
FLASHBACK [ANDINI POV]
Sebelum berangkat ke Singapura, andini meminta ijin pak atmaja untuk diantar ke kantor aldo. Dan saat tiba vita berkata pada andini jika aldo sedang bersama nabilla. Andini meminta vita untuk bilang pada aldo jika dirinya sedang menunggu aldo di luar. Namun tanpa di ketahui vita, andini mengikuti dari belakang.
Saat di depan pintu ruangan aldo, ternyata pintu masih terbuka sedikit. Dan vita melihat aldo dan nabilla sedang berciuman. Disana vita sempat kaget, namun ia berusaha tak mengetahui apapun dan ia tetap mengetuk pintu. Vita melihat kepanikan nabila dan aldo yang sedang mengelap bekas liur di bibir mereka masing masing.
Disana sebenarnya andini melihat semua kejadian antara aldo dan nabila. Namun andini menghapus air matanya dan berpura-pura bodoh. Ia kembali ke tempat dimana ia menunggu aldo. Hingga akhirnya vita datang untuk memberitahunya.
Andini masuk ke ruangan itu dalam keadaan sakit hati, namun pikirannya masih tetap positif untuk suaminya. Ia berpikir aldo hanya sedang marah pada dirinya, namun disana rasa berjuangnya untuk melawan penyakit sudah tiada. Hatinya sudah remuk melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain. Bahkan ketika ia hendak mencium suaminya sendiri sebelum pergi, aldo malah menolaknya.
Langkah andini begitu berat keluar dari ruangan aldo. Ia kemudian menemui vita. Disana andini banyak bertanya pada vita, tentang hubungan aldo dan nabila.
"Mbak vita, boleh saya minta waktunya sebentar?" ucap andini.
"Eh...i..ii..ibu. Boleh kok bu. Mau bicara dimana?" tanya vita dengan suara panik.
"Kenapa sih mbak kok gugup, saya gak akan mecat mbak vita juga kan. Kita bicara di cafetaria kantor aja ya, sekalian makan siang. Tapi pak aldo jangan sampai tahu ya. Sekarang mbak vita pamit dulu sama pak aldo untuk makan siang, biar nanti gak dicariin."
"Baik bu." ucap vita sembari berjalan seiringan dengan andini.
"Apa kurangnya sih bu andini, kok bisa bisa pak aldo berpaling. Yah walaupun bu nabila juga cantik, tapi bu andini kan udah sempurna kok bisa bisanya pak aldo masih main sering di belakang bu andini. Pantes saja setiap aku mau pulang, ibu nabilla selalu datang. Pak aldo untung saja ibu tadi gak lihat kelakuan bapak." batin vita sambil terus mengamati andini.
"Mbak kenapa ngeliatin saya kok gitu banget, apa ada yang salah sama penampilan atau make up saya?"
"Enggak kok bu, saya hanya kagum dan terpukau aja sama kecantikan ibu."
"Hahahaha, gak usah memuji saya mbak. Kalau saya memang cantik dan mempesona gak mungkin kan suami saya berpaling." ucap andini yang membuat vita berhenti dari langkahnya.
"Maksud ibu apa?" tanya vita pelan.
"Udah ayo duduk sana aja mbak, biar enak ngobrolnya." ucap andini sambil menggandeng kembali tangan vita.
Andini kemudian mengajak vita untuk duduk sambil memesan makanan. Disana andini mulai bertanya pada vita tentang apa yang dilakukan suaminya selama ini. Bahkan andini bertanya, apakah hubungan aldo dan nabilla begitu dekat.
Karna takut vita pun mengelak semua pertanyaan yang di lontarkan andini. Hingga akhirnya sebuah pengakuan andini membuat hatinya tersentuh.
"Ibu jangan menangis seperti ini. Memang ibu sedang sakit apa? Dan apa bapak tahu soal penyakit ibu?" tanya vita.
