My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 22. Patut Di Perdebatan



"Apakah kamu sudah mendapatkan informasinya."


"Sudah pemimpin."


"Bagus Taruhlah di Situ, kamu bisalah keluar" Ujarnya.


"Baiklah pemimpin" Jawabnya.


Memperlihatkan Sosok perempuan berambut Hitam tergerai panjang dengan mata semerah darah memperhatikan selebaran yang di taruh di tas meja, ia mendekat dengan langkah kakinya dengan posisi yang begitu dekat dan iris matanya jatuh pada identitas seseorang di Kertas tertera itu; Senyum melengkung tercipta di wajahnya, menampilkan wajah yang lebih menawan dari apa yang di lihat sebelumnya.


TOK...


TOK...


TOK...


"Pemimpin apakah kamu di dalam" Ucap orang dari seberang.


"Hmmm."


Respon yang di keluarkan cukup terdengar di telinga, ia yang di berikan kode masuk menggerakan Engsel pintu yang melekat pada gagang pintu yang ada di hadapannya, tak kiranya juga melangkah masuk sebagai hasil dari apa yang di respon.


"Apakah Ada sesuatu yang ingin anda katakan Nona Alice?" Ucapnya sembari tersenyum.


"I-ini Soal,kejadian kemarin pemimpin."


"Oh yah...apa itu" Nadanya sedikit main-main.


"Masalah ini, soal...Remaja yang menggunakan Alat Mesporises, ini mungkin tak dapat di percaya. Tapi, sebagai salah satu Ahli sarjana sihir di kerajaan~" Ucapnya terhenti.


"Apa maksudmu Nona Alice" Tanya sedikit bingung.


"Aku menduga jika anak itu mempunyai Sihir Seri Malaikat, bahkan itu menantang alam sekalipun pemimpin."


Terlihat wajahnya yang begitu kaget di raut wajah wanita yang di sebut pimpinannya itu, sebagai responya yang terlihat sontak menggunakan tanganya dengan memukul meja yang ia pakai, sehingga bunyi meja yang khas terdengar di sisi ruangan.


"Kamu tidak berbohong kan Nona Alice" Ucap yang dingin.


"Aku tidak berbohong pemimpin."


"Hah...Sudahlah."


Sihir seri malaikat adalah sihir yang sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan lagi dari Sihir Desintegration atau sihir penghancur skala besar. Bagi orang awan mungkin mereka tak tau, tapi bagi petinggi kerajaan maupun Kekaisaran yang lain dan juga organisasi besar-besaran seperti Guild petualang sangat mengetahui Sihir yang satu ini.


Bukan hal yang wajar bagi seorang manusia menguasai sihir ini, bahkan orang yang di sebut mempunyai kemampuan spesial atau Compementnya sendiri tak bisa di bandingkan bahkan itu Compement yang luar biasa sekalipun, sejak ratusan tahun yang lalu ras manusia yang di kejutkan dengan penghancuran satu negara dengan sihir yang satu ini, bahkan puing-puing gedung tak ada yang tersisa terlihat setiap mata memandang, hanya kawah besar sebagai bukti kedasyatan sihir ini.


Sihir seri Malaikat di sebut hanya sebagai julukan saja untuk sihir penghancur berskala besar yang di buat, bahkan lebih besar dari Ekspetasi banyak orang Diseluruh Etherna World, dengan menjatuhkan jutaan korban dalam sekali serang kedipan mata.


Secara garis besar memang Sihir ini tak dapat di kuasai manusia, bahkan sihir generasi pertama bangsa Elf sekalipun berada di bawahnya. Jika kalkulasi dengan peluang dengan keadaan manusia itu sendiri mungkin hanya 0,001% di bawahnya, dan terakhir orang yang menggunakan sihir ini disebut dengan julukan penyihir Strategis. Julukan penyihir Strategis memang bisa di bilang untuk para Mage terkuat bagi para Manusia, dan itu berlaku bagi bangsa witch sendiri.


"Tapi aku masih Ragu-ragu pemimpin" Ujarnya.


"Tidak apa-apa Alice kau sudah berkerja keras" Ucapnya yang tersenyum tipis.


