My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 76. Surat Dan Evolusi



Di seluruh Etherna World, lebih tepatnya wilayah bagaian barat hampir seper empat dari total wilayah Etherna Land; banyak yang mengenal dengan empat pilar kekuatan, yah, kekuatan yang di klaim sebagai terbesar di miliki Ras Human ini. Banyak yang menganggap jika aspek dalam pasukan di miliki ini, sama dengan keluarga Lucifer di diami oleh para kaum fallen angel, bangsa demon – jika di gabungkan. Secara pasti pun hal itu di garis bawahi, kata pengabungan atau diartikan fraksinya yang sama; sesuatu di katakan hanya sebuah legalitas di atas kertas saja tanpa ada yang saling aliansikan secara semestinya, kecuali itu lumayan menguntungkan — secara harmonis.


Akan tetapi, di balik semua yang ada, ada yang namanya bertentangan dalam beberapa aspek dalam bentuk sebuah norma terikat, misalanya Holy Gereja Barat sangat tak menyukai atapun anggapan tabu akan penggunaan element kegelapan yang secara tidak langsung di katakan bawahan para bangsa demon, yang sebagai sangat melekat akan tipikal sihir ini dalam implementasi sihir non-religius akan sebuah pandangan hidup yang mereka anut, sangat memerangi akan peninggalan-peninggalan bangsa Majing dahulu — menjunjung tinggi akan sebuah kemuliaan, dari sekedar murni dan bersih — di atas segala-galanya berpatokan pada kepribadian Libia, di ajarkan dalam buku “Ordoks of God.”


— Negara yang sangat menjunjung tinggi akan paham yang di yakini oleh bentuk Libia sendiri.


Empat sebutan pilar kekuatan itu, di katakan aliansi karena sebuah perihal–secara historis tanpa ada yang mengganggu satu sama lain, kehendak dapat di bantahkan. Idealisme yang mempengaruhi, tak akan ada namanya perlawanan ataupun penolakan, terkecuali jika itu sangat tak bertentangan dalam fakta yang ada.


Mengesampingkan demikian, jika di tentukan besar wilayahnya, maka Zugen Empire lebih di katakan besar dari yang ada, di sebutkan besar seluruh seantero wilayah benua bagian barat ini, disusul oleh Kekaisaran Pentagrom, lalu Kekaisaran Elbasta dan terakhir Kekaisaran Holy Gereja Barat, jika di urutkan, dan di susul oleh beberapa kerajaan kecil yang ada ataupun yang setingkat empire dalam bentuk status. Kendati, hal itu di katakan besar, namun belum di setarakan dengan besarnya wilayah di miliki bangsa Demon ini, secara De fakto ataupun De jure—di klaim sepihak.


Terlepas akan semua itu, kembali pada persoalan pertama; empat kekaisaran besar atas julukan biasa di sebut sebagai “Four Great Empires” mempunyai wewenang masing-masing di akui hukum berlaku atau pun hal secara internasional sebagai perwakilan masing-masing sama halnya dengan aktivitas pekerjaan Paman Sebastian, perwakilan dari Kekaisaran Pentagron. Hal ini pun menjadikan sebuah keadaan yang benar-benar solid tanpa ada sebuah keikutsertaan sesuai dengan misi atau pun visi masing-masing oleh empat pihak berwenang, tak terkecuali pun bagi Kekaisaran Pentagrom.


Kekaisaran Pentagrom, yang wilayahnya hampir semua menjadikan hubungan jalur dagang antara bangsa Dwarf atau lebih tepatnya Kekaisaran Dwarf, dari tanah Netral sebagai kongsi dagang yang sangat besar, mengendalikan hampir seperlima dari ekonomi affilition ras human—sangat berhubungan baik, ataupun kolaborasi menguntungkan satu sama lain. Kendati hampir secara teknis dapat mengendalikan hal yang sama, namun Kekaisaran Dwarf di sebut hanya akan menjadi negara non-konflik maupun negara fraksi tanpa bertentangan; bebas jika di lihat dari status dominasi di mikiki—tanpa masalah ingin di buat negara lain, tak sama sekali!


