My Beloved, My Brother, My Husband

My Beloved, My Brother, My Husband
Nikah siri



Tak kuat dengan mengingat semuanya, andini menangis terisak. Deva masih sedikit tidak percaya dengan semua cerita andini, hingga akhirnya dokter william meminta istrinya untuk mengambil laptopnya dikamar.


Dokter william kembali memutar video itu di depan deva, namun andini langsung beranjak pergi meninggalkan mereka karna hatinya masih belum terobati.


Selesai melihat semua video antara aldo dan nabila, deva mengepalkan kedua tangannya. Emosinya ikut terpancing. Namun saat akan menelpon aldo, handphonenya langsing diambil oleh dokter william.


"Dokter devano, kamu mau apa?" tanya dokter william.


"Aku ingin menanyakan semua ini sama aldo. Apa benar yang di dalam video itu benar dirinya. Jika benar, aku akan benar benar menghajarnya karna dia sudah menyakiti hati andini." ucap deva penuh amarah.


"Maafkan aku dokter, tapi kamu jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga andini. Kamu juga harus memikirkan perasaan istrimu. Apa bedanya kamu dengan suami andini,jika kamu saja masih peduli dengan mantanmu. Apa kamu tidak peduli dengan perasaan istrimu dan lebih peduli dengan perasaan istri orang lain." jawab dokter william.


"Jika begitu, kenapa kamu malah memintaku kesini bukan aldo, suaminya?" tanya deva kembali.


"Niatku hanya ingin meminta bantuanmu untuk mempertemukan andini dengan putranya. Kalau masalah suaminya aku tidak peduli, karna aku tahu jika yang selama ini membuat andini sakit itu terpisah dari putranya. Dan aku juga tahu kalau putra andini sedang dekat dengan putrimu. Jadi bukan maksudku ingin mendekatkanmu lagi pada andini, namun bantu aku untuk mempertemukan mereka serta menjelaskan semua pada doni. Aku yakin awalnya mungkin doni akan marah pada mamanya, tapi andini punya cukup alasan berbuat nekat seperti ini." ucap dokter william.


"Oke dokter, tapi izinkan aku menghibur andini sebentar. Aku tahu hatinya pasti masih hancur saat ini."


"Silahkan, pasti dia sedang berada di ruang tengah."


"Terima kasih dokter." ucap deva sembari berjalan menemui andini.


Disana andini terlihat sedih dan masih menangis. Tiba tiba deva datang duduk disebelah andini.


"Kalau kamu mau menangis, menangislah di dadaku. Keluarkan semua kesedihanmu selama ini." ucap deva sambil membuka kedua tangannya.


Andini pun jatuh dalam pelukan deva. Semua keluh kesah dan kesedihan ia tumpahkan dalam pelukan deva.


"Apa salahku sebagai seorang istri dev? Aku sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk aldo. Aku juga selalu setia padanya. Aku juga sudah memberikannya seorang anak. Terus dimana letak kekuranganku dev, hingga aldo masih mencari wanita lain untuk tempatnya bersandar." ucap andini.


"Kalau kamu tanya sama aku, jawabanku kamu sudah sempurna andini. Tak ada sedikit pun kekuranganmu di mataku. Jangan nangis lagi ya din, terus sekarang apa yang ingin kamu lakukan."


"Entahlah dev, sebenarnya aku ingin mengurungkan niatku untuk kembali pada kalian. Memang awalnya aku mendesak kak william dan ingin kembali berkumpul lagi. Namun setiap aku melihat aldo, rasa sakit itu muncul lagi. Tapi diluar dugaanku, ternyata kak william memanggil kamu tanpa berkata dulu sama aku. Jadi aku belum tahu rencanaku berikutnya." jawab andini.


"Apa gak sebaiknya kamu bicarakan ini sama aldo. Siapa tahu ini semua hanya salah paham, atau mungkin ini hanya jebakan nabilla. Karna cindy pernah bercerita sama aku jika setelah kematianmu, nabila memutuskan hubungan kerjasama mereka dengan perusahaan aldo dan cindy." ucap deva.


"Enggak dev, prioritasku kembali bukan untuk aldo tapi untuk doni. Hanya saja aku belum siap untuk bertemu dengannya. Aku masih takut jika dia akan membenciku." ucap andini.


