My Beloved, My Brother, My Husband

My Beloved, My Brother, My Husband
Berkemas



Selesai makan bersama,semua kini kembali kerumahnya. Dan saat tiba dirumah, doni langsung pamit pada papanya dan pergi menuju kamarnya untuk mengemasi barang barangnya.


"Pah, doni langsung ke kamar ya."


"Iya,mau papa bantuin?"


"Gak usah pah. Paling barang yang mau doni bawa dikit kok pah. Sisanya biar doni tinggal disini aja."


"Yaudah nak, papa ke kamar dulu ya. Nanti sehabis mandi papa susul kamu ke kamar kamu.Ada yang mau papa bicarakan. "


"Soal apa pah? "


"Nanti kamu juga tahu doni."jawab papa aldo.


Baik doni maupun papa aldo masing masing masuk ke kamar mereka. Namun saat hendak masuk ke kamarnya papa aldo pun di panggil oleh oma bella.


"Aldo, mama lihat hubungan kamu dan doni mulai membaik ya. Mama senang lihat kalian akhirnya akur kembali. Semoga doni akan selalu bersikap baik sama kamu ya nak. Dan ia akan melupakan kemarahannya sama kamu. "


"Mah, hari ini doni terakhir tidur di rumah ini. Makanya dia baik sama aldo. Sebenarnya aldo tahu mah, dia belum bisa memaafkan aldo."


"Maksud kamu? Doni mau kemana? "


" Doni mau ikut kakek dan neneknya pindah ke Jerman mah. Kesalahan aldo di masa lalu membuat aldo kehilangan semuanya mah."


"Jika kamu berat melepaskan doni, kenapa kamu biarkan dia pergi. Terus siapa yang akan jadi penerus perusahaan nantinya? "


"Aldo nanti juga mau bicarakan itu sama doni. Sebenarnya aldo juga gak rela doni pergi, tapi cuma dengan itu mah bisa bikin papanya andini dan doni memaafkan aldo. Dengan ini aldo bisa kembali dekat dengan mereka."


"Aldo, kamu yang sabar ya. Mama percaya, jika doni sudah dewasa nanti cara berpikirnya akan berbeda. Dan dia akan menghormati kamu sebagai ayahnya."


"Iya mah, terima kasih. Aldo memang pantas mendapatkan hukuman ini. Kalau gitu aldo mandi dulu ya mah. Habis itu aldo mau ke kamar doni."


"Iya aldo."jawab oma bella.


Papa aldo kemudian bergegas membersihkan dirinya. Dan setelah selesai ia pergi ke kamar putranya. Ia melihat doni masih mengemasi barang barangnya.


"Doni, kamu belum selesai?"


"Belum pah.Tadi papa bilang ada yang mau dibicarakan. Soal apa pah? "


Sambil menangis, papa aldo langsung memeluk doni.


"Doni, apa kamu masih marah sama papa nak? Papa minta maaf jika sikap papa dulu membuat mama terluka. Papa harap jika suatu saat kamu mempunyai istri, kamu jangan meniru sikap papa ya. Papa sayang sekali sama kamu doni."


Sikap doni pada papanya yang biasanya dingin, sekejap melunak saat melihat kesedihan di mata papanya. Doni lalu melepaskan pelukan papanya, dan ia berusaha menenangkan hati papanya.


"Pah,walau doni masih marah sama papa dan penyesalan papa juga tidak akan mengembalikan mama tapi doni sedang berusaha melupakannya. Doni akan belajar memaafkan papa. Doni sudah berjanji pada mama dulu, jika doni akan nurut sama papa. Dan papa jangan khawatir, doni akan sering sering telpon papa dan jenguk papa."


"Terima kasih nak.Terima kasih. LPintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kamu doni.Dan sekali lagi papa ingin bertanya sama kamu. "


"Tanya apa pah?"


"Jika sudah lulus nanti, apa kamu bersedia menjadi pemimpin perusahaan papa sekarang. Papa harap kamu mau ya doni, karna kamu cuma satu satunya pewaris tunggal papa."


"Doni gak janji pah. Karna kakek juga meminta doni untuk memimpin perusahaannya. Kakek bilang dulu perusahaan itu untuk mama, karna mama sudah tiada maka kakek minta doni buat yang nerusin perusahaan itu pah. Doni minta maaf ya pah, tapi doni lebih memilih perusahaan milik mama. "


Papa aldo hanya menunduk lesu. Ia berusaha menahan rasa kecewanya pada putra satu satunya yang ia harapkan.


" Yasudah doni, papa menghargai keputusan kamu. Tapi papa akan tetap mewariskan semua harta dan perusahaan papa buat kamu. Jika kamu berubah pikiran, kabari papa ya."


Dengan langkah berat papa aldo meninggalkan kamar doni. Sebelum menutup pintunya, ia kembali menoleh ke belakang untuk melihat putranya.


"Doni,apa perlu papa mati dulu sampai kamu benar benar memaafkan papa. Sampai kapan kamu akan selalu bersikap seperti ini dengan papa. Dengan cara apalagi papa mengembalikan senyuman putra kecil papa dulu. Papa kangen dengar kata sayang dari kamu nak. Dan hari ini hari terakhir papa melihat kamu dirumah ini." batin papa aldo sambil menutup pintu kamarnya


Dan setelah kepergian papanya, air mata doni mulai mengalir dan membasahi pipinya. Ia sadar dari tadi papanya melihat ke arah dirinya. Namun doni berusaha pura pura tidak melihat saat papanya memandangi dirinya.


