
"Bagaimana Dengan Anak anak hari ini, apakah mereka bersenang senang Dalton."
"Iya Tuan."
"Hmmm...jadi begitu yah, apa yang mereka lakukan satu hari ini" Tanya paman Sebastian masih bergulat dengan Dokumen dokumen yang ada di atas mejanya.
"Seperti biasa Mereka mengunjungi Alun alun kota, menemani...Tuan muda Ernest pergi ke Asosiasi Guild petualang dan Pergi Ke kediaman Keluarga Liqued" Jawabnya.
"Oh..Seperti itu yah" Beo Paman sebatian
"Apakah anak anak itu ada di kamar! Ketika makan malam selesai kumpulkan mereka di Ruangan Makan Keluarga" Katanya cukup Tegas.
"Baik tuan saya akan melaksanakannya....kalo begitu aku permisi Dulu" Jawabnya.
Paman Sebastian Sedikit melirik matanya pada Sebuah Selebaran yang tadi ia Urus di Departemen kependudukan setelah itu ia menghubungi kakaknya Kaisar Sender Van Charlotte selaku Pemimpin dari kekaisaran Pentagrom. Hal-hal yang ia urus cukup berurusan Anggota Keluarga Charlotte itu sendiri.
TOk..TOk..TOk..
"Tuan apakah anda di dalam" Ucap seorang dari seberang pintu.
"Masuklah Hend" Balasnya.
"Tuan sedikit ada masalah terutama Status dari Tuan Muda Zen sendiri."
"Apakah Kamu sudah membuat Status penduduknya dan memasukkannya di keluarga Charlotte."
"Kalau masalah itu aku sedikit Ragu apakah kakak anda akan menerimanya sendiri" Balas Hend.
"Aku juga tau itu, tapi aku sudah menghubungi kakakku walaupun Ia harus melihat sendiri dan memutuskan nya, ia memberikan satu tahun agar Zen sendiri dapat beradaptasi dan ketika ulang tahun kekaisara, aku akan membawa Zen dan disitulah kakkaku akan memutuskan" Ucapnya panjang lebar.
"Kalau begitu saya akan mengurusinya dulu...Permisi" Jawabnya langsung memberikan Hormat dan pamit meninggalkan Ruangan.
"Hmmm"
Ia tau bahwa jika Ini sedikit Rumit tapi ia harus berusaha, ia merasa bahwa anak itu Sedikit berbeda dari kebanyakan orang bahkan dari anaknya sendiri. Hawa kehadirin yang sama dengan Istrinya membuat ia sedikit bingung. Bagiamana tidak Perbedaan presentase dari Seorang yang memiliki Hawa kehadiran berbeda seperti Bumi dan langit yaitu 1:50.000, langka sekali bagi orang yang mempunyai kesamaan maupun mustahil Meniru itu sendiri.
Beranjak dari Tempat ia sandari, berdiam sambil melihat Matahari Terbit yang begitu indah. Bukan hanya memandang dengan Rasa Estetis di lubuk hati yang paling dalam melainkan Rasa rindu.
Disisi lain Zen memandang Keluar di dalam Jendela kamar yang sedikit agak besar, Cahaya jingga masuk kekamarnya hingga membuat Zen tanpa ia sadari melamun,melamun karna Rasa De Javu itu sendiri. Ia Cukup Rindu dengan Negerinya itu, tapi tak mungkin juga kan ia harus kembali, terkadang ia pernah berpikir apakah Tugas yang di Tugaskan kepadanya dapat ia selesaikan. Waktu yang terus berjalan hingga kini membuat ia sedikit Pesimis tapi hal Harus ia sadari, walau manusia itu sedikit Tamak maupun mempunyai ambisi yang kuat tapi,Sebagai semua itu mereka lakukan bukan semata karna Sikap mereka yang bersifat individual, mereka masih mempunyai apa yang namanya Sanubari dari hati yang dalam. Itu lah kenapa mereka begitu bekerja keras untuk kebahagian para penduduk mereka.
Warna Jingga di Cakrawala berganti menjadi Gelapnya malam, di susul oleh Pencahayaan Kota yang terlihat indah jika pandang mata, distrik ketiga sediri atau Distrik para bangsawan terbilang lebih tinggi dari dari Distrik kedua. Relief yang mendukung Membuat bangunan yang ada dapat memandang suasana Di Distrik Kedua maupun Distrik pertama.
TOk...TOK..
Suara ketukan terdengar hingga membuat Arah Iris Biru Zen memandang apa yang ia dengar, Zen merasa Cukup aneh dengan dirinya. bisa dikatakan Tubuhnya di Perbaharui bukan hanya pemikiran dan juga Analisis bersikap logisnya meningkat melainkan Fisik yaitu panca indarannya sedikit Lebih tajam dari Rata rata yang ada; Ia sudah menkonfirmasi semua itu dari Zenos sediri.
