
Malam itu papa aldo sengaja untuk tidak tidur agar doni tidak berusaha kabur. Karna merasa tidak ada celah, doni pun akhirnya tertidur.
Melihat doni yang sudah tidur, diam diam aldo membuka handphone doni secara diam diam. Dan betapa kagetnya papa aldo yang melihat galeri doni dipenuhi dengan video porno. Ditambah saat ia membaca isi pesan doni, banyak sekali wanita yang ia pacari.
Sifat doni ini berbeda dengan sifat papanya di masa muda. Papa aldo merasa gagal menjadi seorang ayah, dan papa aldo yang semula tidak ingin mencarikan istri untuk doni merubah pikirannnya.
"Maafkan papa nak, tapi papa ingin melakukan yang terbaik untuk kamu. Papa hanya ingin menepati janji papa sama mama kamu. Dan papa tahu siapa yang bisa merubah kamu.. Sebelum semua akan terlambat. " batin papa aldo sambil membelai rambut putranya.
Papa aldo yang masih belum mengantuk keluar dari kamar doni dan menuju ke dapur untuk mengambil minuman. Namun tanpa sengaja ia bertemu dengan kakek atmaja yang juga baru terbangun dari tidurnya.
"Aldo, kapan kamu datang. Kok papa tidak tahu."tanya kakek pada papa aldo.
"Tadi pah jam 11 malam,pesawat aldo tadi cukup lama transit dulu di Singapura. Karna faktor cuaca."
"Oh, terus doni mana? Kamu sudah ketemu dia, atau justru dia belum pulang?"
"Tadi saat aldo datang, dia sudah mau pergi pah. Hanya saja aldo bisa membuat doni tidak jadi pergi."
"Oh iya pah, aldo ingin bicara sama papa soal doni."ucap papa aldo.
"Ada apa al?"
"Sebentar lagi doni sudah lulus kuliah kan pah? Aldo merasa doni sudah banyak berubah, dan bukannya aldo ingin mengambil doni dari papa dan mama hanya saja aldo ingin doni merubah sikapnya kembali. Pergaulan doni disini sudah di luar batas pah. Dan aldo ingin membawa doni untuk kembali ke Indonesia dan menyodorkan doni dengan putri deva. Gimana menurut papa? "
" Apa kamu yakin al? Apa ini gak akan membuat sikap doni akan semakin menjadi lebih buruk. Ditambah kamu menjodohkan dia dengan putri deva. Jika doni menyakiti anaknya deva, apa gak akan berpengaruh dengan hubungan kamu dan deva?"
"Insyaallah pah, aldo yakin. Karna dulu sebelum pergi doni begitu dekat dengan diva. Dan aldo percaya divalah orang yang tepat untuk doni."
"Yasudah terserah kamu. Papa sendiri sudah tidak sanggup mengurus doni. Dia benar benar berubah 180 derajat. Mungkin ini semua karna papa selalu memanjakan dia."
"Sudah pah, jangan menyalahkan diri papa. Tapi aldo gak cuma ingin membawa doni, tapi mama dan papa juga. Gimana pun mama dan papa adalah mama dan papa aldo. Dan aldo sudah membeli rumah buat papa dan mama. Nanti aldo dan doni akan tinggal bersama mama dan papa."
Kakek atmaja terkejut mendengar semua ucapan papa aldo. Ia pun langsung memeluk menantu yang pernah ia anggap penyebab kematian putrinya.
"Aldo, maafkan papa ya. Papa selama ini selalu menyalahkan kamu atas kematian andini. Bahkan gara gara papa, kamu kehilangan banyak waktu bersama doni. Tapi kamu masih selalu menghormati papa. Terima kasih ya al."
"Sama sama pah, gimana pun juga papa dan mama itu orang tua andini, istri aldo. Jadi papa dan mama juga orangtua aldo. Walaupun andini sudah lama pergi, tapi semua tidak pernah merubah segalanya. Dan aldo ingin menemani papa dan mama di hari tua."
"Terus gimana sama papa dan mama kamu. Mereka juga butuh kamu al."
"Enggak pah, sekarang bita dan gilang sudah kembali ke Indonesia. Dan aldo sudah meminta sama mereka untuk tinggal dirumah, dan mereka juga sudah setuju. Jadi papa jangan khawatir ya, aldo sudah persiapkan kepindahan kita tahun depan. Tapi ini rahasia ya pah. Jangan sampai doni tahu."
