
Lima orang bahu-membahu berjalan beriringan satu sama lain, Ada Zen, Hendrick, Leonhart, Near dan Peter melangkah kaki dari Satu Langkah ringan mereka menjadi langkah sedikit cepat. Seorang perempuan Berambut Coklat muda dengan Setelan Gaunnya berwarna biru tua beranda, dengan Gaya rambut Skroll berponi menghapiri mereka Berlima Atau lebih tepatnya mereka berempat.
Guinevere De Barekyou, Itu lah nama dari perempuan berambut Skroll itu, Nama yang sangat cocok dengan perempuan berambut Coklat berponi yang satu ini. Nama yang tertera jelas keluarga Barekyou di Akhir namanya Hinga membuat ia begitu di segani. Keluarga Barekyou yang terkenal dengan keluarga yang ahli dalam Sihir baik itu sihir Tipikal apapun. Keluarga bangsawan yang Lebih Fokus pada kemampuan sihir dari pada Martial Art yang lain, Membuat keluarga ini beda dari keluarga bangsawan menitip beratkan pada kedua-duanya.
Wanita itu Kelihatannya cukup pemarah dari perempuan Feminim lain, Namun demikian itu tak menyurut Kecantikan yang dia miliki, Bahkan Sudah Seantero Akademi tau bagaimana Kecantikan Julukan dari Bunga Akademi ini, Bukan Hanya Kecantikanya saja tapi penguasaan sihir yang ia miliki begitu di perhitungkan bahkan tak ada berani yang melawannya.
"Ada apa sih?" Batin Zen bertanya.
Zen benar-benar tak tau kejadian sebenarnya sekarang ini, kala itu perempuan berambut Coklat ini menghampiri mereka berempat yang harus melibatkan Zen dalam kejadian Empat anak muda di depan mereka. Zen juga merasa ada yang aneh maupun hal-hal yang mencurigakan yang di tunjukan Hendrick, Hendrick yang selalu berdalih Menjadi Panduan Zen dalam mengenal lingkungan akademi tapi Zen sendiri menolak usulan anak berambut Coklat itu, bukan karna ia tidak butuh bantuan, Kenyataanya ia sudah mengetahui sebagian selak-beluk Lingkungan akademi yang ada melalui bantuan Zenos.
Walau Demikian, Anak Keluarga Charlotte itu bersisi keras agar ia dapat menjadi Panduan dalam mengenal lingkungan akademi. Entah motifnya seperti apa, tapi sepertinya ada udang di balik batu. Jadi Zen hanya bisa menghela napas berat menyetujui apa yang ada.
"Hei kalian sudah kukatakan kan jangan Bolos kelas, Jika ada jam pelajaran" Ujar perempuan yang ada di hadapan mereka berlima dengan Teriak-teriak.
"Aduh..Kenapa sih kamu Guin, Kami tak melakukan apa yang kamu tuduh kepada kami sekarang ini" Ucap Peter dengan mengelak menepis semua tuduhan yang ada.
"Bagaimana ini Hendrick" Leonhart berbisik.
"Halo Guin" Ucap Hendrick dengan senyum Canggung di paksakan.
Hendrick melirik kebelakang tepatnya kearah Zen yang menatapnya Tajam, Seakan menanyakan semua ini. Ia yang tahu tatapan yang di arahkan kepadanya hanya meneguk Salivanya sedikit lebih kasar. Kendati anak berambut Coklat itu berharap sesuatu yang lebih dari Zen akan situasi ini. Ia terpaksa melakukan ini, Karna Zen yang selalu membungkam mulut banyak Orang dengan kata-kata yang ia ucapkan.
"Ayolah bantu aku Zen" Hendrick menggunakan telepati dari kemampuan Inner Feeling nya.
Zen yang mendengar semua itu, Sepertinya harus turun tangan, walau pengetahuan rata-ratanya mengenai sifat pribadi perempuan sangatlah buruk, Setidaknya ia harus menangani masalah ini cepat atau lambat agar tak menyusahkan dirinya juga.
"Maaf...Nona Guin, Bisakah anda memelankan Suara yang anda keluarkan, itu..." Ucap sambil melihat orang-orang sekitar.
"Sangat menggangu keadaan sekitar" Tambahnya.
Yah, Nampak orang di sekitar mereka berbisik sepertinya membicarakan ini semua, Dari yang Terdengar seperti seorang penggosip. Tanpa sadar Guin memalingkan wajahnya sekilas melihat apa yang terjadi, Ia yang melakukan itu karna perbuatannya sendiri hingga membuat sebuah omongan yang tak mengenakan untuk di dengar. bukan berarti tidak ada respon dari semua itu, Perempuan itu nampak wajahnya memerah padam berwarna Tomat sampai di ujung telinganya.
"Ini Semua Karna kalian..." Guin berbicara lantang, Tanpa sadar mengeluarkan Unique magic nya.