Menurutnya ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama karna Berkat dari Eksistensi yang membuat Zen itu berpindah dan yang kedua karna Sihir pemindah itu sendiri. Tapi kemungkinan paling besar adalah Opsi kedua, kenapa? Berkat yang di berikan kepada Eksistensi itu sendiri setelah Zenos analisis ada tiga dari Semua yang pernah Zen alami atau bisa dikatakan Zenos sendiri lah yang membongkar semua kejadian masa lalu dari pikiran Zen.
Yang pertama Zenos itu sendiri, atau Sistem Informasi atau panduan, yang kedua belum di konfirmasi dari Zenos dan yang ketiga adalah Senjata katana yang Zen tak ketahui berasal dari mana Opsi kedua sendiri masih di bilang tanda tanya, Zenos berkata ini masihlah Asumsi jadi ia tak mau menebak nebak apa yang terjadi.
"Tuan Muda jamuan Makan malam telah siap" Ucap orang dari seberang.
"Iya..tunggu sebentar" Balasnya.
"Yo..Zen" Seperti biasa Hendrick dengan sapanya itu.
"Halo kak Zen..ayo Duduk di sampingku ini masih ada kursi kosong Ucap Susan dengan senyum hangatnya.
"Tidak..Zen duduklah Disamping kursiku ini" Sambil memukul pelan Kursi yang Empuk itu.
"Kakak...Kenapa Kamu selalu menghalangiku berdekatan dengan kakak Zen" Rengek Susan.
"Siapa juga yang mau melepaskan Pria tampan seperti wajah Zen ini" Balas Isabella dengan Tersenyum.
"Sudahlah kalian berdua kamu tidak Lihat yah kalau Zen sedikit kebingungan."
"Ayo Zen Duduk Di sampingku ini masih ada Kursi kosong" Kata Hendrick yang di balas tatapan Tajam dari dua perempuan yang berbeda umur itu.
"Eh...iya" Sambil menyodorkan bokongnya ke arah Tempat duduk yang terasa Nyaman itu.
"Apakah kalian tadi Bersenang-senang dengan Acara keliling kalian itu" Ucap Paman Sebastian sebagai pembuka.
Pffft...
"Hahahaha..." Ketiga Orang kompak tertawa begitu lebar tapi tak seperti Zen yang serius dengan makannya.
"Ayah..apakah kau tau, tadi ketika Uji Coba Senjata yang di buat kak Ernest, ia pingsan dengan cara sedikit lucu tidak tidak bahkan Sangat lucu" Ucap Susan yang tak kuasa dengan Tawanya.
"Benarkah?" Ucapnya dengan Mengernyitkan Dahinya.
"Katanya ia Sangat Trauma dengan Suara yang begitu besar seperti ledakan karna kejadian tempo hari, kasus yang menggegerkan di kediaman Liqued itu ayah.." Kata Hendrick yang Tawanya sedikit mereda.
"Dan lagi ayah...Cara pingsannya yang tak biasa membuat perutku sakit ketika mengingatnya, bahkan itu baru pertama kali aku melihat cara pingsan seperti itu" Ucap Susan yang masih dalam mode Tertawanya.
"Sepertinya kalian sangat Bersenang-Senang, tapi ada yang ingin ayah bahas dengan kalian semua" Wajah serius paman Hendrick dan langsung mengarah pandanganya pada Pada Zen.
Zen yang tadi Serius dengan makannya yang menurutnya sangat Enak, melihat pandangan paman Sebastian yang mengarah padanya, sungguh membuat ia sedikit Gugup.
"Ini mengenai Zen...." Ucapnya sedikit menjeda sehingga perhatian yang ada semua mengarah padanya.
"Zen kamu Sekarang telah menjadi Keluarga Charlotte" Sambungnya langsung membuat ketiga kakak beradik itu bersorak Riang.
"Hari kamu Resmi menjadi Anak angkat dari Keluarga Charlotte dan Sekarang namamu Zen Arnold Van Charlotte" Tambahnya.
Hening yang menjalar membuat Suasana begitu diam seketika, ketiga saudara langsung membeku ketika mendengar apa yang di ucapkan ayahnya. Langsung saja Susana yang tak terduga di tampang mereka-masing.
"Sekarang kak Zen telah masuk keluarga Charlotte jadi kak Zen hanya punyaku seorang" Ucap Susan dengan senyum lebarnya.
"Sepertinya kamu ingin bersaing denganku Susan" Balas Isabella dengan senyum mematikannya.
"Apa maksud kak Isabel, Susan tidak mengerti" Dengan senyum yang mempunyai makna tersembunyi.
"Yes sekarang aku punya saudara laki laki,aku sudah menunggu sejak lama akhirnya terkabul juga" Sambil mensejajarkan tanganya seperti Berdoa.
Zen melihat Keantusiasan mereka semua atau lebih tepatnya keluarga barunya itu hanya terharu, ia tak pernah sama sekali merasakan Apa itu keluarga maupun kasih sayang sesamanya, membuat ia bertekad akan selalu membahagiakan dan juga melindungi apa yang ia punya sekarang ini.