
Sesampainya di kampus baru, doni mengantar diva mendaftar. Dan saat hendak pulang, tanpa sengaja diva bertemu dengan reyhan sahabatnya.
"Hai div, loe daftar kuliah disini juga?" tanya reyhan.
"Iya rey, loe juga mau daftar kuliah sini juga ya? Kebetulan dong, gak nyangka dari SMP, SMA Bahkan kuliah kita bisa bareng ya." ucap diva seraya memukul pundak reyhan.
"Hahahaha, jodoh kali div." jawab reyhan spontan dan membuat doni langsung melirik tajam ke arah dirinya.
"Eheeem... Eheeem... " suara deheman doni.
Merasa kakak tercintanya sedang cemburu, diva kemudian mengenalkan doni pada reyhan.
" Kak doni, kenalin ini sahabat gue namanya reyhan tapi gue biasa panggil rey sih."bucap diva.
"Oh iya rey, ini kak doni yang sering banget gue ceritain ke elo." ucap diva kembali.
Baik reyhan dan doni sama sama menatap sinis. Doni merasa tidak suka pada reyhan yang berusaha merayu diva, sedangkan reyhan juga cemburu melihat diva bersama doni.
"Kok diem sih, ayo salaman dong." ucap diva.
Doni kemudian mengulurkan tangannya pada reyhan.
"Doni,kakaknya diva." ucap doni singkat.
"Reyhan, sahabat diva." jawab rey malas.
"Nah gitu dong, yaudah ya rey gue sama kak doni cabut dulu." pamit diva.
"Oke div,oh iya div besok loe ada acara gak?" tanya reyhan dan membuat doni kembali melirik dirinya.
"Enggak sih, gue kerja baru minggu depan. Jadi selama seminggu ini gue free. Emang kenapa rey?" tanya diva.
"Besok anak anak mau ngadain perpisahan,dan rencananya mau bikin pesta di villanya bayu di Bogor. Loe mau ikut gak? Biar gue ijinin ke bokap nyokap loe." ucap reyhan.
"Wah seru dong. Boleh deh, emang berapa hari disana?" tanya diva penuh semangat.
"Cuma dua hari kok div. Berarti loe ikut ya. Biar besok gue jemput loe. Nanti malem gue kerumah loe buat ijinin ke bokap nyokap loe ya."
"Oke rey,gue tunggu loe dirumah ya."jawab diva yang mendapat acungan jempol dari reyhan.
Diva dan doni kemudian berjalan dan masuk ke dalam mobil. Selama di dalam mobil, doni merasa kesal pada diva karna mengiyakan ajakan dari reyhan.
"Kak doni, nanti kakak beli berapa pasang jas nya?" tanya diva yang tidak digubris oleh doni.
Karna tak mendapat jawaban dari doni, diva terus bertanya hingga akhirnya doni yang merasa telinganya panas langsung mengerem mendadak.
Cccciiittt..
Duuuuaakk..
Kepala diva pun terbentur ke bagian depan mobil.
"Auuuu... kak doni sakit tau."teriak diva sambil memegang kepalanya.
"Rasain, itu hukumannya karna kamu asal main nerima ajakan orang." jawab doni sambil tersenyum licik.
"Oh jadi kak doni sengaja ya bikin kepala diva benjol kayak gini. Lagian apa salahnya sih kak, toh diva juga pergi sama temen temen satu kelas. Pasti mama dan papa juga ijinin aku kok. Atau jangan jangan kakak cemburu ya sama rey?" kata diva sambil mencolek pinggang doni.
"Iddihh, ngapain gue cemburu sama loe. Enggaklah. Ya kalau loe mau pergi silahkan, tapi gue langsung pecat loe jadi sekretaris gue." ancam doni.
"Loh kok gitu sih kak, apa hubungannya coba pergi ke Bogor sama jadi sekretaris kakak? Kan om aldo bilang, kerjanya masih minggu depan. Berarti seminggu ini gue kan free kak." rengek diva.
"Jangan, iya deh diva gak jadi pergi. Dan setiap hari diva kerumah kakak. Tapi ada syaratnya kak?" ucap diva sambil memperlihatkan wajah imutnya.