Jika di bilang, dari Kota Alliance City, jaraknya hanya memakan waktu hampir sepekan, dua hari seharusnya tak termaksud hanya memakan lima hari penuh jika menggunakan wagon dengan kecepatan maksimal, ke kota Weil, ibu kota Kekaisaran Pentagrom yang posisinya sangat dekat dengan Danau Eliesta. Kekaisaran ini, berpaham lumayan bebas namun terikat akan beberapa undang-undang yang di susun oleh Kekaisaran itu sendiri ataupun pemerintahan yang terikat, membangun akan hal itu. Hampir semua orang tahu, bagaimana kehebatan di balik semua yang ada, tanpa terkecuali keluarga Charlotte. Keluarga yang di katakan mempunyai unique skill yang di kategorikan dalam bentuk langka, sosial family atau lebih lengkapnya adalah “Sosial Family the Sistem” yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi.


Di rungangan yang sangat familiar, dengan keadaan hening yang berarti suara tak sekali pun terdengar. Namun demikian, walaupun hening tampa ada suara sama sekali di keluarkan, hanya menampilkan sosok Paman Sebastian di ruangannya ini, diam memandang fokus pada sebuah surat yang sangat ia ketahui—dari kakaknya, Kaisar Sender. Ia fokus melihat, tanpa membuka dari penyegelan surat, membaca isinya, hanya menampilkan perasaan rumit yang di landa. Mungkin atau tak mungkin juga ia sudah mengekspektasikan apa yang ada, seharusnya pun begitu, secara dari sikap akan kakaknya, yang lebih cenderung bertindak akan sesuatu.


“....Sudah kuduga, dia akan mengambil langkah ini... Walaupun hanya di berikan satu tahun untuk Zen sendiri beradaptasi sesuai keputusanya, tapi, tak di pungkiri juga, ia tak akan bertindak sesuai janjinya. Hah... apa yang ia lakukan lagi, bukanya sudah kujelasakan,” ujar paman Sebastian.


“Setidaknya seperti Dalton bilang, sudah dua hari surat ini di kirim, lewat jalur Dalton.”


Ia memegang surat itu dengan perlahan, walau itu bukan benda yang mudah pecah, namun hal yang ia lakukan seakan-akan di buat seperti itu, dari bentuk yang ia lakukan; membuka selebaran yang ada dalam ini, tak terkecuali segel yang mengikat. “Huh... sudah kuduga,” ucap Paman Sebastian pelan, melihat sehabis membaca isi surat yang ia pegang.


“Sepertinya Kakak Sialan itu, mau main-main yah, baiklah, akan turuti maunya...” kata Paman Sebastian dengan senyum sinisnya.


***


Di kamar asrama Zen seperti biasa, kompleks asrama kelas yang sudah di tentukan dengan nomor lorong unit pintu 13 sebelah kanan dari jalur utama koridor; membaringkan tubuhnya yang sangat kelelahan ini, akibat panjangnya hari yang ia lewati, berusaha agar tak terlelap. Ia memikirkan kejadian sebelumnya, apakah ini yang di ada di pikiran dari Near? orang yang di katakan Commander Alia ini, terlihat sangat dekat akan hubungan mereka, tanpa terkecuali. Mungkin anggapan ini bisa saja di bilang, di atas kemungkinan lima puluh persen keatas, dan itu bisa saja lebih dari yang di pikirkan oleh Zen. Normalnya sendiri, ini cukup meyakinkan bukan, di satu sisi yang mempunyai dua pengertian yang berbeda, sungguh tak mudah untuk menebak.


Membangunkan tubuhnya yang tegap sehabis merasa cukup mereda akan kelelahan yang di landa, dengan setengah duduk, posis menatap sesuatu di depan sana sejalur dengan dengan arah pandang vertikal di tempat tidurnya saat ini.


“Baiklah... Lumiel, Noir, bisakah kalian keluar!” Perintah Zen menyematkan nama.


Secara bersamaan sesuai kalimat yang di ucapkan Zen tadi, orang di maksudkan pun memperlihatkan wujudnya sendiri—individu yang di kontrak dan menjadi famili-nya. Dua portal Rune berukuran sedang termanifestasi di udara, berputar agak cepat layaknya putaran jarum jam, walaupun setidaknya ini di katakan hanya memperlihatkan putaran datar—konstan. Rune berwana merah dan juga cahaya terang menjadikan warna dari portal yang termanifestasi didepan Zen saat ini.