Rune Sihir tercipta berwarna biru tua, mereka berempat di buat ketakutan apa yang mereka lihat. Zen memperhatikan dengan saksama yang ada, Cukup baginya membuktikan semua ini, Ini adalah salah satu sihir Unique yang ada karna pembawaan dari Compement sendiri. Peristiwa ini bisa di katakan salah satu proses langkah terjadi pada tubuh manusia. Hingga kini hanya beberapa orang saja yang dapat di hitung jari mempunyai keadaan langka seperti ini.
Magic Manipulation Grafiti itulah sihir yang di pergunakan, sihir yang dapat memanipulasi Hukum Grafitasi yang ada, jaraknya sekitar 20 meter dari pusat pengguna, Sihir ini terbilang sihir tingkat atas dari Sihir Tipikal Controller berskala besar, dengan memanfaatkan itu semua sang pengguna dapat memanipulasi Objek apa saja yang mempunyai bobot dan di kenakan dengan namanya Hukum Grafitasi.
Bahkan bisa saja sang Pengguna menghilangkan Bobot benda dari Objek yang ingin ia hilangkan, Grafitasi yang Juga berpatokan pada pada berat benda, Tapi semua itu ia hanya dapat memanipulasi benda padat yang mempunyai kerapatan dalam Grafitasi itu sendiri.
BUKK...
Terlempar secara bersamaan, Mereka di buat tersungkur telak mencium tanah, Hampir saja Zen di buat terkena sihir ini juga, Untunglah Zen mempunyai Unique magic Absolute Law; Bergerak cepat membatasi semua Hukum Grafitasi yang berada di sekitar dirinya. Biarlah mereka merasakan apa yang namanya pembalasan.
"Aduh Sihir ini lagi, Sakit banget tau"
"Hei..Peter bisakah kamu jangan bicara seperti itu nanti..."
"Oh...Kalian masih, mau lihat kemarahan ku rupanya".
"Benar...benar perempuan itu aneh yah" Ujar Peter.
"Peter...Janga~"
AH....
Semua yang di lakukan Zen sepertinya hanya memperburuk keadaan, Itu pun Zen tak memprediksinya akan terjadi seperti ini. Walau demikian prediksinya akan mengarah sampai sini, Tapi itupun sebatas prediksi saja belum tentu akan terjadi.
o0o
"Hei Zen... Kenapa kamu tidak terkena efek sihir itu sih" Tanya Hendirck.
"Ini.. Benar-benar Sakit banget Loh Zen" Ujar Peter.
"Sudahlah kalian...Lebih baik kita mengantarkan Zen berkeliling saja".
"Yah..Itu jauh lebih baik" Balas Near Tersenyum.
"Memang itulah Jauh lebih baik" Gerutu Hendirck.
Sudah sewajarnya jika Zen tak dapat terkena sihir itu, walau pun ia harus memakai Absolute Law tapi tak lupa dengan konsep maupun imajinasi sihir yang ia gunakan, Jadi ini tidaklah mudah seperti kebanyakan orang pikirkan, Keakuratan maupun Kecepatan berpikir menjadi main ide nya dalam hal ini.
Patut di perjelas lagi, Hukum bisa saja Zen Manipulation tapi bukan berarti ia dapat Manipulation dengan mudah sesuai Logika yang ada, Bukan menduga-duga apa lagi. Jika kita menggunakan Hukum yang bersifat kebenaran maka Kebenaran maupun Faktalah yang menjadi Hal dasar.
Mereka Berjalan seperti biasa dengan langkah ringan, Tingkatan akademi disini terbagi menjadi lima tingkat sesuai, Di mulai dari umur 15 tahun hingga 20 tahun. Menurut kebanyakan Ahli sarjana sihir, mereka menetapkan Jika umur 15 tahun adalah umur yang cukup dewasa berada rata-rata. Entah apa yang mereka pikirkan, tapi sudah di ketahui banyak orang maupun seluruh ras manusia yang ada, jika Umur 15 tahun di katakan umur yang Dewasa bahkan Umur seperti itu sudah di pertunangan.
"Zenos bisakah kamu Menganalisis Kekuatan Guinevere De Barekyou".
[Di Mengerti].
[Analisis Data Di Mulai].
0%...25%...50%...75%...100%
[Analisis Selesai].
[Data Akan Langsung di kirim di Otak Pengguna].
Name: Guinvere De Barekyou.
Age: 16th
Iris Color: Biru keunguan unguan
Hair Color: Coklat
Skin Color: Putih Susu
Affilition: Zugen Empire
Unique Skill (Compement): [Rare Of [Mana]]
Second Skill: Manipulation [Mana]
Unique Magic: [Manipulation Of Grafitasi], [Manipulasi berat benda], [Magicule].
Mana Kapasitas: S-
A Spesialis: Magic Master
Tipikal Magic:
• Magic Elemental: [Fire] B+
• Magic Controller: S-
• Summoning Magic: F (Tidak Ada)
• Sealing Magic: B+