
Mobil doni kini sudah terparkir di halaman rumah kakeknya. Dengan hati yang masih panas,doni langsung masuk ke rumah kakek dan neneknya tanpa mengucap salam.
"Malam mas doni."sapa bibi namun tak ada jawaban dari doni.
Sikap doni yang dingin dan kaku, membuat bi siti kembali teringat pada andini.
"Mas doni, sifatnya beda banget sama mas aldo dan mbak andini. Padahal dulu waktu kecil mas doni kan lucu dan ceria banget. Tapi setelah mbak andini pergi,sikap mas doni berubah banget,kayak setan, serem banget."batin bi siti.
Doni berjalan masuk ke dalam kamarnya dan saat ia menutup pintu, doni membanting pintu dengan keras.
Bruaakk..
Nenek dan kakek doni yang sedang berada di kamar, langsung keluar dan menanyakan pada bi siti.
"Bi, apa doni datang kemari? "tanya nenek rara.
" Iya bu,mas doni baru aja datang. Tapi wajahnya serem banget bu, kayaknya mas doni lagi ada masalah."ucap bibi.
"Apa dia kesini sama aldo?"sahut kakek.
"Gak pak,mas doni kesini sendirian.Tapi mas doni tadi bawa koper tuh bu pak."
"Pasti doni berantem lagi sama aldo."gerutu kakek.
"Ya sudah bi, saya sama bapak ke kamar doni dulu. Kamu lanjutkan aja pekerjaanmu."ucap nenek.
Kakek dan nenek masuk kedalam kamar doni tanpa mengetuk pintu. Dan saat itu mereka benar benar melihat kemarahan cucunya.
Doni membanting semua fotonya bersama papanya. Bahkan doni merobek semua foto itu.
"Doni,kamu kenapa sayang?"tanya nenek.
"Kamu ada masalah lagi dengan papa kamu?"sahut kakek.
Namun semua pertanyaan mereka tak di jawab oleh doni. Doni pun mulai sedikit tenang. Ia duduk di tepi ranjangnya sambil menundukkan kepalanya.
"Doni,kamu ada masalah sama papa kamu?cerita sama nenek nak. Siapa tahu nenek bisa bantu."
"Doni benci sama papa nek.Doni benci sama opa.Doni benci sama semua yang di rumah itu."teriak doni.
"Ada apa doni.Cerita sama kakek.Biar kakek yang urus mereka semua."jawab kakek atmaja.
"Mas,tolong berhenti membuat suasana tambah rumit."
"Kamu kok nyalahin aku mah.Harusnya kamu salahkan itu menantu kesayangan kamu.Dia udah gak becus jadi suami, sekarang dia gagal jadi seorang ayah. Apa maunya papa kamu itu."
"Pah,kamu mending keluar. Aku mau bicara sama doni. Keluar sekarang!!"teriak nenek sambil mendorong kakek keluar kamar.
Setelah mengunci pintu dan mengabaikan teriakan kakek,nenek pun memberikan pelukan hangat pada doni. Hingga akhirnya doni kini menangis di pelukan sang nenek.
"Cerita sama nenek apa yang sebenarnya terjadi."tanya nenek pada doni.
Ketika hatinya mulai tenang,doni mulai bercerita tentang pertengkarannya dengan opanya, nenek pun selalu mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut doni. Bahkan nenek rara tidak pernah memutus perkataan doni.
Selesai mengeluarkan semua unek uneknya, nenek mulai melepaskan pelukan itu.
"Doni, gak seharusnya kamu menyalahkan papa kamu.Nenek bukannya membela papa kamu. Awalnya nenek juga kecewa dengan sikap papa kamu pada mama kamu,hingga mama kamu mengabaikan penyakitnya sendiri.Tapi ada satu hal yang kamu gak tau nak."
"Apa itu nek?Tapi bukannya kakek udah cerita semuanya sama doni?"