"Iya al, papa akan selalu mendukung apa yang akan kamu lakukan. Dan papa pikir, perusahaan kamu dan papa lebih baik dijadikan satu. Jadi biar doni tidak bingung untuk memilih."
"Apa papa yakin dengan keputusan papa?"
"Iya al, papa yakin. Papa akan mengalihkan semua harta papa dan menginvestasikan saham ke perusahaan kamu. Biar perusahaan kita menjadi besar."
"Aldo setuju pah. Dan mungkin ini keputusan terbaik." ucap papa aldo sambil mencium tangan kakek atmaja.
Keesokan harinya, semua berkumpul di meja makan. Namun selama makan, doni selalu memegang handphonenya.
Papa aldo yang mengetahui kebiasaan doni, berusaha mengalihkan pikiran doni
"Doni,gimana kuliah kamu?"tanya papa aldo.
Walau merasa kesal, namun papa aldo tetap bersikap tenang. Ia sudah tahu jika doni tidak bisa di kasari ataupun di bentak.
"Oh iya don, kamu dapat salam dari diva, putrinya om deva. Kamu masih ingat?"
Mendengar soal diva, doni langsung meletakkan ponselnya. Dan ia sangat bersemangat mendengar cerita tentang diva.
" Ingat pah. Sekarang dia kelas berapa pak? Dan apa dia udah punya pacar? Dulu kan dia pengen banget punya pacar. Dasar bocil."ucal doni.
"Sekarang dia udah mau lulus don. Paling tahun depan dia masuk universitas."
"Loh kok cepet banget sih pah? "
" Iya dia ambil kelas akselerisasi. Makanya dia lulus lebih cepat dari teman temannya. Dan kayaknya dia belum punya pacar,kayaknya sih nungguin kamu tuh."ucap papa aldo yang langsung membuat doni tersedak.
... Uhukk.. Uhukk....
Karna salah tingkah, doni yang mau mengambil gelas disampingnya malah menjatuhkan air didalam gelasnya. Nenek rara dengan segera mengambil lap dan membersihkan air yang tumpah di meja.
"Doni hati hati dong nak."ucap nenek rara.
"Iya don, kamu kenapa?"sahut kakek.
"Doni, tadi mau minumlah nek kek, cuma kesenggol tangan doni. Makanya gelasnya jatuh."jawab doni yang berusaha menutupi rasa malunya.
Dalam hatinya papa aldo tahu jika doni sedang salah tingkah saat mendengar nama diva. Sikap doni tadi membuat papa aldo semakin yakin dengan keputusannya.
"Andini, semoga diatas sana kamu mendukung keputusan yang akan aku ambil. Bukannya aku ingin mengulang kembali dengan apa yang terjadi, hanya saja aku percaya diva bisa membuat doni kembali seperti dulu dan tolong bantu doa dari atas sana ya sayang." gumam papa aldo.
Selesai sarapan papa aldo sengaja mengantar doni ke kampusnya bahkan banyak yang tak mengira jika papa aldo tak kalah tampan dari doni.
"Pah, kenalin ini mikael sahabat doni." ucap doni.
"Pagi om."ucap mikael sambil mencium tangan papa aldo.
"Pagi, kamu bisa bahasa Indonesia juga?"tanya papa.
"Iya om, saya orang Indonesia juga, tapi saya mendapat beasiswa jadi saya kuliah disini."jawab mikael.
"Wah berarti kamu anak yang cerdas dong. Om seneng doni punya sahabat yang pintar seperti kamu. Kalau gitu om pamit dulu ya, om titip doni ya mikael."
"Baik om."jawab mikael.
"Doni, papa pulang dulu. Nanti kalau sudah selesai kamu telpon papa biar papa jemput kamu."ucap papa aldo.
"Iya pah, papa hati hati ya."jawab doni sambil mencium tangan papanya.
"Iya nak."
Dan saat di mobil, papa aldo langsung menelpon deva sahabatnya. Papa aldo pun berusaha menjelaskan tentang perubahan doni dan berniat ingin menjodohkan doni dengan diva.
Tanpa pikir panjang, deva langsung mengiyakan permintaan papa aldo. Karna ia juga ingin menjadikan doni sebagai pasangan untuk putrinya. Sehingga ia bisa menepati janjinya pada andini untuk menganggap doni seperti putra kandungnya sendiri.