Sang Peri yang di juluki sebagai the Queen of Spirit, tersenyum tulus menatap Zen yang memperhatikan dengan saksama, entah itu apa yang ia perhatikan, tersenyum tulus dengan tuan yang sangat ia hormati–ia tunggu selama beberapa milenium yang lalu.


“Salam hormatku Tuan,” ucap Lumiel.


“Sepertinya, kamu ada perubahan yang sangat signifikan yah, Lumiel,” ucap Zen memegang dagunya seakan menilai.


Yang di ucapkan Zen adalah benar, wujud yang di perlihatkan Lumiel sangat berbeda signifikan secara pertemuan pertamanya waktu itu, begitupun dengan Noir yang sedikit lebih besar dari wujudnya sebelumnya. Lumiel dengan dominasi cahaya terang (Gaia) selalu merapat di area tubuhnya ini, dengan sayap tipis transparan ciri khas bangsa peri yang sekiranya lebih besar dari sebelumnya juga, tak lupa dengan rambut kuning terang yang di kepang. Aura ketenangan yang benar memberikan suasana tenang yang lumayan mendominasi, memberikan dampak emosional bagi yang merasa. Wujudnya seperti perempuan yang berumur delapan belas tahun keatas, itu yang terlintas di otak oleh Zen setelah melihat wujudnya di bandingkan dengan wujud yang lalu yang sekiranya berumur dua belas tahunan.


“Lihatlah kamu seperti Perempuan Dewasa saja. Wujud pertama yang dulu cukup berbeda, apa yang terjadi?” ujar Zen.


Lumiel masih dengan senyum tulusnya. “Bisa di bilang aku berevolusi, karena anda sendiri tuan. Itu pun sama dengan Noir,” ucapnya.


Noir mendekati Zen yang sedang terdiam ini memikirkan balasan yang ia terima dari Lumiel, ia mengecilkan tubuhnya lebih kecil dari ukurannya saat ini, menggosok-gosok pipi Zen bagaikan anak kucing. “Noir... apa yang kamu lakukan.” Terasa geli. “Hahaha... Noir.. ini, geli.. ini geli,” ucap Zen menahan.


Berselang beberapa menit, Keadaan sudah terkendali, Noir yang berada di samping Zen saat ini menjilati punggung tangan kanannya yang hanya di biarkan begitu saja di begitu kan oleh naganya ini. “Baiklah... tadi kamu bilang evolusi bukan, apa kamu bisa jelaskan aku kurang paham dengan evolusi yang kalian maksud. Bagaimana bisa terpicu seperti itu?”


“Dan lagi kamu tadi mengatakan ini karna diriku bukan... kenapa bisa begitu?” tambahnya.


“Ya, karena ini bisa di bilang ada sangkut pautnya dengan anda tuan. Ini bisa di bilang tidak rumit untuk di jelaskan, namun secara garis besar... ini ada kaitannya dengan [Mana] yang anda miliki juga—sangat unik Tuan dari orang lain.”


“Itu tak seperti yang anda pikirkan Tuan, sebenarnya walaupun kita semua yang ada mengetahui akan wujud [Mana] ataupun kapasitas [Mana]. Terlepas akan semua itu, hal yang tidak kita ketahui yakni; bentuk [Mana] spesial itu sendiri, sama halnya dengan Pola tersendiri yang di miliki masing-masing orang dalam bentuk Commpement magicnya.”


Lumiel sangat tahu bagaimana rasa penasaran yang di miliki oleh Tuannya, ia selalu mengawasi apa yang ia lakukan ataupun menjaga ketika pada waktu yang sama. Ia sungguh mengevaluasi lebih dalam, akan sifat yang ia miliki oleh tuanya ini, tanpa ada rasa yang memberatkan sekalipun.


“Uniknya, orang yang mempunyai [Mana] yang spesial, seperti rare of mana yang di anggap commpement ini, tak sama sekali dapat di kenali oleh salah satu Artefak Magic.”