"Jadi maksud nenek? "
"Iya sayang, dulu papa kamu itu sangat mencintai mama kamu. Padahal mama kamu masih mencintai mantan kekasihnya yaitu om deva.Tapi ketika mama kamu mulai sadar dengan cintanya pada papa kamu, dia terlambat. Karna papa kamu sudah mengira jika perasaan mama kamu itu hanya untuk om deva.Dan semua ini pun terjadi juga bukan kesalahan dari mama ataupun papa kamu. Ini semua kesalahan dari kami yang memaksa mereka menikah. Jadi kakek kamu pun juga salah, begitu juga dengan opa, oma dan nenek. Jadi nenek minta doni, berhenti membenci papa kamu.Bagaimana pun kamu ada di dunia ini juga karna dia.Jangan sampai kamu menyesali perbuatan kamu nanti setelah orang itu sudah tidak ada lagi di samping kamu."ucap nenek.
Dengan membuang nafasnya, doni kembali memegang foto mamanya.
"Jadi selama hidupnya mama menderita ya nek.Kasihan mama ya nek. "
"Kamu salah doni,justru papa kamulah yang sudah membuat mama kamu bahagia. Nyatanya, hingga tutup usia cinta mama kamu buat papa kamu. Bukan buat om deva. Makanya jangan buat mama kamu sedih melihat kamu dan papa kamu terus bermusuhan.Karna nenek yakin, mama kamu pasti ingin kamu berbaikan dengan papa kamu."
"Iya nek,nenek benar. Doni nanti akan telpon papa dan minta maaf sama papa. Doni minta ijin pergi sebentar ya nek, doni mau ngajak papa ketemu diluar. Doni masih males buat ketemu opa."
"Iya sayang, kamu hati hati.Nenek tahu jika selama ini kamu sudah membohongi hati kamu.Padahal jauh didalam hati kamu, kamu begitu menyayangi papa kamu kan?Cepat temui papa kamu, minta maaf sama dia. "
"Baik nek."
Doni dan nenek rara keluar dari kamar, dan ternyata kakek masih berdiri di depan kamar doni.
"Gimana doni,apa kita mau kerumah opa kamu sekarang.Biar kakek bikin perhitungan sama opa dan papa kamu."teriak kakek.
"Gak perlu kek, doni udah tahu semuanya.Doni pamit keluar sebentar ya nek, kek. "
" Iya doni."jawab nenek.
"Loh kamu mau kemana doni?Ini sudah malam! "ucap kakek.
Saat hendak mengejar doni, tangan kakek langsung di pegang oleh nenek.
"Pah,berhenti menjadi kompor buat hubungan doni dan aldo.Jangan kamu tanamkan kebencian di hati doni untuk papanya sendiri. Karna bukan cuma aldo yang bersalah atas kematian andini, tapi kita, wawan dan bella juga.Jadi stop saling mencari kambing hitam atas kematian andini. Karna ini semua sudah takdir pah. "
Kakek hanya terdiam melihat kemarahan di mata nenek. Dan akhirnya, kakek atmaja mulai sadar dengan semua kesalahannya.
Di dalam mobil, doni menyalakan kembali ponselnya dan ia melihat banyak sekali panggilan dari papanya. Bahkan papanya juga mengirim banyak pesan pada dirinya.
Akhirnya doni menelpon papanya, dan melihat panggilan dari putranya papa aldo dengan cepat mengangkat telpon doni.
"Hallo doni,kamu dimana sekarang? Apa kamu sudah di rumah kakek dan nenek? Papa minta maaf sama kamu ya doni.Papa bisa.. " ucap papa aldo yang langsung di potong oleh doni.
" Pah doni mau ketemu papa bisa? "
" Bisa nak, papa tunggu kamu dirumah ya. "
" Tapi doni gak mau ketemu dirumah opa pah. Doni masih males ketemu opa."
"Yasudah kamu mau ketemuan dimana? Biar papa pergi sekarang."
"Di apartemen papa aja gimana? "
" Oke doni,papa langsung berangkat kesana. Kamu masih punya kunci duplikatnya kan? "
"Ada pah. Sekarang doni udah perjalanan ke apartemen papa."
" Kamu hati hati ya nak. "
" Iya pah, papa juga hati hati. "
Saat panggilannya sudah mati, papa aldo langsung mengambil kunci mobilnya. Dan selama perjalanan ke apartemennya , papa pun merasa sangat bahagia, karna sikap doni berubah menjadi perhatian pada dirinya.