Mr & Ms Second Lead

Mr & Ms Second Lead
Moment di sisa hidupku



Rudy berhasil membawa Sinta keluar dari gedung Mahendra. Dan kini keduanya berada di satu mobil yang sama.


Roda mobil berjalan mulus keluar dari area gedung Mahendra.


Pak Jito membawa dengan tenang.


Rudy menghela nafas puas dan lega melihat hasil show time yang sukses membungkam.para netizen yang seketika ciut. Namun tidak dengan Sinta yang masih kesal dan ia butuh banyak penjelasan dari sang kekasih akan kejadian barusan.


"Mas?? tadi itu kenapa? kenapa mas tega pada mbak tadi??" cecar Sinta tak sabar.


Rudy menghela nafas lalu merubah raut wajahnya dengan senyum dan menantap Sinta yang berwajah kusut.


"Tenanglah sayang, itu hanya hukuman kecil.."


Sinta berdecak tak percaya.


"Hukuman kecil?? sampai dipecat??" ulang Sinta miris.


Rudy masih berusaha tenang.


"Mas?? kesalahan apa pun, tapi jika sampai di pecat itu pasti bukan masalah yang mudah.. coba pertimbangan lagi, setiap orang pasti punya salah, tapi apa masih bisa diberi kesempatan, mungkin saja dia akan berubah jadi lebih baik.." tutur Sinta membujuk.


Namun ucapan Sinta mengubah raut wajah Rudy.


Dengan tatapan lembut Rudy menantap Sinta.


"Tidak ada kata maaf untuk orang yang suka membicarakan fitnah.." ucap Rudy tenang.


Sinta menantap lekat.


"Bukankan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.." timpal Rudy memperkuat alasannya.


Sinta tercengang tak percaya.


Namun Rudy tak ingin kehilangan moment. Ia menyentuh jemari Sinta dengan lembut.


"Kamu cantik.." puji Rudy dengan senyum.


Sinta tak bisa berkata-kata melihat perubahan sikap sang kekasih yang tak tertebak.


Pak Jito mendengar dengan doa tersemat untuk sang majikan.


Dan mobil mewah itu kian meluncur cepat membawa keduanya ke satu tempat penting.


***


Tak beberapa lama, mobil mewah itu pun tiba di satu tempat.


Rudy turun dan Sinta masih enggan. Namun nyatanya pria itu membukakan pintu untuk dirinya.


Rudy memberi tangannya pada Sinta.


Sinta menghela nafas, lalu menyambut tangan sang kekasih.


Sinta turun. Dan Rudy membawa Sinta bersama menuju tempat yang sangat spesial.


Sinta melihat sekitar tempat yang tak pernah ia lihat.


Rudy membawa Sinta kian masuk kedalam gedung. Lalu naik lift ke tingkat atas. Hingga lift itu pun berhenti di lantai 19 tertinggi.


Di sana ternyata ternyata rooftop yang sepertinya sudah di atur.


Langkah Rudy kian membawa Sinta, namun Sinta melangkah dengan ragu.


"Mas?? ini acara siapa?" tanya Sinta. Namun sang kekasih tak menjawab pertanyaan Sinta.


Hingga akhirnya Rudy di hampir seorang pelayan bule.


Rudy mengangguk dengan tersemat senyum misterius. Lalu tak lama ia menoleh pada Sinta yang terlihat bingung.


"Ini acara untuk kamu.." ucap Rudy dengan mengenggam erat jemari Sinta.


Sinta mematung.


"Ma-maksudnya acara Sinta??"


Sekilas Rudy hanya tersenyum simpul.


"Aku harap kamu suka.." bisik Rudy menujuk satu layar besar. Sinta menoleh dan menatap sebuah layar LCD besar.


Sebuah lagu milik Rossa feat Afgan- Kamu yang ku tunggu pun mengalun merdu.


Dan layar LCD itu pun menampilkan sebuah pengalan kalimat dialog.


"Sinta.."


"Aku, Rudy Mahendra sedikit pun tidak berpikir untuk jatuh cinta lagi.. "


"Sinta.."


"Namun, aku tidak tau Tuhan sedang merencanakan apa dengan takdir ku untuk bertemu dengan di tempat yang sangat unik.. (Hutan).."


Sinta sedikit tersenyum lucu mengingat moment saat keduanya tersesat di hutan belantara.


Sinta tersenyum bias, mengingat saat Rudy menawarkan diri menjadi mentor untuk merebut mas Agung.


Rudy sekilas melihat senyum Sinta yang tengah menatap layar LCD itu.


"Hingga saat, aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri.. ketika kamu perlahan memenuhi hari-hari ku dengan senyum.."


Sinta tersentuh.


"Kamu berhasil mengubah dunia ku.. yang aku pikir akan sangat membosankan.."


Sinta tersenyum penuh arti.


Rudy mengenggam erat jemari Sinta.


"Bersama mu, aku kembali bersemangat untuk merencanakan hal-hal yang luar biasa.."


Sinta membaca lalu menoleh pada sisinya. Terlihat Rudy sedang menatapnya dengan lekat.


"Dan Aku ingin melewati itu semua bersama kamu.."


"Jadi.."


"Bisakah kamu menjawab pertanyaan penting ini??"


Dan sebuah tulisan kembali berganti dengan kalimat yang tak terduga.



Kedua bola mata Sinta terpaku pada tulisan besar di layar LCD itu.


Lalu tanpa di duga, Rudy yang berada di sampingnya pun melepaskan tangannya.


Dan tak lama pria itu berlutut di hadapan Sinta.


Sinta kian terharu.



Tatapan tulus Rudy terpancar jelas sembari meraih kembali jamari Sinta.



"Jujur, tak ada satu hal yang istimewa yang bisa aku berikan selain cinta ku padamu.. dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama kamu.." ucap Rudy dengan nada bergetar.


Sinta terharu sedih.


Rudy menarik nafas jeda.


"Sinta?? mau kah kamu menikah dengan aku yang tak sempurna ini??"


Sinta terrenyuh. Hingga kedua tangannya menyentuh wajah sang kekasih.



Keduanya memantap satu sama lain.


Dan satu anggukan pelan Sinta berikan. Sebagai tanda bahwa ia menerima Rudy.


"Ya.." jawab Sinta lirih.





Wajah Rudy berubah bahagia dan sebuah kota cincin yang sedari tadi ia pengangan ia buka dan menarik sebuah cincin indah. Dan tak lama ia sematkan di jari manis Sinta.


Rona haru tak bisa Sinta tutupi. Ia begitu bahagia. Begitu juga dengan Rudy.


Rudy bangun dan tanpa terduga Sinta langsung memeluk erat Rudy.



Kebahagiaan tengah menyelimuti hatinya Sinta yang begitu beruntung bertemu dan mendapatkan cinta tulus Rudy.



Mas Rudy bahagia, jadi lupa sama yang bikin marah tadi.


💗💗💗



Duuh yang nulis baper.. gimana sama ayank-ayank mas Rudy?? apa ikut baper??


Buat file foto mohon maaf kalau bikin senyum-senyum. Nyariknya juga eh pas banget yaa..


Huhu.. tulis love dan kasih gift yang banyak yaa. Biar pak Rudy gaskan lagi.. 🤣🤣