Mr & Ms Second Lead

Mr & Ms Second Lead
Siapa yang lebih Viral??



Setelah berdebat soal godaan hantu, kini Rudy dan Sinta berputar-putar mencari jalur pada rute awal tempat permainan dimulai.


Rudy berjalan di depan dengan membelah semak pohon rendah. Dan Sinta mengekor bak anak ayam yang takut kehilangan induknya.


Ia masih takut menerima kenyataan bahwa mas Rudy ternyata tadi di goda oleh hantu.


"Masih jauh gak sih mas??" tanya Sinta untuk kesekian kalinya pada Rudy yang tengah mengingat-ingat jejak yang ia lihat.


Dan tak lama langkah Rudy terhenti tiba-tiba sehingga Sinta yang tak konsentrasi malah menabrak punggung Rudy.


"Aduh!!" seru Sinta kaget. "Kok berhenti tiba-tiba sih mas??"


Namun Rudy tak menjawab, ia malah membuang nafas panjang dengan wajah lelah dan salah satu tangan pertumpu pada pinggangnya.


"Kenapa?"


"Kita sepertinya tersesat.." ujar Rudy dengan melihat kesekeliling hutan.


Sinta syok.


"HAH?? ter..tersesat??" seru Sinta dengan kedua bola matanya membulat sempurna.


Rudy kembali menghela nafas sembari mengangguk membenarkan ucapan syok Sinta.


"Aku rasa, kita sudah berputar-putar pada jalan yang sama dari tadi.."


Wajah Sinta kian gundah.


"Yang..yang bener mas?" lirih Sinta dengan hati yang kian tak menentu.


"Coba kamu liat itu.." tunjuk Rudy pada satu gundukan timbunan tanah yang sudah mengeras.


Sinta melihat pada arah tunjuk Rudy.


"Itukan bekas jejak kaki kita yang naik kesitu tadi.." jelas Rudy pada Sinta yang kian tak bisa berkata-kata. "Jadi sebaiknya kita berhenti di sini saja, sampai bala bantuan datang untuk menjemput kita.." tukas Rudy apa adanya.


Mendengarkan hal itu seketika kaki Sinta lemes dan akhirnya jatuh terduduk di tanah.


Rudy terkaget.


"Apa yang kau lakukan??"


Dan tanpa pikir panjang Sinta langsung menangis histeris.


"Ibuuuu.. Sinta mau PULANG!!" ucapnya tanpa tanggung-tanggung karena sudah sangat lelah dengan dipaksa berjalan sedari tadi ditambah kenyataan tersesat di hutan.


***


Hari pun beranjak kian sore. Keduanya sudah tak berusaha untuk berputar-putar hutan untuk mencari jalan.


Sinta duduk dengan wajah cemberut. Bagaimana tidak niat baik sudah nolongi orang yang hampir di goda hantu. Eh.. akhirnya malah tak bisa pulang dan malah tersesat di hutan belantara hingga saat ini.


Terlihat Rudy tengah mengumpulkan ranting-ranting pohon yang kering. Dan hanya Sinta yang duduk melamun.


"Heh, jangan bengong.. sini bantu cari ranting pohon sebelum gelap.." seru Rudy pada Sinta.


Sinta tak bergeming.


Sembari menyusun ranting pohon Rudy kembali melihat Sinta.


"Justru kalau kamu bengong begitu lebih bahaya.."


Kening Sinta tertaut.


"Bisa datang lagi tuh hantu.."timpal Rudy sengaja.


Sontak Sinta bangun dengan wajah mengidik takut.


"Ikh, masa sih?? kurang kerjaan banget tuh hantu.." cibir Sinta ketus namun mulut dan dari gestur tubuhnya berkata bahwa sebenarnya ia percaya dan takut sembari berjalan sedikit mendekat pada Rudy.


Dan Rudy melihatnya dengan jelas sehingga ia pun tertawa kecil.


"Udah tau takut, cari tuh kayu kering.. kita harus buat api unggun sebelum gelap.." ketus Rudy pada Sinta.


Sinta terdiam, ia berpikir dengan melihat suasana hutan belantara yang sebentar lagi akan gelap. Dan akhirnya Sinta menghela nafas panjang maua tidak mau patuh dengan hati berat. Ia pun mulai meraih ranting pohon di hadapannya dengan terpaksa.


