepentingan di masa depan nanti, jadi dapat di tarik kesimpulan jika semua ras itu tak dapat atau tak mudah untuk di percaya secara garis besar.


Danau yang di sebut sebagai peninggalan dari masing-masing kepercayaan yang ada, misalnya para Elf yang menganggap jika para Valar lah yang menciptakan danau tersebut untuk mereka, tapi ras manusia berpatokan pada penyembah Libia, mereka menganggap jika semua itu untuk mereka bagi ras mereka. tapi hal tersebut masih awam di pikiran, bukan berarti mereka menjadi pemilik semua itu bukan!!. Hingga kini ras-ras bertikai tersebut masih berdebat bahkan melalukan agresinya, itu semua tercatat ketika peradaban ketiga di mulai, peristiwa yang di kenal sebagai “Sang Milik Tuhan” itu.


Jika kalian menanyakan lagi, untuk apa Danau tersebut bagi mereka atau lebih tepatnya bagi bangsa mereka? Danau yang berwarna biru muda transparan tersebut di yakini; Mempunyai Magic Penyembuh tingkat tinggi bahkan dapat mengatasi sihir kutukan dari bangsa Witch yang sangat di waspadai banyak ras, belum di tambah energi alam yang melimpah ketika di konsumsi.


Perebutan-perebutan yang terjadi dari berbagai kalangan, misalnya mereka menginginkan sumber daya tersebut karna manfaatnya, ada lagi yang menganggap jika semu itu memang di ciptakan untuk mereka sendiri; Hingga berujung pada korban yang berkepanjangan. Sampai demikian, tak ada lagi konflik atas semua ini, tak kiranya hingga sampai mereka mempunyai kekuatan cukup lebih besar dari ras lain.


Itu lah yang di baca Zen selama ini bersumber dari buku tua yang copy dari salah satu buku yang pernah ia lihat di distrik pertama kota Alliance City, dari berbagai Deduktif yang ada dalam pikirannya, maupun informasi dengan jelas tercetak di buku-buku.


“Sejarah memang tak terlepas dari waktu, waktu pun juga tak terlepas ruang yang sekarang saling Sinkronisasi maupun menciptakan hal yang di sebut Kronologis. Tak berpaling maupun tak menyatu, entahlah!” Ujarnya yang sedang melangkah.


Tapi, apakah kalian tahu, jika danau suci atau Danau Eriena, suatu hari nanti akan memilih siapa yang pantas menjadi pemiliknya; Ramalan dan juga beberapa kabar burung beredar jika danau suci Eriena yang akan memilih tuanya sendiri suatu hari nanti, masihlah tak begitu di percayai banyak orang bahkan itu bangsa Elf, tapi bagi bangsa peri maupun pemimpinya sendiri menunggu akan peristiwa itu; Sosok pemimpin dari bangsa peri itu sendiri di juluki The Queen Of Spirit, seorang yang akan menjadi rekan dari sosok “Balance” atau pemuda.....berambut....Putih!!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Note;


Di chapter kali ini, gw hanya ingin jelasin peristiwa-peristiwa yang kemungkinan, ada hubungan dengan chapter seterusnya.