Zen masih terlihat berpikir, tiba-tiba ia terlonjak akan sesuatu, menyadari. “Tunggu dulu, rare of mana, bukanya itu!!!”


“Kenapa Tuan, apa ada yang mau anda katakan,” ucap Lumel bingung.


“Eh? tidak, tidak, aku hanya kaget saja,” jawabannya terlihat spontan.


“Kaget?” beo Lumiel.


“Ya kaget, begitulah, haha...” Tawanya sangatlah hambar.


—Suasana hening...


“Bisakah anda lanjutkan tadi, Lumiel...” Zen berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Baik Tuan...” jawab Lumiel.


Lumeil pun hanya mengangguk sebagai respon, ia juga tak tahu, lebih tepatnya bingung dengan celaan yang di keluarkan– menurutnya secara spontan oleh tuannya ini.


“Tunggu! Bukankah di pertemuan pertama kita, sudah kubilang jangan memanggilku Tuan bukan. Panggilah dengan namaku, itu lebih baik


“Y-ya, itu benar Zen.” ucap Lumiel yang lebih memahami.


Pada intinya, jika evolusi para penjalin kontrak dalam summoning magic itu sendiri, sama halnya dengan rantai makanan, namun lebih sederhana dari itu, bisa mengambil apa yang di miliki oleh tuannya, ataupun sebaliknya — tanpa ada persetujuan dalam kedua belah pihak seperti perihal yang berlaku—tentu hal itu ada sisi negatif ataupun sisi positifnya yang di terima.


Kendati hal itu cukup normal, namun berbeda lain dengan penyesuaian yang di miliki, yah, ini lah yang berlaku, sama halnya dengan sebuah terobosan dalam kultivasi—secara keadaan mengakibatkan objek menjalin kontrak secara otomatis melakukan hal di sebut sebagi adaptabel sihir dengan karakteristik subjek. Dalam kasus Zen sendiri, Zen mempunyai sesuatu yang berbeda dengan sekian banyak orang, yakni dalam bentuk [Mana] yang dia miliki, keadaan dua hal yang sama. Kita ketahui jika jumlah [Mana] yang di sebut sebagai teori yang ada menjadi landasan ini di pakai, di bedakan dari warna yang berlaku bukan! biru, orange, merah, abu-abu, ungu, dan juga nila. Secara relevannya sendiri, menentukan bagaimana bakat sejak lahir ataupun, bagaimana tingkatan sihir maksimal dapat ia gunakan, secara totalitas, lebih agar kebentuk pengembangan lebih lanjut — karena [Mana] tak akan meningkatkan secara semestinya, lebih kebentuk meningkatkan dengan sendirinya tanpa di sadari.


“Ini cukup membuatku mengerti, apakah yang kamu maksud dengan jenis [Mana] yang sama sekali tak tergabung itu.”


“Benar Zen, di dalam tubuh kita... hanya terdapat satu jenis energi yakni [Mana] yang secara bersamaan beredar mengikuti dengan cara kerja aliran darah, keseluruhan tubuh tanpa saling menyatu. Hal ini pula di katakan berbeda arti dengan bangsa Peri seperti saya ini mempunyai dua Energi yakni [Mana] dan juga [Gaia].”


“Aku lumayan mengerti... setidaknya evolusi kamu itu terjadi karena [Mana] yang aku miliki bukan. Namun, apa yang menurutmu sangat spesial dengan [Mana] yang aku miliki, apakah ini lebih langkah yah...”


“Hmmm.. anda benar sekali, setidaknya di umpamakan kamu mempunyai dua jenis energi namun dalam satu unit.”


Suasana menjadi hening kembali. “Huhhh... baiklah, aku mengerti sekarang.” Helaan napas berat Zen keluarkan.


Zen tersenyum tipis atas penjelasan yang di ujarkan panjang lebar oleh Lumiel, yang ia tahu. “Terimakasih Lumiel, aku tidur dulu.. besok masih banyak yang harus aku lakukan,” ucap Zen di balas anggukan oleh Lumiel.


“Sama-sama Tuan, aku senang membantu.”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Note;


Rate dulu dong, supaya author semangat kalo updet🙏🙏