Dan tak beberapa lama ranting pohon terkumpul sedikit banyak. Lalu Rudy mulai membuat api dengan cara sederhana.


Rudy mengeluarkan semua tenaganya untuk berusaha menghidupkan api dari jerami kering.


Sinta melihat hal yang di kerjakan Rudy kian tak membuahkan hasil. Hati kecilnya mulai ketar ketir di tengah hari kian beranjak gelap.


"Ya Tuhan, tolong.." lirih doa Sinta dengan hati pasrah sepasrah pasrahnya.


Dan tak beberapa terlihat jerami kering itu mengeluarkan asap tipis.


Wajah Rudy berubah dan ia kian berusaha agar asap itu berubah api. Sedetik kemudian api pun muncul dan Rudy langsung meniup pelan agar api membesar sempurna.


"Cepat-cepat ambil rantingnya.." perintah Rudy pada Sinta.


Sinta yang tadinya lemes seketika gesit mengambil ranting pohon itu hingga tanpa sadar tangannya tertucuk ranting yang tajam karena hari yang sudah gelap.


Sinta membawa cepat ranting itu pada Rudy, dan Rudy langsung menerima dengan menata di atas api yang sudah terlihat sedikit besar.


Seketika wajah Sinta dan Rudy lega.


Rudy terduduk lelah begitu juga dengan Sinta yang ikut lemas terduduk di samping Rudy.


"Bersyukur apinya mau nyala.."


"Iya.." sahut Sinta spontan.


Dan keduanya melamun sesaat dengan memantap api unggun yang kian menyala.


Terdengar Rudy menghela nafas panjang.


"Apa para panitia camp sudah sadar kita hilang?" tanya Rudy.


Sinta spontan mengangkat bahunya.


Rudy kembali menghela nafas sembari mengubah duduknya dengan meraih ranting pohon lain untuk ia bakar.


"Kalau sampai besok kita tidak di temukan??" tiba-tiba Sinta bertanya polos.


"Ya, kita di nyatakan hilang dan beritanya langsung masuk media massa.." jawab Rudy polos apa adanya.


Sinta terkaget.


"Masuk media?"


Rudy mengangguk pelan dengan terus menaruh ranting kering pada api agar tak mudah mati.


Namun tanpa Rudy sadar wajah Sinta kini berubah panik.


"Duh, gimana tuh? bisa viral di sosmed gara-gara hilang di gunung" celetuk Sinta.


"Iya udah pasti tuh, pasti tulisannya bakal begini.. "TELAH HILANG 2 ORANG PESERTA CAMP GAGAL MOVE ON DI HUTAN BELANTARA" sahut Rudy.


Wajah Sinta kian berubah cemas mendengar judul yang akan tertera pada sosmed jika viral.


"Ya Tuhan, apes banget.." ujarnya merasa gelisah jika benar hal itu terjadi.


"Itu masih mending..belum lagi media mengulik secara personal peserta camp yang hilang.. kamu taukan?? jika sudah viral pasti tuh seluk beluk kehidupan korban di buka ke publik.." timpal Rudy.


Sinta kian syok.


"Yaaa jangan sampek deh, masa segitunya sih" tukas Sinta yang seolah panik. "Duh, tar kalau mereka tau alasan aku ikut camp move on gimana dong?? aaah.. jangan-jangan Sarah malah senang dengar aku mati penasaran di hutan.." tangis Sinta yang jadi berpikir kemana-mana jika ia menjadi viral.


Rudy menghela nafas.


"Kamu masih mending, coba mereka mencari tau soal aku, pasti lebih nges lagi.. ck.. sudahlah.." hela Rudy yang tak sanggup membayangkan bagaimana ekpresi para orang terdekatnya jika mengetahui kondisi riwayat hidupnya begitu mengenaskan.


"Sudahlah duda, impotet pula plus terjerumus alkohol dan mati di hutan belantara" sahut batin Rudy yang tak sanggup membayangkanya.


Namun di saat pikiran keduanya tengah mengingat-ingat akan seviral apa saat kabar mereka hilang.


Tiba-tiba terdengar suara krasak-krusuk berjalan mendekat.


Seketika wajah Rudy menegang waspada. Ia melihat pada Sinta yang masih sibuk dalam pikirannya sendiri.


"Heh, sssstt.." seru Rudy memberi kode diam pada Sinta.