Mr & Ms Second Lead

Mr & Ms Second Lead
Tim 1 tim 2??



Dan pagi itu semua peserta di bangunkan lebih awal. Mereka di boyong oleh para panitia camp move untuk pergi kesatu tempat.


Namun ada hal yang sangat mengejutkan peserta, mereka di bawa dengan menggunakan truk terbuka, drumtruk.


"Serasa kayak di ospek ya.." ujar seorang pria muda pada teman di sampingnya.


"Iya, gue malah baru pertama kalo naik drumtruk begini.. asyik juga" timpal sang teman dengan wajah penuh semangat.


Dari sekian banyak peserta yang merasa seru dengan kegiatan itu, tapi hanya Rudy yang malah tertidur pulas dengan bersandar pada dinding drumtruk yang terlihat kotor karena pasir.


Di mobil drumtruk berbeda terlihat Sinta menikmati pengalaman barunya itu. Ia bersemangat karena ingin melupakan semua permasalahan yang sesekali masih berwara-wiri di kepalanya.


Dan setelah menempuh perjalanan 1 jam, akhirnya 4 mobil drumtruk itu pun tiba di lokasi.


Para peserta terlihat tabjub dengan suasana asri tempat itu.


"Wah..gunung beneran.." seru salah seorang peserta wanita yang sedikit gemuk.


"Duuh, ada harimau gak sih disini??" sela yang lain dengan memeluk dirinya sendiri karena merasa takut.


"Beuh, gue jadi bersemangat nie, jiwa muda gue kayak terpanggil lagi.." timpal yang lain terlihat bersemangat untuk memulai aktivitas baru ini.


Suasana yang masih terlalu pagi itu memang sangatlah dingin.


Dan Rudy berdiri dengan wajah yang sedikit lebih baik setelah tidur 1 jam selama perjalanan. Karena ia tak bisa tidur dimalam harinya.


Para peserta langsung berkumpul pada tim masing-masing. Lalu para panitia membagikan satu hal yang tak terduga yaitu perlengkapan airsoft gun.


"Selamat pagi semua pejuang.. misi kita kali ini sedikit lebih berat.. yaitu melawan rasa sakit yang sudah melelahkan diri kita.."


Para peserta terlihat bingung satu sama lain.


Tak lama senjata airsoft gun pun di bagikan satu persatu. Semua merasa takjub.


"Jadi musuh kalian adalah tim lain yang kalian bayangkan adalah rasa sakit yang ini kalian kalahkan.."


Bisik-bisik diskusi pun terdengar.


"Kami sudah menyiapkan rute peta untuk kalian ikuti, dan di tiap post jaga panitia akan di beri tugas baru.. dan bagi tim yang anggotanya terkena tembakan sebanyak kali maka anggota itu dianggap gugur.. dan kalian punya waktu hanya 2 jam..untuk bisa mengalahkan hal yang paling ingin kalian kalahkan dalam diri kalian.. ingat 2 jam.. pikirkan lagi apa yang menbuat kalian ingin terlepas dari rasa sakit itu.." ujar Koko seolah mengambil jeda dengan menatap setiap peserta dengan wajah yang antusias.


Beberapa peserta wanita terlihat masih bingung dengan penggunaan airsoft gun, begitu pula dengan Sinta yang baru pertama kali memegang alat senjata itu. Namun tidak dengan peserta pria dan juga Rudy yang terlihat ready to war.


"OKE SEMUA SIAP!! SELAMAT BERJUANG TEMAN!!" pesan Koko terakhir sebelum melepaskan para peserta gagal move on untuk mulai menyusun strategi di tim masing-masing.


***


Tim Ungu mulai berkumpul, mereka berdiskusi satu sama lain. Rudy terlihat mengikuti arahan Yoga pria yang terlihat tegap dan terlihat seperti seorang anggota berseragam.


Yoga memberi arahan dengan sangar bagus. Namun Rudy memotong.


Yoga terlihat berpikir.


"Tim kita bisa kalah jika bergabung, karena anggota wanita sangat jadi sasaran empuk lawan.."


Namun akhirnya Yoga mengangguk.


"Oke baik, tim kita bentuk dua.. tim Ungu satu sama aku dan tim Ungu dua bareng mas Rudy.."


Sinta dengan cepat berlari kebelakang Yoga.


"Saya sama bang Yoga aja.." seru Sinta.


"Jangan" tolak Yoga.


Kening Sinta berkerut.


"Khusus tim dua yang wanita sama mas Rudy aja.. kami akan lindungi kalian dari jauh.."


Sinta tercengang begitu juga dengan Fika.


"Tidak, lebih baik kita bagi imbang saja.." potong Rudy.


"Nah, itu baru bener" sahut yang lain setuju.


"Terus gimana cara baginya??" tanya Fika.


"Suit" sahut Rudy cepat.


Dan kelima anggota pun bengong.


"Suit??" ulang mereka hampir bersamaan.


"Menang Yoga, kalah mas Rudy" sambung Yoga.


Sinta pun akhirnya pasrah saja. Dan pemilihan pun dimulai, hingga pada saat giliran Sinta untuk suit, ia pun kalah.


"Oke, berarti tim Ungu dua ada mas Rudy, Sinta dan Jodi.." ujar Yoga. "Kita jalan, waktu sudah dimulai beberapa menit dan sepertinya yang lain udah mulai beraksi.." ajak Yoga mulai memperkuat peralatan airsoft gun ya.


"Semoga beruntung" pesan Rudy pada Yoga.


"Ya ellah, kayak benar aja ini perang!!" cibir batin Sinta yang malah mempersiapkan diri dengan menyelipkan satu roti di kantung celana.


Rudy pun membenarkan jas pelindung dan mulai melangkah di belakang tim Yoga.


Sinta mau tidak mau kudu harus mengikuti sang ketua yang telah lebih dulu jalan.