"Tumor otak stadium 3, dan rencananya papa dan mama saya mau membawa saya untuk berobat ke Singapura. Tapi aldo memang tidak kami beritahu, karna saya dan suami saya sedang ada masalah mbak. Ya masalahnya karna aldo mengira saya mempunyai hubungan dengan mantan saya yang tak lain sahabatnya. Padahal saya sudah bersumpah, jika saya tidak memiliki hubungan mbak vita. Lagi pula mantan saya itu sudah menikah beberapa waktu yang lalu. "
"Bu andini? Kenapa ibu gak bilang jujur sama pak aldo dan menjelaskan semuanya. Saya yakin pak aldo hanya melampiaskan kekesalannya pada ibu nabilla. Memang sih setiap saya pulang kerja saya melihat entah pak aldo bergegas pergi atau ibu nabilla yang datang, tapi itu setiap hari bu. Dan saya gak tau sih apa kelanjutannya karna saya juga tidak curiga. Apalagi ibu nabilla juga dekat dengan bi andini." jawab vita.
"Ya mungkin ya mbak. Saya tahu aldo memang gampang marah dan emosi makanya saya masih bisa memaafkan jika dia hanya sekedar berciuman dengan nabilla. Tapi jika sampai saya tahu mereka bercinta, entah sudah jadi apa hati saya. Dan saya minta tolong sama mbak vita ya, untuk memantau apa yang dilakukan nabilla dan aldo ketika pulang jam kantor. Tapi jangan buat pak aldo curiga ya mbak."
"Tapi bu.."
"Saya mohon mbak, hanya sampai saya pulang dari Singapura saja. Ya mbak ya." ucap andini dengan wajah memelas.
"Baik bu, saya akan memantau pak aldo dan saya akan melaporkan semuanya sama ibu. Ibu harus berjuang untuk sembuh ya demi doni dan keluarga ibu." ucap vita sambil memeluk andini.
"Terima kasih mbak. Kalau gitu saya pamit dulu ya." ucap andini dan setelah itu meninggalkan vita.
Selama di Singapura, andini berusaha selalu mengirim pesan bahkan menelpon aldo untuk memberinya perhatian lebih. Ia tidak mau aldo mendapat semua perhatian itu dari nabila. Namun semua sia sia. Tak satu pun telpon dan pesannya diangkat dan dibalas oleh aldo. Dan bahkan selama ia pergi, vita berkata jika aldo dan nabilla lebih sering menghabiskan waktu mereka dikantor.
Hingga suatu malam, andini yangb sedang merasakan tubuhnya yang lemah lupa mengabari jika sabtu malam ini ia tak dapat pulang ke Indonesia. Dan saat ia terbangun dari tidur nya, ia mendapat banyak panggilan dari aldo dan vita.
Hatinya sekejap bahagia, setelah sekian lama ia tak di telpon oleh suaminya. Namun saat hendak menelpon balik aldo tiba tiba vita mengirim sebuah video, dan saat ia membuka video itu begitu hancurnya hati andini ketika aldo sedang menikmati tubuh nabilla. Ditambah suara desahan nabilla yang seakan menikmati permainan suaminya.
Air mata andini mengalir deras membasahi pipinya. Hatinya seketika remuk, melihat lima menit isi dalam video itu.
Vita : "Maaf bu, saya tidak mau melanjutkan isi video ini. Karna saya sendiri gak sanggup melaksanakan tugas dari ibu. Cepatlah pulang bu sebelum pak aldo direbut oleh ibu nabilla."
Andini :" Terimakasih mbak vita, dari sini saya sudah tahu siapa suami saya. Dan saya minta jika saya tidak kembali saya titip doni ya. Awasi dia jangan sampai aldo bersikap kasar padanya. Terima kasih mbak."
Vita : "Sama sama bu, semoga ibu berhasil melakukan operasinya ya. Dan jangan menyerah melawan penyakit ibu."
Andini sudah tidak membalas lagi isi pesan dari vita. Dan saat hatinya hancur, ia pergi ke kamar andara ketika mama dan papanya sedang kembali ke hotel.
"Lebih baik aku ke kamar andara, dan aku mau bertukar tempat dengannya. Percuma aku kembali jika aku sudah pernah melihat tubuh suamiku di nikmati wanita lain. Aku ingin melihat apa aldo merasa menyesal setelah tahu kematianku ataukah ia akan menikah dengan nabila." lirih andini sambil berjalan lunglai ke kamar andara.