Tak ada kata diam yang ia tunjukan sekarang, hal yang menjadi perburuan negara besar bahkan di antisipasi ras lain di dunia ini terhadap ras yang menguasai.


"Bisakah kamu memberikan informasi yang kamu tau dengan anak itu."


Sesuai dengan yang ia ucapkan, ciri-ciri yang sama persis dengan Orang ketika ia saling berhadapan di pintu masuk guild, sontak saja ia buat pusing kepala sembari memijit pelipisnya yang agak sakit.


Bagi Ahli sarjana sihir mereka sangat begitu profesional dan juga ahli penjelasan dalam hal konsep magic baik itu sihir tingkat tinggi maupun dalam sihir vitalis kehidupan seperti menentukan jumlah kapasitas mana seseorang, sudah menjadi makanan sehari hari bagi mereka yang bekerja di bidang ini. Mereka yang terlatih akan Sihir khusus maupun maupun Aksara Rune magic sendiri sebagai Pengetahuan yang melekat dalam diri mereka. Sangat di ketahui bagaimana Sihir khusus bekerja, bahkan itu dampak dari sihirnya.


Tapi sedikit berbeda dengan sihir khusus yang tak dapat di deteksi melalui warna [Mana] Seseorang, mereka mengidentifikasi Sihir khusus melalui pola sihir yang di keluarkan, pada saat inilah terjadi kesalahan besar bagi Zen ketika menggunakan sihir Indentivikasi dari Division, ia yang tak sadar mengeluarkan pola aneh yang membuat sang Respesionis terkejut bahkan pola aneh itu berbeda dengan pola aneh yang ia pernah lihat.


Sedangkan untuk sihir seri malaikat sendiri yang di punya Zen, itu hanya dugaan belaka yang tak tau kebenaran nya, karna ia begitu curiga dengan pola aneh yang dimiliki Zen berbeda dengan yang lain.


"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk anak itu."


Ruang hening memperlihat seorang duduk, pemimpin yang begitu di kenal bagi semua Guild master dari Asosiasi cabang yang ada.perempuan dengan julukan sang Taring merah Ernelia De Vasgard; Seorang putri sulung bangsawan dari keluarga Vasgard,salah satu keluarga bangsawan terkenal yang ada di kekaisaran Zugen.


"Elize~" Ucapnya.


Langsung saja Siluet hitam berdiri tepat di samping, membungkuk Hormat sebagai tanda penghormatan bagi tuanya yang begitu ia Banggakan.


"Ada yang saya bantu Pemimpin."


"Aku mengutusmu untuk menyerahkan Surat pertemuan para pemimpin yang akan di adakan Satu minnggu lagi."


"Baik Pemimpin akan ku jalankan dengan sepenuh hati" Ia langsung saja menghilang setelah mengucapkan kata kata yang ia keluarkan.


"Dan kamu Angel awasi Anak ini Terus,kamu bisa menjadi guru pembimbing Di Akademi Aliance City karna anak ini akan masuk ke akademi 4 hari lagi,atau lebih tepatnya pada saat penerimaan murid baru."


"B-Baik Tuan" Balasnya.


Orang yang di bicarakan sendiri, hanya berlatih di lapangan arena dengan Santai untuk mengulangi lagi hasil latihannya kemarin.


"Hachiu...."


"Siapa yang membicarakan aku yah" Ucap Zen penuh tanya.


"Hah.. Sudahlah."


Seperti biasa ia melanjutkan apa yang ia hentikan, namun apa yang ia lakukan tidak semata hanya menampilkan tapi juga juga mengevaluasi yang ada, tak di sadari juga Zen membuat beberapa Teknik berpedang maupun Asassin untuk ia persiapkan hari Esok sebagai penentuan, sudah tidak sabar membungkam mulut pria tua itu.


Zen merasa ia harus bertambah kuat, tak hanya dari fisik maupun magic tapi juga pengaruh dan relasi orang kuat yang ada. Ia juga tak tau misi yang harus ia selesaikan sekarang, satu kata yang mewakili itu yaitu “Keseimbangan”, masih menjadi Misteri bagai otaknya untuk memecahkan masalah itu.


"Sudahlah sampai di sini saja."