My Life Is Full Magic

My Life Is Full Magic
Chapter 24. Di Balik Semua, apa Yang Di lakukan



Arena besar berbentuk persegi, terikat sang pria paruh baya dengan Kawat Tipis dari berbagai sisi; Telah di tentukan siapa yang menjadi pemenang dari semua ini, walau begitu, cukup memuaskan hasil kerja keras latihan maupun rencana yang mereka susun tiga hari yang lalu.


Sebenarnya Zen juga terkejut dengan teknik berpedang setingkat ini, bahkan dapat melenyapkan bola api seukuran ban Mobil konstruksi yang cukup besar di dunianya dulu dan itu juga di gabungkan dengan sihir angin yang cukup kuat dari Hendric yang notabenenya api akan bertambah kuat jika di gabungkan dengan angin; Di buat lenyap dengan mudah begitu saja karna hasil tebasan. Teknik Sword art yang di sebut sebagai Slash Attack of Fighter, adalah teknik yang terbilang dapat berkembang sesuai dengan kemampuan sang pengguna dan sangat susah dalam menguasai maupun mempraktekkannya, bukan berarti teknik ini terbilang salah satu teknik terkuat, tapi masih belum di tentukan kebenaranya; Teknik dengan akhir nama Fighter ini adalah teknik khusus yang di kembangkan Seorang master pedang misterius, tak tau keberadaannya.


Entah kenapa sang pria paruh baya ini tau, teknik yang satu ini atau lebih tepatnya bisa ia gunakan di luar kepala. Tapi itu masihlah menjadi kerahasiaan bagi pria paruh baya di depan kedua remaja itu.


Hendrick dengan Telatennya melepas jeratan yang mengikat dari orang yang di hadapan, hanya sedikit menggerakkan jari-jarinya saja dengan mudah ikatan itu terlepas sendiri seperti kemauan sang pemilik. Teknik No Bakujin adalah teknik yang di perlihatkan Hendrick ini, teknik Asassin Art yang cukup sulit untuk di kuasai, tapi bagi orang jenius semua pantangan yang di sebutkan itu tak menghalangi apa yang menjadi kemauan mereka.


"Sudahlah... pak Tua kau sudah mengaku kalah kan."


"Jadi apakah kamu bersedia menjelaskan semua Teknik berpedang yang kamu ajarkan itu" Ucap Hendirck.


"Hahaha..tak ku kira aku akan kalah di kedua bocah yang masih belum cukup umur ini" Ujarnya.


"Diamlah pak Tua..kau itu sudah kalah tau.." Balasnya.


"Tapi -" Tambahnya.


"Sepertinya kalian tidak seperti Anak berbakat dan jenius lainnya yang hanya suka bermalas-malasan" Lanjutnya.


"Apa maksudmu pak Tua."


Sikap yang ia Tunjukan bukan semata sebagai bentuk, hal yang dapat di pikirkan oleh kebanyakan orang, bahkan untuk Zen sekalipun. Entah karna apa, ia terbilang di atas rata-rata mengelabui pemikirannya dua remaja yang di hadapannya, sesuai prediksinya. Tapi untuk satu orang yang sangat dekat baginya yaitu Sebastian Van Charlotte sebagai salah satu teman dekatnya, sudah tau tingkah laku maupun kepribadian orang yang bernama Lucas Von Alasta.


"Perkenalkan Namaku Lukas Von Alasta, Salah satu Kapten dalam Ten Commander Race Human Alliance" Ucapnya.


"Aku begitu terkejut dengan perlawanan yang kalian lakukan, cukup memuaskan bagiku" Tambahnya.


"Jadi Kamu Jendral yang di juluki Sang Mercury itu" Ucap Hendirck dari seberang.


"Yah... begitulah" Jawabnya sambil tersenyum.


Race Human Alliance adalah aliansi yang di bentuk oleh Empat Kekaisaran yang di sebut sabagai Affilition yang berpengaruh baik itu Politik,ekonomi maupun Ideologis yang di miliki masing-masing Kekasairan, dalam hal ini Race Human Alliance yang di Singkat R.H.A atau di sebut Rhei di bawah komando langsung 4 kaisar dari pemimpin masing- masing, semua pasukan yang ada adalah anggota terpilih yang terbilang pasukan Elit di atas para elit bahkan itu menandingi pasukan Bangsa Demon yang berjumlah jutaan.


