My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 37. Kekhawatiran



"Apa-apaan ini"


"Ini Bukan Namanya Ujian lagi... Tapi..." Ucapnya terpotong ketika ada orang yang menghampirinya.


"Hendrick Kamu Kenal Orang itu"


Hendrick berbalik ke Suara yang sangat Familiar, terlihat tiga teman kelasnya Leonhart, Near dan juga Peter berjalan menghampiri mereka berdua Hendrick dan juga Ernest. Mereka bertiga juga Tadi melihat Hendrick dengan Orang tak di Kenal memasuki Kerumunan Secara paksa, Hingga menjadi pembicaraan Murid yang mereka lewati, kata-kata Yang di dengar membuat mereka bertiga Risih, Terpaksa mereka memperhatikan kerumunan dan tak sengaja melihat Hendrick yang masuk secara Tergesa-gesa di lautan manusia Itu.


"Siapa Itu Hendrick" Ucapnya berbisik di dekat Telinga Hendrick.


"Itu teman Sekelas ku" Balasnya.


"Oh..." Beo Ernest.


Papan Proyeksi melayang, Tiba-tiba bergetar Kuat membuat Murid akademi yang memperhatikan Terkejut bukan main. Dengan Refleks respon mereka, Tatapan Pandangan kembali tertuju dan itu pun sama bagi kelima Orang yang di kenal Zen atau lebih tepatnya Hendrick, Ernest, Leonhart, Near dan Peter. memperhatikan secara saksama apa yang di tunjukan papan proyeksi, Papan Proyeksi kembali bergetar Kuat membuat semua yang ada di buat Heran.


Dua Orang yang sangat di kenal Hendrick sedang bertarung meluap-luapkan Sihir mereka, Tumpah tindih satu sama lain. Sekarang ini orang melihat di papan proyeksi juga terkagum-kagum bahkan ada yang melongo seperti seorang Idiot.


"Pertarungan Macam apa ini".


"Benar-benar di luar logika".


"Apakah ini Ujian yang akan kita jalani Juga".


"Lihatlah.... Seperti pertarungan Hidup dan mati".


Ucapan-Ucapan yang begitu melakonis dari setiap murid akademi melihat. Bahkan ada saling mendukung satu sama lain memberikan dukungan mereka atas pertarungan yang sangat Spektakuler itu, Walau wajahnya Tak jelas di tunjukan dalam papan Proyeksi, tapi itu sudah membuat mereka sangat bersemangat bahkan sampai-sampai mereka meneriaki dengan Keras kearah papan Proyeksi seperti orang gila.


Hendrick yang tau jika itu adalah Zen sangatlah Khawatir, Ia tak pernah sama sekali terkejut jika kekuatan Zen seperti itu, Ia yang mempunyai Magic Sensorik dapat mengukur kekuatan seseorang, tapi Hendrick sendiri tak dapat mengukur kekuatan dari Zen. Membuatnya terkagum-kagum dengan pemuda berambut putih itu, belum ditambah Hawa keberadaannya seperti seorang sangat penting baginya yaitu ibunya, Hingga ia seperti memuja Sosok Zen itu sendiri.


Tak ada pilihan lain, Ia menggertakan giginya secara kasar bergulat dengan perasaan negatifnya itu. Jika orang bertanya bagaimana Kekhwatiran Hendrick? Jawabannya adalah Sangat...Sangat...Sangat Khawatir.


"Tidak ada cara lain lagi, Aku harus bertemu dengan Zen" Batin Hendrick melangkah berbalik pergi keluar dari kerumunan yang ada.


"Hendrick Kau mau kemana" Teriak Ernest.


Hendrick berlari, Sembari menggunakan Sihir sensoriknnya, kemampuan bawaan dari Compement Inner Feeling. Merasakan Hawa keberadaan yang tak dapat di tukar atau di musnahkan jika Satu individu itu belumlah mati, walau Objeknya sendiri menggunakan Teknik Asassin Art yang dapat mentrasparantasikan Hawa keberadaan mereka dengan Hawa keberadaan alam, maka mereka salahlah besar. Itu Cukup bagi orang yang tak dapat mendeteksi kalau ia menggunakan Sensorik biasa, Sedangkan sihir Hendrick sendiri merupakan kemampuan bawaan dari Compementnya yang setara dengan Unique Magic Compelete Sensorik bahkan Lebih tinggi diatasnya.


o0o


Zen menebas dengan gerakan tanganya sangat cepat semua Logam tajam menyerang kearahnya, Lalu tiga buah portal sihir dengan ukuran menengah kebawah, Portal pucat itu lalu mengeluarkan logam-logam yang sama dengan cara mengeluarkan dari dalam portal itu sendiri, Kecepatannya juga terbilang sama ketika Logam itu menyerang Zen sebelumnya. ini seperti sihir duplikat, dengan Kerumitan yang lumayan.


