Mr & Ms Second Lead

Mr & Ms Second Lead
Cobaan atau Ujian??



Siang harinya di camp move on. Berkumpul para peserta yang mulai di ajak pada sesi pengalian diri.


Seorang pria berbicara di depan memberikan arahan yang di panggil dengan "Koko"


"Jadi hari ini kita akan buat tim baru.. semua tim yang kemarin kita ubah menjadi 5 kelompok.. kita namai dengan kelompok merah, kuning hijau di langit yang biru... hahahah" gurau Koko bersenandung lagu anak-anak untuk mencairkan suasana.


Meski garing namun para peserta ada yang ikut tertawa renyah.


Dela terlihat bersemangat begitu juga dengan Fika. Namun tidak dengan Sinta yang merasa tak enak pada badannya.


"Oke, kita mulai bagi kelompoknya.." seru seorang wanita muda berjilbab putih bersemangat sembari membawa sebuah kotak berukuran tempat tisu. Ia berjalan berkeliling menuju satu persatu peserta.


"Duh, semoga kita satu tim yaa.." ucap Dela.


"Iya" sahut Fika yang bersemangat.


Sinta hanya mendengar tanpa menyela. Namun tanpa di sengaja tatapan malah berhenti pada sosok pria yang tadi pagi menjadi korbannya. Seketika raut wajah Sinta berubah.


"Semogaaa.. gak satu tim sama itu cowok" doa batin Sinta dan wanita berhijab putih itu pun tiba di hadapan Sinta.


"Ayo, kak di pilih.."


"Oh, iya.." sahut Sinta yang tak menyadari. Ia pun dengan cepat mengambil sebuah telor palus yang lebih mirip dengan kanderjoy.


Wanita berjilbab itu pun berlalu pergi dengan menghampiri peserta lain. Jemari Sinta pun membuka telur palsu itu dan mendapatkan warna timnya.


Tak beberapa lama terdengar suara Koko kembali mengambil perhatian.


"Oke, semua sudah dapat yaa.. baik, kita liat siapa saja tim regu merah angkat tangan kalian?"


Beberapa peserta pun mengangkat tangannya. Dan ternyata Dela di tim merah.


"Yaaah, aku merah" serunya cemberut.


Para tim merah pun di arahkan untuk berkumpul.


"Sip, tim merah sudah berkumpul, kita lanjut dengan tim selanjutnya ya itu KUNING" seru Koko bersemangat.


Dan peserta tim hijau pun bermunculan.


Sinta melihat pada Rudy, dan tampaknya pria itu juga tidak masuk di tim hijau.


"Memang dapat tim apa sih dia??" tanya Sinta yang akhirnya jadi penasaran sendiri dengan telur palsu yang masih tersembunyi di dalam genggaman Rudy.


Setelah tim Kuning, Hijau dan Biru terkumpul. Kini giliran warna yang terakhir dimi- tim Sinta yang itu adalah warna ungu.


Peserta terakhir pun langsung berkumpul secara suka rela. Dan Sinta senang berkumpul dengan tim barunya yang ternyata satu tim bersama Fika.


"Eh, cowok itu kok masih berdiri di sana??" tanya Fika.


Sinta acuh, dia tidak peduli dengan pria kasar itu. "Biarlah yang penting dia tidak di tim ini" gumam batin Sinta yang lega lalu mulai saling mengenal satu sama lain dalam timnya.


Tapi ternyata para pengurus kegiatan tidak tinggal diam. Mereka terlihat berdiskusi dengan Rudy.


Dan setelah Sinta mulai membuka komunikasi dengan para teman di timnya. Tiba-tiba saja seseorang hadir sehingga beberapa peserta terpaku.


"Hallo, saya Rudy.. saya ada masuk di tim Ungu" ujar Rudy yang mencoba bersikap wajar.


Sontak Sinta tercengang.


"Iiikh, kok dia lagi sih??" seru Sinta terceplos. Reflek Rudy dan anggota yang lain menantap Sinta yang baru saja mengeluarkan kalimat tidak menyenangkan.


"Ooopss, bu-bukan begitu..ma-maksudnya.." sela Sinta cepat-cepat menyentuh mulutnya yang sudah tak terkontrol. "Alamak!!" rutu batin Sinta yang kesal pada mulutnya.


"Maksudnya kamu keberatan saya masuk di tim Ungu?" Rudy langsung bertanya to the poin.


"Ah, bukan.. bukan itu mas.. mmh, anu, kita kan udah pas ini 6 orang.. jadi aneh gitu kok bisa ada yang lebih?? apa mungkin di tim lain ada yang kurang pesertanya??" ujar Sinta ngeles padahal intinya dia tetap tak ingin berlama-lama pria ini ada di timnya.


Namun dari pada menjawab, Rudy malah memperlihatkan dua kertas di tangannya pada tim Ungu.


Dan betapa terkejutnya ternyata Rudy memiliki dua warna tim yaitu warna Ungu dan Kuning.


"Jadi jelas saya punya hak untuk memilih untuk masuk ke tim yang saya mau" sahut Rudy sombong.


Sinta tercengang, ia tidak bisa mempercayai keberuntungan pria di hadapannya ini.


"Tapi.."


"Jika kamu keberatan, kamu saja yang keluar" potong Rudy telak.


Sinta tercenggang bukan kepalang, ia bahkan tak bisa membalas ucapan Skak Matt Rudy.


"Gimana?? yang lain apa keberatan saya ada disini??"


Sontak peserta tim Ungu menggelengkan.


"Kita welcom aja kok, iyakan" ujar Fika pada yang lain, dan si sambut wajah ramah lain pada Rudy.


Hanya Sinta yang terlihat dongkol di tim Ungu.


"Sumpah yaa, makin di doain jauh kok makin di deketin.. Ya Tuhan, ini cobaan atau ujian sih??" gumam batin Sinta.