Zaman selalu berganti sama halnya dengan generasi yang takkla juga berganti. Namun demikian, masalah demi masalah juga selalu di dapat baik itu masalah keamanan yang mengancam sebuah Teritorial maupun masalah ekonomi yang setiap Affilition tak kiranya ingin ditingkatkan dalam posisi tertinggi, oleh sebab itu lah makin hari selama 10 abad ini banyak kerajaan kecil maupun besar dan kerajaan yang setingkat Kekaisaran bergabung dengan namanya Rhei atau Alliance Ras manusia. Belum lagi di tambah ancaman bangsa lain seperti para demon yang lebih melakukan agresinya terhadap ras yang mendiami Etherna World.


Dan juga berkerja sama dengan Negara besar apalagi sebuah Organisasi yang setingkat dunia yang di buat Empat Kekaisaran terkenal adalah pilihan terbaik dalam semua aspek kerajaan.


"Tuan Alasta...bisakah kamu jelaskan kenapa anda menjadi pembimbing kami ini" Tanya Zen yang penuh kebingungan.


"Hmmm...Soal itu yah" Ucapnya menjeda.


"Aku yang menyuruhnya" Suara dari arah belakang.


Suara terdengar sontak secara Refleks ketiga orang itu berbalik.paman Sebastian dan juga Susan berjalan beriringan berpegangan tangan, Susan dengan senyum lembutnya sedangkan Paman Sebastian terkesan tegas tapi penuh dengan senyum takkala tulus yang terlukis di wajahnya.mendekat ketiga komplotan itu.


"Ayah~" Ucap mereka berdua Kebingungan.


"Yah.. begitulah ayah kalian yang menyuruhku untuk menjadi pembimbing kalian selama seminggu ini" Jelas Jendral Lucas.


Kedua orang itu berbalik melihat Jendral Lucas yang berdiri, kedua remaja itu di buat terkejut bahkan sangat terkejut dengan orang yang mereka pandang ini. Wajah pria paruh baya yang terbilang tua yang di lihat sebelumnya telah berganti menjadi seorang pria yang terbilang cukup muda yang di perkirakan Zen berumur tiga puluhan yang seumuran dengan Paman Gazel maupun paman Sebastian itu sendiri.


"Bukanya..kau kan."


"Tuan Alasta kenapa dengan wajahmu itu" Tanya Zen yang keterkejutan mereda.


"Oh...masalah ini kamu tanya saja sama Sebastian" Sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Yah..aku juga menyuruhnya."


"Kalo begitu semua ini telah diatur...jadi kita berdua telah terjebak duluan dong" Ucap Hendirck yang frustasi.


"Begitulah" Jawab paman Sebastian dengan gampang.


Sudah sejak awal paman Sebastian merencanakan semua ini, bukan untuk mengerjai mereka berdua atau perbuatan negatif lainya, tapi ini semua untuk kebaikan mereka berdua sendiri agar bersungguh-sungguh dalam berlatih, dan terbukti benar semua yang di lakukan, bahkan sejak tiga hari ini mereka telah berkembang sangat pesat yang cukup gila jika di jabarkan melalui kata-kata, baik class yang mereka pilih.


Dan lebih mengejutkan lagi, semua yang di lakukan Efektif membuat kedua remaja itu, membuat Teknik berpedang baru dalam dunia berpedang bahkan menguasai Teknik Marthial Art yang terbilang sulit. Bahkan, Zen sendiri tak mengandalkan Zenos selama kejadian tiga hari yang lalu, baik itu menyusun rencana yang amat ia perkirakan semua kemungkinan yang terjadi dan juga teknik yang gunakan, semuanya alami dari dirinya sendiri.


"Ayo kak Zen...kita istirahat dulu" Ucap Susan mengajak sembari menarik tangan yang terbilang besar darinya.


Zen hanya terpaksa menuruti semua ajakan Fadil mungil ini, ia hanya tersenyum tulus menyambut semua apa yang di lakukan padanya.