Jendral Lucas pun bingung ia tak pernah sama sekali melihat seni berpedang seperti ini, Ia akui jika Zen adalah Pemuda yang jenius ketika mengajari bersama Hendrick dasar dalam Martial Art, Tapi Kecepatan dalam perkembangannya memang....Tak di percaya, Seperti Monster dari para Jenius. Tanpa sadar ia bergulat dengan pikirannya hingga, Serangan balik yang di lancarkan oleh Zen bersamaan dengan logam tajam menggoresi Pipi kanan sang Jendral, Cairan berwarna merah turun secara perlahan di pipi kanannya membuat ia Refleks memegang Darah yang mengalir.


Ia sedikit tersenyum, Melihat kembali kearah Zen jauh darinya, Tak di pungkiri ia juga bangga dengan Perkembangan Zen karna telah mengajarkan ia sebagai Instruktur, Itulah perasaan Guru kepada murid sangat kuat tak terpisahkan, Tapi apakah sang murid merasakan juga hal yang sama dari Sanga guru.


Melesat dengan cepat, Hingga tendangan pada Tumpuan di lantai pun terasa, Zen juga Sama menggunakan Asassin Art yang di pelajari bergerak mengikuti secara cepat seperti sonik dengan serangan yang akurat, Tepat pada Vital. beradu pedang lagi dan lagi, hingga Tadi menyerang berganti pada penyerang Sihir secara besar-besaran.


Jauh di belakang Jendral Lucas Menyodorkan Tanganya keatas Lalu mengepalkan kuat setiap Genggaman yang ada.


[Magic Elemental Manivestasi]; The Ruler King Of Metal.


Rune Magic lebih pekat tercipta lagi dengan sedikit warna abu-abu, Logam runcing yang menyerang berhenti secara bersamaan, Sihir pengendalian Element yang di tunjukan berkelas Rank S membuat siapa saja takjub, Logam yang di sebut salah satu Logam terkuat sama dengan Andermantium yaitu Lonsdaleite. Logam berwana Hitam ke abu-abu dengan Komposisi materi yang lebih kuat dari Berlian bahkan lebih keras di bandingkan benda berharga itu, Tingkat pengendalian untuk mengendalikan Benda sekeras membutuhkan mana yang Ekstra dan penguasaan mental dalam konsentrasi tak luput dari ini semua.


Logam Itu membentuk ribuan pedang bertebaran, Zen juga berpikir apakah Api Hitamnya dapat melelehkan Sihir logam yang ada di depannya, Ia Cukup ragu-ragu menggunakan Api Hitam karna penguasan nya masih belum sempurna dengan Api yang lain, Tapi jika keadaan Terdesak mau tak mau ia harus menggunakannya walau mentalnya yang menjadi bayaran untuk itu semua.


Zen menghindari setiap Serangan, Walau pun begitu ia juga kewalahan dengan Kecepatan serang yang di lancarkan. Namun demikian Zen berpikir terus-menerus mencari sebuah jalan keluar, Terpaksa sepertinya harus menggunakan Api Hitamnya. Kedati begitu ia tak dapat bergerak secara leluasa untuk Menggunakan Sihir Api Hitamnya, Dan keterpaksaan kedua kalinya Zen harus menggunakan Sihir Unique Juga [All Materi] agar ia mendapat celah untuk mengaktifkan Spellnya.


[Unique Magic]; Free Molekular Compaction


Pemadatan molekul bebas di udara membentuk Sebuah dinding Barrier dengan Pola Segi lima Transparan, Mungkin Ketika orang melihat itu adalah Sihir Barrier yang tingkatannya lebih tinggi. Barrier dari Molekul itu Menghentikan semua serangan sihir logam, Bertumpu pada dinding-dinding hingga tak menyentuh Zen, Tapi belum sampai di situ Pedang pedang dari Logam Lonsdaleite yang termaksud Logam Anti Magic dapat menembus Magic apapun, Bahkan Barrier berlapis pun dapat ia tembus.


"Untunglah..." Batin Zen.


"Tapi....Aku tak akan menyerah" Batin Zen.


[Black Flame Manipulation]; Hell Fire


BHUSS....


BHUFF..


DUSS..