"Percayalah sama aku din, doni akan senang dengan kembalinya kamu. Dan satu lagi, bulan depan doni dan putri ku diva akan menikah. Maka sebelum pesta pernikahan mereka, kamu harus sudah jujur pada doni dan aldo."


"Akan aku pikirkan dev. Terima kasih ya dev, kamu selalu ada disaat aku disakiti oleh aldo. Terima kasih."


"Deva, kamu mau apa? Jangan pernah kamu khianati disa. Karna aku tahu bagaimana rasanya di khianati." ucap andini tegas.


"Tapi aku mencintaimu andini. Aku sudah berusaha mencintai disa, tapi dihati dan pikiranku cuma ada kamu. Bukankah aldo juga mengkhianati kamu, dan bukannya dia menuduh kita berselingkuh? Kenapa gak kamu jadikan kenyataan saja semua tuduhannya." ucap deva sembari memeluk erat pinggang andini.


"DEVA LEPAS!!" teriak andini sambil berusaha melepaskan pelukan deva.


"20 tahun kita gak bertemu, ternyata kamu sudah berubah dev. Aku gak menyangka kamu berbicara hal yang menjijikan seperti tadi. Jujur, aku menyesal bertemu kamu. Sekarang aku minta kamu pergi!! " teriak andini kembali.


Mendengar suara pertengkaran di kamarnya, dokter william dan istrinya menghampiri andini di kamarnya.


"Ada apa ini andini." tanya dokter william.


"Kak suruh dia pergi dari sini. Aku gak mau melihatnya lagi!" ucap andini sambil menangis.


"Tapi ada apa ini? Kenapa kamu semarah itu dengan dokter devano?" tanya dokter william lagi.


"Andini maafkan aku, 20 tahun kepergian membuat aku hilang arah. Aku hanya gak mau kamu disakiti kembali oleh aldo. Maafkan aku din." ucap deva namun tak dijawab oleh andini.


Disaat suasana menegang, ponsel deva berbunyi dan ternyata istrinya yang menelpon dirinya. Deva pun bergegas pamit dan segera pergi meninggalkan apartemen william.


Setelah kepergian deva, andini terduduk lemas di tepi ranjang. Seketika febi dan william berjalan mendekati dirinya. Di pelukan febi, andini kembali menangis.


"Kak, kenapa hidupku jadi seperti ini. Aku hanya gak mau menjadi perusak rumah tangga deva dan disa. Walau jauh dalam lubuk hatiku, aku menyesal menikah dengan aldo. Kenapa deva datang kembali menawarkan cintanya." ucap andini terbata.


"Jangan ya andini. Kamu tahu gimana rasanya disakiti dan dikhianati suami. Jika memang kamu ingin berpisah dengan aldo, carilah kebahagiaanmu sendiri. Tapi bukan dengan dokter devano." jawab febi sembari mengelus rambut andini.


"Betul kata kakakmu febi. Walau kakak yakin dokter devano sangat mencintai kamu, tapi dia sudah milik orang lain. Dan sekarang lebih baik kamu segera menemui doni, dan ceritakan semuanya. Untuk aldo, aku harap kamu jangan kembali sama dia. Sekali orang itu tidak setia, selamanya dia tidak akan setia." tegas william.


"Tapi kak, bukankah selama ini dia juga tidak menikah?" tanya andini.


"Kata siapa? Aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu semua riwayat aldo. Dan ternyata dia sempat menikah siri dengan nabila tanpa sepengetahuan doni,karna saat itu nabila hamil. Tapi karna keguguran, akhirnya aldo menceraikan nabilla." ucap william.


"Kenapa kamu gak cerita sama aku kak? Padahal sebenarnya aku ingin memulai dari awal lagi dan memaafkan aldo."


"Karna aku juga baru tahu seminggu yang lalu dari orang yang sudah aku suruh. Sekarang apa kamu masih ingin kembali dengan suamimu?" tanya william sambil menatap mata andini.


Tangisan andini pecah mendengar semua cerita tentang aldo. Dan pertanyaan william pun langsung di jawab oleh andini dengan tegas.


"TIDAK!! Lusa aku akan menemui aldo, dan aku akan segera menceraikannya. Sudah tidak ada alasan lagi buatku untuk ragu menemui aldo dan bercerita tentang semuanya. Namun sebelum aku menemui aldo, besok pagi aku akan menemui doni kak dan aku akan menerima apapun yang akan terjadi besok." jawab andini dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.