"Maafkan doni pah.Tapi rasa sakit hati doni masih terlalu dalam untuk papa. Doni masih ingat jelas saat papa membentak mama, saat papa membuat mama menangis, dan doni juga ingat saat papa mengusir mama dari kamar.Doni kehilangan mama gara gara papa. Selama ini semua teman doni selalu merayakan ulang tahun bersama mama dan papanya. Selama ini doni selalu iri saat melihat teman teman doni diantar jemput oleh mamanya.Bahkan saat ada acara hari ibu di sekolah, doni hanya ditemani oma dan papa selalu sibuk dengan pekerjaan papa. Semua kesedihan doni itu gara gara papa. " batin doni sambil memandangi foto mamanya.


Dan tak berapa lama pintu kamar doni di Ketuk oleh opanya.


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu kamar doni


"Masuk."ucap doni.


" Doni, boleh opa bicara sama kamu sebentar?"tanya opa wawan.


"Opa mau bicara apa? "


Opa wawan berjalan mendekati doni. Ia berusaha membujuk doni untuk membatalkan kepergiannya.


" Doni,opa mau minta maaf sama kamu. Jika selama ini opa selalu marah marah sama kamu. Opa minta kamu jangan pergi ya, kasihan papa kamu. Dia cuma punya kamu doni."


"Kalau opa kesini buat bujuk doni, mending opa keluar aja. Karna doni gak akan pernah merubah keputusan doni. Sekali doni bilang doni akan pergi itu berarti doni tetap akan pergi. Bukankah selama ini doni udah ikut papa selama 13 tahun, dan sekarang doni mau ikut kakek dan nenek karna mereka juga udah gak punya siapa siapa lagi. Nenek dan kakek juga cuma punya mama, tapi mama udah gak ada. Jadi mereka cuma punya doni sekarang."


"Terserah kamu doni. Opa juga capek menasihati kamu. Gak seharusnya kamu membenci papa kamu sendiri. Sampai kapan kamu akan menyiksa papa kamu dengan penyesalan dan rasa bersalahnya. Apa kamu pikir cuma kamu yang sedih kehilangan mama kamu? Papa kamu juga sama doni. Tapi ia bertahan dan berpura-pura kuat di depan kamu. Nyatanya sampai saat ini papa kamu gak mau menikah lagi. Itu tandanya papa kamu hanya mencintai mama kamu. Jadi gak seharusnya kamu membuatnya tambah tersiksa. "teriak opa wawan.


" CUKUP OPA!! Terus aja opa mojokin doni. Sekarang doni minta opa keluar dari kamar doni."jawab doni dengan suara meninggi.


"Kamu memang anak gak tau diri. Sikap kamu sangat egois sama seperti kakek kamu atmaja. Kamu selalu menganggap diri kamu benar. Andai mama kamu masih ada, dia pasti akan sedih melihat putranya bersikap kasar pada papa dan opanya seperti ini. "jawab opa wawan sambil menunjuk mata doni.


Papa aldo yang mendengar ada keributan di kamar doni, langsung mendatangi kamar doni. Dan ia melihat doni dan papanya yang sedang berada mulut.


"HENTIKAN PAH." teriak papa aldo yang berusaha menjadi penengah putranya dan papanya.


"Aldo, sampai kapan kamu mengalah sama anak kurang ajar ini."


"Pah, doni gak pernah kurang ajar sama aldo. Sikap doni itu wajar pah. Aldo aja gak pernah mempermasalahkan ini, kenapa papa selalu menekan doni seperti ini."ucap papa aldo.


"Tapi al. "ucap opa wawan terputus.


Emosi doni yang menggebu gebu membuat doni langsung pergi dengan membawa kopernya.


" Doni gak akan nunggu besok buat pergi dari rumah ini. Doni akan pergi sekarang. Biar opa puas dan opa gak perlu lihat doni lagi. Karna sampai kapanpun doni gak akan pernah kembali ke rumah ini lagi."ucap doni sambil berlalu pergi.


"Doni tunggu papa nak. Kita bisa bicara dulu."teriak papa aldo.


"Papa puas lihat doni kembali membenci aldo. Baru sebentar aldo merasa doni mulai bersikap manis sama aldo. Sekarang papa udah buat doni menjauh lagi dari aldo. Kalau sikap papa seperti ini terus, gak cuma doni yang akan pergi. Aldo juga akan pergi dari rumah ini. "ucap papa aldo.


Papa aldo pun berusaha mengejar doni yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


" Doni, papa mohon keluar nak. Kita bisa bicarakan masalah kita baik baik."teriak papa aldo.


Doni pun tidak menjawab ucapan papanya. Ia langsung pergi dari rumah papanya dan pergi kerumah grandpanya.


"Doni capek tinggal disana. Baru aja doni ingin memperbaiki hubungan doni sama papa tapi opa selalu aja buat doni marah dan malah melempar kesalahan papa ke doni. Doni gak akan marah sama papa kalau dulu papa gak menyakiti mama dan membuat mama meninggal. Doni benci papa. Doni benci opa." batin doni sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.