Mr & Ms Second Lead

Mr & Ms Second Lead
Bahagia




Sore itu memang menjadi hari terbahagia yang pernah Sinta miliki.


Lamaran mas Rudy seolah membuat tangisnya selama ini hilang.


Keduanya duduk di salah satu tempat terbaik moment mereka.


Sinta masih tak percaya, namun pria ini telah memberikan hatinya untuk untuk ia miliki.


Dan karena rasa bahagia itu juga, air mata Sinta tak kunjung berhenti. Rasa haru biru masih memenuhi relung hatinya.


Rudy gusap pundak Sinta dan mencoba menenangkan calon istrinya.


"Berhentilah menangis, kamu jadi buat mas merasa bersalah"


Sinta menyeka sudut matanya dengan wajah tersenyum.


"Lagian mas dadakan sih.."


Rudy tersenyum.


"Kejutan.."


"Ya.. ini benar-benar Sinta terkejut.." ucap Sinta dengan melihat pada layar LCD yang masih terdapat tulisan yang begitu berarti.


"Sebenarnya, mas hanya tidak ingin siapa pun merendahkan kamu.."


Sinta terkejut dan menatap wajah Rudy bingung.


"Hal yang tak akan mas biarkan, siapa pun merendahkan kamu dan mas tidak akan menutupi hubungan kita..agar semua tau jika kamu adalah orang yang sangat berarti bagi mas.."


Sinta sedikit tak mengerti arti kecemasan ucapan mas Rudy.


Rudy meraih jemari Sinta.


"Sekarang, hidup kamu adalah tanggung jawab mas.. dan mas akan menjaga kamu.."


Sinta terharu.


Namun sekilas Sinta mengingat sesuatu.


"Tapi mas, ibu.."


"Sudah jelas, pasti mas harus ketemu sama ibu kamu.." ucap Rudy tanpa ragu. "Beliau adalah orang yang harus banyak mas ucapkan terima kasih.." Rudy menatap lekat dua bola mata Sinta.


Sinta tersenyum. Begitu pula dengan Rudy.


"Dan juga.." ucap Rudy sedikit tergantung berat. "Rara dan ibu mas juga harus tau, jika kamu adalah calon Nyonya Mahendra" Rudy tersenyum simpul mengubah raut wajahnya.


Sinta tersipu malu, lalu sedikit menyikut sisi perut Rudy.


Rudy terkekeh.


"Tapi.."


"Hm?"


"Tapi beri mas waktu oke??"


"Kenapa??


"Ehm, lusa mas harus ke Resort.."


"Resort??"


Rudy mengangguk.


"Dimana??"


"Desa Xxx.."


Seketika Sinta merespon.


"Itu bukannya di daerah Zzz??"


Rudy terkejut.


"Kamu tau??"


Sinta mengangguk.


"Boleh Sinta ikut?"


Rudy terpaku.


"Kamu mau ikut??"


"Ehem.. kebetulan Sinta sedang cari satu bahan jamu yang hanya ada di daerah sana.."


Rudy mengangguk.


"Pasti jadi seru kalau ada kamu.."


Sinta tersenyum kecil.


Rudy mengusap pucuk kepala Sinta dan tak lama menjatuhkan ciuman di kening wanita yang ia cintai. Hari ini adalah hari yang paling spesial juga paling berkesan. Mungkin hari ini tidak akan pernah dilupakan hingga tua nanti.


Di saat moment romantis itu, tiba-tiba seorang pelayan bule datang dengan membawa dua gelas minuman mewah.


"Selamat, semoga hari bahagia terus bersama anda berdua.." ucap pelayan itu tulus.


Keduanya tersenyum bersama, wajah rona bahagia terpancar jelas. Semoga segala harapan kedepannya lebih mudah untuk di lewati bersama.



Dan satu performa dari salah pembawa musik terdengar. Sebuah lagu sederhana namun mewakili hati keduanya. Haico- bahagia bersamamu


Bahagia aku bila bersamamu


Tenang hatiku dalam pelukanmu


Tetap denganku hingga kau menua


Hingga memutih rambutmu


Senang hatiku hidup bersamamu


Belahan jiwa jagalah diriku


Karena denganmu damai lah hatiku


Menualah bersamaku


Genggam erat tanganku sayang


Dan jangan pernah kau lepaskan


Karena aku butuh bimbingan


Cinta ku jangan kau lewatkan