"WHAT?? Sebenernya bos nya gue apa elo sih div.Yaudah buruan bilang apa syaratnya!" gerutu doni.
"Nanti di mall kita beli baju couple ya kak. Gue beli yang my wife, nanti kak doni beli yang my husband. Gimana?"
"Diva, ngapain kayak gitu segala. Mau dipakai kemana baju kayak gitu. Gak ah kak doni gak mau." jawab doni sembari menyalakan mesin mobilnya kembali.
Diva yang kesal karna penolakan dari doni hanya memalingkan wajahnya. Dan saat melihat kekesalan diva, doni pun akhirnya menuruti semua keinginan diva.
"Yaudah deh iya, kita beli baju couple. Tapi gak boleh dipakai, setuju gak?" tanya doni.
"Oke kak, diva setuju. Kita pakainya kalau udah jadi suami istri beneran ya kak." jawab diva yang mendapat jitakan kepala dari doni.
"KAK DONII!!! Nih kepala masih benjot kak, malah ditambahin di jitak lagi. Sakit tau kak." teriak diva dan membuat doni langsung mengelus luka nya.
"Mana adik cantik yang sakit?biar kak doni tiup ya." ucap doni sambil mengelus rambut diva.
Diva dibuat semakin kagum oleh sikap doni yang peduli dengan dirinya. Ditambah perhatian doni dirinya.
"Kak doni, kak doni. Semakin hari perasaan cinta gue nambah ke elo. Udah ganteng, tinggi, bersih, putih,perhatian lagi. Siapa sih yang gak mau sama elo kak." gumam diva.
"Udah puas belum liatin kakak?" ucap doni sembari mencubit pipi diva dan seketika membuyarkan lamunan diva.
"Ihh kak doni sakit kak, udah buruan jalanin mesin mobilnya. Daripada diva di dalam mobil di aniaya mulu." kesal diva dan dibalas tawa doni.
"Diva, diva. Kalau sama loe kesedihan kakak soal mama kakak hilang. Tingkah konyol dan bar bar loe itu buat kakak selalu bisa senyum." batin doni.
Sesampainya di mall, tanpa bilang ke doni diva langsung merangkul lengan doni.
"Kak jalan kesana yuk. Diva haus pengen minum boba." ajak diva.
"Oke, kita beli minum sambil cari makan dulu ya. Habis itu kita makan, tapi tolong dong diva lepasin tangan kamu. "
"Oh tidak, diva gak akan lepasin tangan kak doni. Inget kata vida, diva kan orangnya pelupa nanti kalau diva hilang gimana kak?"
"Emang ya loe itu pinter banget kalau disuruh ngeles. Udah terserah loe aja lah, kakak pasrah aja." jawab doni.
Selesai dari makan, doni kemudian mengajak diva untuk membeli beberapa pakaian untuk dirinya. Dan hampir semua pakaian doni, diva yang memilih.
"Kak, ini juga bagus. Pasti kakak keren pakai ini." ucap diva.
"Terserah loe aja deh div. Bukannya dari tadi loe yang asal ambil baju buat kakak." jawab doni malas.
" Hahahaha,kak doni ngambek ya?" goda diva.
"Enggak, tapi karna loe udah pilihan semua baju buat kakak, sekarang kita belanja buat loe gantian. Dan semua kak doni yang pilih, gak boleh nolak." tegas doni seraya menarik tangan diva.
"Eh tunggu kak, belanjaan kakak belum di bayar." teriak diva.
"Udah nanti aja, sekalian punya loe juga. Dan sekarang loe duduk sama kayak gue tadi dan gue akan pilihin baju yang nanti loe pakai di kantor."
Tapi diluar dugaan, doni berpikir jika ia akan melihat wajah kesal diva kembali. Dan ternyata pikirannya salah,diva malah senang dan bahagia karna doni yang memilihkan semua baju untuknya.
"Yang bagus ya kak, biar diva keliatan cantik di depan kakak." teriak diva sambil tersenyum ke arah doni.
"*Tuh anak resek banget, k*ok bisa bisanya gue malah kesel sendiri. Rencananya mau ngerjain dia, malah gue yang kena senjata makan tua." lirih doni mengacak rambutnya.